TANDANG………. !!! NYANDANG KAHAYANG

Nafkah Untuk Anak Setelah Bercerai…

Setiap manusia – selain Adam AS, Hawa AS, dan Isa AS, tercipta dari satu ayah dan satu ibu. Karena itu, dalam aturan agama apapun, tidak ada istilah mantan anak, atau mantan bapak, atau mantan ibu. Karena hubungan anak dan orang tua, tidak akan pernah putus, sekalipun berpisah karena perceraian atau kematian.

Berbeda dengan hubungan karena pernikahan. Hubungan ini bisa dibatalkan atau dipisahkan. Baik karena keputusan hakim, perceraian, atau kematian.

Di sinilah kita mengenal istilah mantan suami, atau mantan istri.

Dalam islam, kewajiban memberi nafkah dibebankan kepada ayah, dan bukan ibunya. Karena kepada keluarga, wajib menanggung semua kebutuhan anggota keluarganya, istri dan anak-anaknya. Keterangan selengkapnya, bisa anda pelejari di: Suami Tidak Memberi Nafkah kepada Istri Pertama dan Kedua

Kemudian, dalil khusus yang menunjukkan bahwa ayah wajib memberi nafkah anaknya adalah kasus Hindun bersama suaminya, Abu Sufyan.

Abu Sufyan tidak memberikan nafkah yang cukup untuk Hindun dan anaknya. Kemudian beliau mengadu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

Ambillah harta Abu Sufyan yang cukup untuk dirimu dan anakmu sewajarnya. (HR. Bukhari 5364 dan Muslim 1714).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan istri untuk mengambil harta suaminya di luar pengetahuan suaminya, karena suami tidak memberikan nafkah yang cukup bagi istri dan anaknya. Ini menunjukkan bahwa dalam harta suami, ada bagian yang wajib diberikan kepada istri dan anaknya.

Ketika terjadi perceraian dan masa iddah sudah selesai, wanita yang dulunya menjadi istri, kini berubah status menjadi mantan istri. Tali pernikahan sudah putus, bukan lagi suami-istri. Sehingga dia tidak wajib dinafkahi oleh mantan suaminya.

Namun hak nafkah bagi anak, tidak putus, sehingga ayah tetap berkewajiban menanggung semua kebutuhan anak, sekalipun anak itu tinggal bersama mantan istrinya.

Imam Ibnul Mundzir mengatakan :
Ulama yang kami ketahui sepakat bahwa seorang lelaki wajib menanggung nafkah anak-anaknya yang masih kecil, yang tidak memiliki harta. Karena anak seseorang adalah darah dagingnya, dia bagian dari orang tuanya. Sebagaimana dia berkewajiban memberi nafkah untuk dirinya dan keluarganya, dia juga berkewajiban memberi nafkah untuk darah dagingnya. (al-Mughni, 8/171).

Bolehkah mantan istri meminta mantan suaminya untuk menafkahi anaknya?

Tidak hanya boleh, bahkan mantan istri boleh nuntut mantan suaminya untuk menafkahi seluruh kebutuhan anaknya. Jika mantan suami tetap tidak bersedia, mantan istri bisa menggunakan kuasa hukum untuk meminta hak anaknya.

Kepada para suami,

Ingat bahwa anak anda tetap anak anda, sekalipun anda bercerai dengan ibunya. Dia bagian dari darah daging anda. Jangan sia-siakan dia, karena semua akan anda pertanggung jawabkan kelak di hari kiamat.

Ketika anda tidak memberikan nafkah kepada anak anda, sehingga dia dinafkahi orang lain, ini tanda bahwa anda tipe lelaki yang tidak bertanggung jawab, yang merepotkan orang lain.

Dan status harta orang lain yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan anak anda, adalah utang bagi anda. Jika tidak sekarang diselesaikan, bisa jadi akan berlanjut di akhirat.

Jangan karena perceraian dan kebencian anda terhadap mantan istri, kemudian anda tularkan ke anak anda, yang bisa jadi, dia sama sekali tidak memahami masalah anda.

Wahb bin Jabir menceritakan, bahwa mantan budak Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu pernah pamit kepadanya, “Saya ingin beribadah penuh sebulan ini di Baitul Maqdis.”

Sahabat Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu, langsung bertanya kepada beliau, “Apakah engkau meninggalkan nafkah untuk keluargamu yang cukup untuk makan bagi mereka selama bulan ini?”

“Belum.” Jawab orang itu.

“kembalilah kepada keluargamu, dan tinggalkan nafkah yang cukup untuk mereka, karena saya mendengar, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda :

“Seseorang dianggap melakukan dosa, jika dia menyia-nyiakan orang yang orang yang wajib dia nafkahi.” (HR. Ahmad 6842, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Dalam riwayat lain dinyatakan :

Allah akan bertanya kepada setiap pemimpin tentang rakyatnya, apakah dia jaga ataukah dia sia-siakan. Hingga seorang suami akan ditanya tentang keluarganya. (HR. Ibnu Hibban 4493 dan dihasankan oleh al-Albani).

Wallahu a’lam.
Oleh Ustadz Ammi Nur Baits

Iklan

Tanggung Jawab Ayah Kepada Anaknya…..

Mohon ma’af sebelumnya bila tulisan ini agak kurang berkenan, karena Akang ini masih tahap belajar, belajar dan Belajar.
Anak Tanggung Jawab Ayah

Allah Ta’ala berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri-diri kalian dan keluarga-keluarga kalian dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At-Tahrim: 6)
Para ulama menyatakan: ‘Diri-diri kalian,’ yakni: Anak-anak kalian, karena anak itu merupakan bagian dari diri ayahnya. Dan ‘keluarga-keluarga kalian,’ yakni: Istri-istri kalian.
Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya harta-harta kalian dan anak-anak kalian tidak lain kecuali ujian.” (QS. At-Taghabun: 15)
Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Imam adalah pemimpin yang akan diminta pertanggungjawaban atas rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas keluarganya. Seorang istri adalah pemimpin di dalam urusan rumah tangga suaminya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan rumah tangga tersebut. Seorang pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan tanggung jawabnya tersebut.” (HR. Al-Bukhari no. 844 dan Muslim no. 1829)
Dari Ma’qil bin Yasar radhiallahu anhu dia berkata: Sesunguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidak ada seorang hambapun yang Allah berikan kepadanya beban untuk memimpin, lalu dia mati dalam keadaan menipu orang-orang yang dia pimpin, kecuali Allah akan mengharamkan surga atasnya.” (HR. Muslim no. 142)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara: Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat baginya, dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” (HR. Muslim no. 1631)

Penjelasan ringkas:
Anak-anak, pendidikannya, serta pengurusannya adalah amanah yang Allah berikan kepada para ayah, karenanya para ayah adalah pimpinan mereka dan penanggung jawab atas keadaan mereka. Wajib atas para ayah untuk menasehati anak-anak mereka dengan kebaikan dan menjadikan pendidikan serta perbaikan mereka merupakan pekerjaan dan urusannya yang paling utama dan paling penting. Tidak boleh bagi seorang ayah untuk hanya memenuhi semua kebutuhan jasad dari anaknya berupa makanan dan pakaian lalu setelah itu dia menganggap kewajibannya hanya itu kemudian menyibukkan dirinya sendiri dengan pekerjaan dunianya dan tidak mengurusi kebutuhan ruhani dari anak-anaknya. Karena barangsiapa yang mengerjakan hal tersebut niscaya dia akan menyesal pada akhirnya, baik di dunia ketika dia sudah tua dan anak-anaknya juga tidak mau mengurusinya, terlebih lagi di akhirat ketika dia dimintai pertanggungjawaban atas amanah yang telah dibebankan kepadanya tersebut.

Memenuhi kebutuhan ruhani anak-anak -berupa keimanan dan amal saleh- jauh lebih penting daripada memenuhi kebutuhan jasadnya. Karenanya Allah Ta’ala dalam Al-Qur`an tidak pernah memerintahkan para ayah untuk melindungi anaknya dari panasnya terik matahari atau dari panasnya rasa lapar, akan tetapi justru Allah memerintahkan mereka untuk melindungi anak-anak mereka dari api neraka. Sudah dipastikan bahwa setiap ayah tentu sangat menyayangi dan mencintai anak-anaknya dan tidak akan tega membiarkan anak-anaknya tidak makan atau tidak berpakaian, maka apakah dia tega jika anaknya dijadikan sebagai bahan bakar neraka atau berpakaian dengan pakaian dari api neraka?!

Karenanya Allah Ta’ala mengingatkan bahwa kecintaan kepada anak-anak jangan sampai membuat mereka mencelakai anak-anak mereka sendiri, karena anak-anak itu hanya merupakan ujian bagi mereka. Dengan alasan kasih sayang, dia tidak mau menyuruh anaknya shalat padahal dia sudah berumur 7 tahun, tidak mau memukulnya jika tidak mau shalat padahal anaknya sudah berumur 10 tahun. Tidak mengajari dan menyuruhnya berpuasa padahal puasa sudah wajib atasnya hanya karena alasan kasihan melihatnya kelaparan. Memenuhi semua apa yang anaknya dengan alasan kasih sayang, walaupun permintaan si anak bisa mencelakai anak itu sendiri baik mencelakai jasadnya maupun mencelakai imannya. Intinya, Allah Ta’ala memerintahkan para ayah untuk mencintai dan menyayangi anak-anaknya akan tetapi tetap dalam aturan syariat dan tidak berlebihan dalam memanjakannya hingga menelantarkan pengajaran keagamaan anak-anaknya.

Hendaknya para ayah mengingat bahwa sikap keras -sesekali- kepada anak dan gemblengan keagamaan yang benar kepada mereka -walaupun merupakan amalan yang berat dan melelahkan- akan tetapi amalan ini termasuk dari penentu nasibnya di akhirat kelak. Jika dia berhasil maka dia akan bisa menjawab pertanyaan Allah kepadanya tentang tanggung jawabnya, dan dia senantiasa mendapatkan limpahan pahala dan keutamaan sampai walaupun dia telah meninggal, karena adanya doa dan amal saleh dari anak-anaknya. Tapi sebaliknya jika dia gagal dalam amalan ini karena keteledoran dia atau sikap acuh tak acuh dia terhadap pendidikan keagamaan anaknya, maka dia akan menyesal pada hari kiamat tatkala dia tidak bisa menjawab pertanyaan Allah terhadapnya yang akan menyebabkan dia diharamkan untuk masuk ke dalam surga, wal ‘iyadzu billah. Adapun jika dia telah berusaha memenuhi kewajibannya sebagai seorang ayah dalam memenuhi pendidikan keagamaan anaknya akan tetapi Allah dengan takdir-Nya yang penuh hikmah menetapkan anaknya tidak menjadi anak yang saleh, maka insya Allah dia tidak akan dituntut pada hari kiamat karena dia telah menunaikan amanah yang dibebankan kepadanya.

Bukan yang dimaksudkan dengan memenuhi kebutuhan keagamaan anak di sini adalah dengan sekedar memasukkannya ke ponpes atau pondok tahfizh atau SDIT sejak usia dini lalu setelah itu dia berlepas tangan dan tidak mau tahu pokoknya anaknya harus bias ngaji harus hafal Al-Qur`an dan hadits, dan seterusnya dari target-target yang mulia tapi tidak diiringi dengan keseriusan sang ayah dalam mendidiknya kecuali keseriusan dia dalam membayarkan kewajibannya kepada sekolah. Yang dia ketahui hanya wajib membayar SPP setiap bulan lalu menyerahkan sisanya kepada para guru dan penanggung jawab di sekolah. Tentunya bukan tanggung jawab seperti ini yang kami maksudkan, karena bagaimanapun juga peran orang tua di rumah jauh lebih mempengaruhi keadaan sang anak daripada pendidikan para guru. Wallahul musta’an.

Terakhir, sebagai langkah awal bagi setiap ayah dalam memperbaiki keadaan keagamaan anak-anaknya adalah memperbaiki keadaan keagamaan diri sendiri baik sebelum maupun setelah dia menikah, serta wajib atasnya untuk memilih istri yang Shalehah.

Berita Jatgede terkini MEI 2014…….

Salam bahagia semua sahabat Akang semua……
Telah lama Akang tidak update, ada rasa kangen, namun karena kesibukan di pekerjaan lah yang membuat blogs ini terbengkalai, namun Alhamdulillah masih banyak juga pengunjung ke blogs ini.
Yang akan Akang angkat kali ini adalah tenrtang berita terkini tentang MEGA PROYEK yang ada di JAWA BARAT, khususnya di kabupaten Sumedang.
JAtigede….terkini.
2014-05-19 10.30.56
Bendungan Jatigede yang rencanya akan mengairi pesawahan di bagian timur kabupaten sumedan dan kabupaten Majalengka dan Indramayu sekitarnya, nasibnya begitu terkatung-katung. Dalam rapat terakhir PLN dapat ultimatum supaya menghentikan pasokan listriknya ke daerah genangan akhir bulan April, namun nyatanya sampai saat ini belum juga ada tanda-tanda penggenangan akan di mulai.
Rekan akang dari Intel POLRES Majalengka waktu survey ke lokasi bendungan mengatakan,” itu mah paling 10 tahun lagi beres, mana mungkin bisa secepat ini di genangi”.
Dari BIRO lapangan di lokasi terowongan jatigede malah ada informasi lebih miris lagi. Kata biro lapangan Akang, terowongan ada yang retak-retak.
2014-05-19 10.21.18
2014-05-19 10.24.57
Akang juga sewaktu jalan ke belakang bendungan di dapat ada longsoran, padahal gak ada hujan, walo scepat itu pula perbaikan di laksanakan. Namun sepertinya itu coran tidak mengindahkan kaidah hokum bendungan, terkesan serampangan. Sekilas orang awam pun pasti tahu kalo itu pasti longsor lagi.
IMG_20140519_104437
Ini ada kabar yang lebih memprihatinkan kita semua. Kabar ini ada di bawak bendungan Jatigede yang kelak akan di bangun PLTA Jatigede. Sedih…plus rasanya ada sesuatu yang tidak masuk akal disana.
Mari kita lihat satu persatu.
2014-05-19 10.29.51
1. bendungan Jatigede, belumlah rampung. Kelayakan untuk di buat PLTA itu juga tidak mengindahkan dampak kedepan SEDIMENTASI ( mangga buka PLTA Jatigede mengulang kisah Kedung Ombo diblogs ini ). Sedimentasi di WADUK Insaya Allah tinggi sekali, karena DAS nya tidak terurus dari hulunya.
2. Debit air …??? Yang ada saja cumin bias bangkit 3 MW ( PLTA Parakankondang ). Walo sempat Akang bersitegang dengan mereka-mereka para insinyur ( ???? ). Kata beliau, kan airnya di tampung dulu, baru nanti dipakai untuk PLTA.
Lhoooo….??? Apa gak di hitung debit masuk dengan debit keluar sederhananya pakai hk.kirchoff lah…. .
3. Terus yang lebih mengherankan, hanya untuk membangun PLTA dengan kapasitas 2X55 MW, tanah yang dipakai sebegitu luasnya ???
Dibalik semua hal teknis itu, ada pengulangan KASUS pembebasan CADASNGAMPAR/SUKAKERSA terulang di balik pembebasan tanah PLTA Jatigede ini. Kenapa Akang katakana begitu ??? karena Akang ikut terjun di Cadasngampar dan jadi pengamat disana.
Mana bukti nya ???
Ada gan…. !!! Waktu pemakaman yang di pinisepuh Akang, ada seseorang yang mengadu ke Akang inisial “EK”. Dia berkata.” Kang, ada orang yang nawarin harga pembebasan rumah bisa 2x lipat, asaaaaaaaaaaaaal…….???!!!!.
Kemudian minggu kemarin ada pula yang mengadu ke Akang inisial “IS”,” Kang tanah yang dulu tidak di ukur bisa di uangkan asaaaaaal……???? !!!.
Duwwwwhhh bobrok sekali mental anak bangsa ini. Gak disana gak disini…semua Idem…!!!
Yang kasihan tentulah masyarakat AWAM, dimana di semua sisi dia di tekan dan di peras…..
Apalagi ada pernyataan di forum rapat dengan warga ,” Saya berdiri di depan ini bukan sebagai kepala desa, tapi saya dari tim P2T.” duwhhhh….??? Perkataan apa ini ??
padahal dia dipilih oleh rakyat…???
Jadi warga harus mengadu kepada siapa ?? sementara pimpinan mereka sudah tidak ada keberpihakan kepada mereka lagi ???
Wassalam….. !!!

Laporan ti TEPIS WIRING …..

Dampak bendungan Jatigede tidak hanya berimbas pada kalangan sekitar JAtigede.
Sekarang dampak itu telah mulai merambah kedesa sebelah hilir Jatigede. Telah berbulan lamanya warga Desa Kadujaya resah dengan adanya dampak Jatigede dengan akan di bangunya Pembangkit Listrik Tenaga Air yang berkapasitas 2X55 MW.
Begitu gencarnya oknum-oknum yang diprediksi akan mengail di air keruh dengan memanfaatkan keluguan dan ketidak tahuan masyarakat dengan cara mengintimidasi masyarakat desa Kadujaya khususnya dusun Parakankondang.
ABCD0009
Awal cerita mereka di intimidasi dengan cara dikumpulkan di balai kampong setempat, bahwasanya kalo mereka tidak mau menyerahkan tanah dan pemukiman yang akan tergerus oleh kepentingan pembangunan PLTA Jatigede, mereka aka dijebloskan ke penjara, atau mereka akan dilndas dengan paksa oleh pihak pemerintah. Sehingga akhirnya karena ketidak tahuan masyarakat, mereka mengumpulkan berkas-berkas tanah mereka dan dikumpulkan pada panitia yang dinamai PANITIA 10. Sewaktu Akang Tanya,: siapa sih yang membentuk PANITIA tsb ??? mayoritas mereka mengatakan tidak tahu…??? Aneh bin ajaib.
ABCD0010
Cerita ke dua adalah untuk keperluan arsip-arsip, mereka di pungut biaya Antara Rp.200 ribu hinga Rp.300 ribuan….??. Tragis memang. Disaat dikatakan bahwa KAS desa KAdujaya penuh dengan pundi-pundi uang, kenapa pula tidak memanfaatkan dana kas tsb untuk kemashlahatan wargannya sendiri.
Yang jadi pertanyaan adalah, untuk apa dana sebesar itu di pungut kepada masyarakat ??? dimana untuk mendapat selembar kertas dengan hasil ketikan KOMPUTER, dan di print out kemudian di stempel oleh Kepala Desa mereka mesti mengeluarkan dana sebesar itu ???. Akang sempat trenyuh tatkala mendengar keluh kesah mereka tentang surat-surat dari Desa tsb, mereka menjual gabah hasil panen mereka, menjual kambing mereka dan mesti utang sana-sini untuk mendapat kan selembar kertas yang bernama surat kuasa kah, surat anukah dll.
Mari kita sejenak merenung sebagai orang yang mengaku bahwa mereka adalah manusia yang hidup di Negara Indonesia yag berdasarkan PANCASILA. Coba tengok, computer siapakah yang dipakai untuk mengetik ??? kertas siapakah yang dipakai untuk print out ?? stempel dan tinta siapa yang diapakai untuk melegalkan surat-surat tsb ???. Bukankah itu semua milik pemerintah dan didanai oleh pemerintah ???. Apalagi kalo dikatakan kalo desa tsb adalah mempunyai harta kekayaan yang banyak ???. sekarang kalo berkata, laaaaaa kana da yang ngerjakanya ???. loo kan yang ngerjakanya sudah di Gaji oleh pihak desa ???.
Inilah lingkaran SYETAN yang telah terjadi di sini, kalo lebih luas lagi ternyata ini adalah BUDAYA yang mengakar di APARATUR pemerintahan di Daerah kita, baik level desa,kecamatan, apalagi KAbupaten. Itu sudah menjadi rahasia public yang memang sama sekali tidak terjangkau oleh KPK. Karena KPK buronannya adalah KAKAP, sedang TERI mana mau nengok, padahal dikelas teri inlah RAKYAT banyak di sengsarakan.
Kembali lagi ke pokok bahasan.
Pada pertemuan-pertemuan berikutnya warga Parakankondang di iming-imingi, bila mereka mau menjual tanahnya untuk kepentingan Proyek PLTA, status mereka akan meningkat, mereka bisa membangun rumah bagus,bisa membeli mobil. Yang tadinya rumah gubuk akan berubah menjadi gedung alntai dua. Sebab harga tanah mereka akan dihargai Antara Rp.14 juta sampai Rp.21 juta /tumbak. Duuuuhhh….panitia macam apa itu ??? la wong nego juga belum,sudah berani mengatakan harga ???.
Kalo difikir. Untuk apa rumah bagus, untuk apa punya mobil kalo lahan buat hidup mereka tergusur ??? mau makan apa mereka ???. ini lagi, dari fihak pemerintahan desa. Sudah berkali-kali pertemuan belum terlihat batang hidungnya buat menklarifikasi tentang hal ini. Jadi kepada siapa mereka mengadu apalagi berlindung kalo aparat desanya sendiri PARIORI dengan hal ini ???.
Terakhir rapat yag di adakan adalah hal tentang penggusuran atas tanah yang di luar jalur proyek. Mereka mengatakan bisa digusur kalo mereka mau tanah mereka itu di jual ke proyek ??? JADI PROYEK syetan apakah ini ??? kok NGANEH ??. Ada lagi yang dikatakan, kalo mereka menyerahkan semua urusan kepada PLN, PLN akan menyediakan tanah yang di MAUI oleh warga, dimanapun tempatnya dn akan membangunkan rumah buwat warga yang tergusur…??? Duwhhh UENAK tenan CAK…. !!! DANA SIAPA ITU ???
Sekarang warga Parakankondang sudah terpecah belah, malah bisa terjadi perkelahian antar saudara karena keinginan mereka yang berlainan.
PRIHATIN…. !!!
Akhirul kata…..kepada siapa warga Parakankondang mesti mengadu & mendapatka informasi yang SHOHEH ???
Wallahu ‘alam……

Renungan Imam Al Ghazali…………

pengajian
Assalammu’alaikum wr.wb

Semoga bermanfaat
1. Apa yang paling DEKAT dengan diri kita di dunia ?
2. Apa yang paling JAUH dari kita di dunia ?
3. Apa yang paling BESAR di dunia ?
4. Apa yang paling BERAT di dunia ?
5. Apa yang paling RINGAN di dunia ?
6. Apa yang paling TAJAM di dunia ?

Jawabannya:
————————————————————
Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al
Ghozali bertanya….

Pertama,
“Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”.
Murid-muridnya menjawab : “orang tua, guru, kawan, dan sahabatnya”.
Imam Ghozali menjelaskan semua jawapan itu BENAR.
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah MATI.
Sebab itu sememangnya janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan
mati (Q.S. Ali Imran 185)

Kedua,
“Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”.
Murid -muridnya menjawab : “negara Cina, bulan, matahari dan
bintang-bintang”.
Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahawa semua jawaban yang mereka berikan itu
adalah BENAR.
Tapi yang paling benar adalah MASA LALU.
Walau dengan apa cara sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu.
Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang
dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Ketiga,
“Apa yang paling besar di dunia ini?”.
Murid-muridnya menjawab : “gunung, bumi dan matahari”.
Semua jawaban itu BENAR kata Imam Ghozali.
Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah NAFSU (Q.S.
Al-A’Raf 179).
Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa
kita ke neraka.

Keempat,
“Apa yang paling berat di dunia ini?”.
Ada yang menjawab : “besi dan gajah”.
Semua jawaban adalah BENAR, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah
MEMEGANG AMANAH (Q.S. Al-Ahzab 72).
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika
Allah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini.
Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga
banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang
amanahnya.

Kelima,
“Apa yang paling ringan di dunia ini?”
Ada yang menjawab : “kapas, angin, debu dan daun-daunan”.
Semua itu BENAR kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini
adalah MENINGGALKAN SHOLAT.
Gara-gara pekerjaan, kita meninggalkan sholat; gara-gara bermesyuarat, kita
meninggalkan sholat.

Dan pertanyaan keenam adalah,
“Apakah yang paling tajam di dunia ini?”
Murid-muridnya menjawab dengan serentak : “pedang”.
BENAR, kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah LIDAH MANUSIA.
Karena melalui lidah, ,manusia selalu menyakiti hati dan melukai perasaan
saudaranya sendiri.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Mari Kita Miliki “HARGA DIRI”………..

suap
Terisnpirasi ketika mengikuti Outbond tanggal 2-3 November 2013 di Pangalengan, yang mana perkataan Sang “MOTIVATOR” tidak jauh dengan tulisan ini.

Apalah artinya punya rumah lapang kalau hati sempit!? Apalah artinya penampilan yang indah tapi berhati busuk!? Apalah gunanya harta banyak tapi hati selalu merasa miskin!? Apalah mamfaatnya segala ada tapi hati selalu nelangsa!? Apalah artinya makanan enak dan mahal kalau hati sedang dongkol, memang segala-galanya sangat tergantung kepada hati kita sendiri.

Syang seribu sayang kita amat sibuk memperindah rumah, tubuh, penampilan, tapi tidak pernah sibuk memperindaj qalbu. Kita sibuk memperkaya harta tapi jarang memperkaya hati, maka tidak usah heran kalau hidup ini hanya perpindahan dari derita ke sengsara, dari gelisah ke nestapa, dari resah ke musibah, seperti tiada berujung walaupun sudah mendatangi tempat manapun, memiliki apapun, memakan segala apapun.

Padahal Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ketahuilah bahwa dalam tubuh ini ada segumpal daging yang kalau baik maka akan baiklah sekujur tubuhnya, begitupun kalau buruk maka akan buruklah seluruh sikapnya, itulah yang dinamakan qalbu” (HR. Bukhari Muslim).

Nah, saudaraku sekalian, adalah mimpi di siang bolong, kalau kita ingin merasakan hidup bahagia yang asli tanpa kita mengetahui bagaimana caranya hidup dengan memelihara qalbu kita ini. Dijamin seratus persen tidak akan pernah merasakan kebahagiaan maupun kemuliaan tanpa kesungguhan menata hati ini.

Salah satu biang busuknya hati kita ini adalah kalau sudah tertipu dalam mencari harta. Seakan hidup hanya akan terhormat dan terjamin dengan banyak uang, sehingga tidak peduli lagi halal haramnya. Bagi yang tidak punya uang pun tidak kalah salahnya, ada sebagian dari kita yang sering cari jalan pintas, ingin untung besar dengan cara enteng, sehingga selain tidak berharta juga tidak punya harga diri.

Justru sering kita saksikan orang jadi hina dan sengsara oleh limpahan harta dan kedudukannya sendiri yang tentu karena diperolehnya dengan cara yang tidak benar.

Sepatutnya kalau harta kita tidak banyak maka perkayalah batin kita sehingga tetap terhormat, tidak menjadi peminta-minta, atau benalu bagi yang lain (lihatlah para koruptor, tukang disuap yang malang, sesungguhnya harta mereka sudah melimpah tapi disiksa dan dihinakan oleh Allah dengan kemiskinan di hatinya sehingga terus saja meminta-minta, menghisap sana sini bahkan kepada rakyat kecil sekalipun dengan menggadaikan harga dirinya, perbuatan ini sungguh hina dan patut kita kasihani).

Orang yang rizkinya masih pas-pasan bisa jadi lebih mulia dan terhormat kalau dapat menjaga harga dirinya. Maka, marilah sekuat tenaga jangan sampai kita menghinakan diri sebagai peminta-minta, apalagi memeras keringat orang dengan cara yang tidak halal, sungguh aib. Percayalah rizki dari Allah sangat melimpah, tidak akan tertukar, lihat kerbau saja yang tidak sekolah rizkinya tetap tercukupi, apalagi diri kita manusia yang diberi akal dan iman, niscaya kita akan bertemu dengan rizki dalam keadaan terhormat.

Marilah saudaraku kita singsingkan lengan lebih serius, kita simbahkan keringat kerja keras kita di jalan yang halal, didampingi dengan ibadah dan do’a kita yang sungguh-sungguh, jangan risaukan cemoohan orang tentang harta atau rumah kita yang sederhana dan tidak berharga yang penting kita bisa mewariskan yang termahal bagi keluarga, anak-anak, dan lingkungan kita yaitu hidup dengan memiliki harga diri, tidak pernah mau hidup menjadi beban dan benalu bagi orang lain.***

(Sumber : Jurnal MQ Vol. 1/No.6/Oktober 2001)

Negeri Yang Mulai Sempoyongan……

19102013279Negeri yang katanya konon gemah ripah loh jinawi seperti apa yang dikatakan “KOES PLUS” dalam lagunya “KOLAM SUSU” ini sekarang bak tikus yang mati di lumbung padi.
Negeri yang begitu dikatakan sopan , santun juga baik terhadap sesama ini, sekarang begitu beringas bak orang yang hidup di negeri “BAR BAR” tak beradab yang seolah mereka tidak beragama dan buta agama. Padahal mereka bilang mereka hidup dalam lingkungan negeri “AGAMIS” dan beradab dalam lindungan negeri yang di dalamnya “PANCASILA” bertahta. Ngeri………….miriiiis melihat kehidupan Masyarakat hidup dalam alam “DEMOKRASI” yang seperti ini. Mau dibawa kemana “GENERASI MUDA” kedepan ? kalo melihat para sesepuhnya seperti ini ???. kemana perginya Masyararakat “SAANTUN” yang dulu pernah ada di negeri yang indah ini ??.
Baik, mari kita ke inti tulisan ini.
19 Oktober 2013, hari Sabtu cerita ini dimulai. Disana mata Akang di benar-benar di buat melongo seolah tak mau berkedip. Karena apa ??? ada sekelompok orang yang menamakan dirinya sebagai “WARGA” di suatu desa suatu kecamatan begitu beringasnya bak orang tidak beradab “BERDEMO” berteriak-teriak mengancam orang lain tanpa sopan santun yang semestinya hal itu tidak perlu terjadi bila mereka itu mengaku hidup di negeri yang tercinta ini “INDONESIA”, apalagi itu dilakukan oleh orang yang mengaku bersuku “SUNDA” yang terkenal “SANTUN dan RAMAH”.
Masih di tanggal dan hari yang sama sahabat Akang. Waktu itu waktu menjelang siang di suatu kantor intituisi pemerintah yang ber embel-embel “PELINDUNG Masyarakat”……….”PENGAYOM Masyarakat”. Dengan symbol macan mengaum menghadap le kiri.
“MASYA ALLAH” sahabat Akang semua. Seorang “KANIT” muda yang cukup tampan, tapi bermuka kecut tidak bersahabat ( sayang waktu itu beliau tidak berseragam, hingga Akang tidak tahu nama beliau ), menemui Kami yang sama juga atas utusan intituisi pemerintah pula.
Apa yang “KANIT muda lakukan ???. Beliau tat, tut memainkan jarinya di Hand Phone. Yang tak begitu berselang lama munculah orang-orang yang bermuka tak ramah di kantor aparat pengayom masyarakat pula. Yang meng atas namakan dirinya “WARTAWAN” dan “LSM pembela Masyarakat”.
Urusan Negara, dimana perusahaan Negara tsb berpegang pada UUD 45 pasal 33. Berurusan dengan penegak hukum yang nota bene adalah abdi “NEGARA” juga abdi “MASYARAKAT” kenapa urusanya iadi begitu ribet ??.
Akhirnya Akang jadi ingat akan omongan Sahabat Akang eks Bos BUKAKA.
“ Wajar kalo intituisi tersebut kantor-kantor nya banyak di bom, banyak di tembaki oleh orang tak dikenal. Wajar pula kalo orang-orang nya pula banyak yang mati di tembak orang tidak dikenal, habis kelakuan “SEBAGIAN BESAR” orang nya adalah “MENJIJIKAN, MEMUAKAN ”.
Satu lagi. Buat yang mengaku “WARTAWAN”. Tolong jangan anda berbuat menjijikan seperti intituisi tsb di atas, apalagi Anda mengaku sebagai ‘WARTAWAN SUMEDANG”.
Sudah beberapa kali Akang bertemu dengan “AGAN_AGAN WARTAWAN SUMEDANG”. Yang anda cari hanyalah kesalahan orang lain yang ujung-ujung nya “DUIT”. Sungguh memalukan mencari uang menghidupi anak istrinya dari hasil yang begitu. Jadilah Anda itu “PEWARTA” yang independent tidak memihak, wartakan berita yang berimbang dengan mencari berita yang akurat dari sumbernya. Jangan lah Anda menjadi “PROVOKATOR” di setiap berita Anda.
Untuk Anda-anda yang mengaku dari LSM, Anda mengaku dari Gerakan Masyarakan Bawah Indonesia. Tapi kelakuan Anda tak ubahnya seperti Gerombolan Masyarakat Bawah Indonesia. Anda yang mengaku sebagai pembela Masyarakat Genangan JATIGEDE, namun buktinya Anda pencari untung di setiap kesempatan dan tempat di wilayah Genangan JATIGEDE.
Untuk Saudara penegak hukum, kepada siapa lagi Masyakat ini berlindung kalo Saudara penegak hukum kelakuannya tidak beda jauh dengan para “PREMAN” tukang “PALAK” tukang “PERAS” warga tidak berdaya ??. Akankah hukum di negeri ini di mandulkan oleh anda sendiri ??.
Salam hormat Akang buat Bapak “DANRAMIL” Darmaraja beserta Jajaranya. “LANJUTKAN”…. !!!
Buat Bapak-bapak DANRAMIL lainya, manga silahkan tiru yang baik, semoga Anda menjadi lebih baik lagi dalam menjaga Negeri tercinta beserta seluruh isinya.
Buat Saudara-saudara yang mengaku dirinya pelindung, pengayom Masayarakat. Akankah anda nanti di adili oleh pengadilan jalanan seperti yang lainya ???. Jabatan hanyalah sementara “FRIENDS”…. Hidup tidak begitu lama. Jadi buat apa Anda menumpuk –numpuk uang yang tidak “BERKAH” ??.
Ingat, “ HIDUP INI ADALAH SALAH SATU JALAN MENUJU MATI” friends…..!!!!
Mari kita berbakti buat Negara & bangsa ini, karena Anda telah di “GAJI” oleh Masyarakat dari pajak yang mereka bayar. Marilah kita berbakti kepada mereka yang telah membayar kita, jangan malah mereka menjadi sapi perahan Anda-anda.
Wassalam.