TANDANG………. !!! NYANDANG KAHAYANG

Situs MUNJUL (bag.2) & Masalah Sekitarnya…..

P_20160730_100325

Salam bahagia buat sahabat Akang dimanapun berada.

Kali ini Akang akan membagikan perjalanan Akang dengan menyusuri kembali ke suatu tempat yang pernah Akang kunjungi. Karena rasa penasaran ini pula yang membuat Akang menyambangi, melihat langsung dan berinteraksi langsung dengan beliau yang dipercaya secara adat dan dikukuhkan oleh dinas pendidikan kebudayaan kabupaten Sumedang.

P_20160730_100102.jpg

Akang menyambangi kembali ke situs ini untuk yang kedua kalinya ke situs MUNJUL. Dimana disiini, selain situs munjul sendiri yang di dalamnya terdapat makam Singadepa ( dimana menurut pengurusnya/kuncen namanya adalaha Depasinga ), di lokasi sebelah barat, sebelah timurnya ada makam relokasi dari situs Betok dan situs Babuy. Dimana disana ada makam Nanggapati dan makam bogapati.

P_20160730_102026.jpg

Situs munjul berada di gunung Punjul.  Kampung Munjul di Desa Sukamenak, Kec. Darmaraja, Kab. Sumedang, akan menjadi perkampungan tersendiri di tengah Waduk Jatigede. Kampung itu tidak akan ikut terendam, karena lokasinya berupa tanah perbukitan.

Sementara itu, tiga puluh desa yang masuk di lima kecamatan yang ada di Kab. Sumedang, dipastikan akan terendam. Di beberapa desa yang akan terendam oleh projek Waduk Jatigede, diketahui menyimpan puluhan situs atau peninggalan masa lalu.

Melihat Kampung Munjul tidak ikut tenggelam, maka daerah itu akan ditetapkan menjadi kawasan relokasi untuk situs-situs yang akan terendam.

Penetapan itu dilakukan oleh Direktorat Kepurbakala-an, Balai Pengelolaan Kepur-bakalaan, Sejarah, dan Nilai Tradisional (BPKSNT) Jawa Barat, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Serang, serta Balai Arkeologi Bandung, yang tergabung dalam tim Satgas Penanganan dan Percepatan Relokasi Situs dan Cagar Budaya di Jatigede.

“Bukan tanpa alasan kenapa tim Satgas Penanganan dan Percepatan Relokasi Situs dan Cagar Budaya di Jatigede, menetapkan Bukit Munjul ( Punjul ) sebagai kawasan relokasi situs. Paling utama, karena selain alasan tidak terendam, di kawasan tersebut sebelumnya juga sudah terdapat dua situs,” kata Kepala Seksi Pemeliharaan dari BPKSNT Jabar, Drs. Romlah Rustandi.

Kawasan Bukit Munjul ( Punjul ) telah menjadi tempat relokasi Situs Betok dari Kamp. Betok Desa Leuwihideung, dan Situs Babuy dari Desa Sukamenak Kec. Darmaraja. Baik Situs Betok , maupun Situs Babuy, kedua- nya merupakan kompleks pemakaman leluhur kampung.

P_20160730_100017.jpg

Menurut kuncen Situs Munjul Ki Sahman, telah terealisasi 100 situs direlokasi.

P_20160730_101245.jpg

Masalah pemeliharaan situs memang cukup memprihatinkan. Bukanya tidak ada dana dari pemerintah, namun dana tsb sangat terbatas, hingga untuk dana pemeliharaan kebanyakan merogoh kocek para pengurus situs tsb. Hal ini tidak hanya di situs Munjul namun berlaku untuk semua situs.

Suatu situs akan terawat, bila situs tsb sudah cukup dikenal dan terkenal, misalnya situs DayeuhLuhur atau situs Marongge. Di situs yang sudah terkenal, situsnya terawatt bahkan ada mobil operasionalnya.

 

P_20160730_103130 copy.jpg

Situs Munjul 1.

P_20160730_103232.jpg

Situs Munjul 2.

Dari hasil dialog Akang dengan pengelola situs Munjul. Mereka bekerja sesuai adat atas dasar ridho. Cuman atas pemikiran Akang. Bila di sekitar situs diberdayakan, dan memperoleh hasil, inshaa Allah situs tsb akan terpelihara. Mangga silahkan lihat bagaimana pengelolaan situs Marongge hingga selain situsnya terpelihara, juga bisa  menjadi nilai tambah ekonomi bagi warga sekitarnya.

P_20160730_103627.jpg

Pengelolaan situs sekitar waduk Jatigede sebetulnya mudah, karena sebagian besar situs ada di daerah wisata, termasuk situs Munjul. Jadi dengan memanfaatkan lokasi wisata tsb, inshaa Allah dana akan masuk, dan dari dana tsb bisa memelihara situs-situs yang ada.

P_20160730_105603.jpg

Kondisi saat ini, sekitar genangan waduk sangat banyak sampah-sampah yang berasal dari daerah rendaman, bukan berasal dari sampah warga relokasi genangan. Akang sangat prihatin dengan kondisi saudara-saudara relokasi genangan. Dampak psikologinya belum pulih untuk berfikir membangun daerah wisata. Yang terfikir mereka bagaimana makan esok, dan cari uang untuk makan serta biaya anak-anak sekolah dll. Mohon dimaklum bila mereka hanya bisa berfikir seperti itu. Karena awal mereka mengelola tanah, sekarang tanah mereka terendam dan tidak punya keahlian lain.

P_20160730_151810.jpg

P_20160730_154408.jpg

P_20160730_154430.jpg

Saat ini yang dibutuhkan adalah menata lingkungan mereka untuk menghasilkan uang buat kehidupan mereka. Inshaa Allah, setelah lingkungan tertata, para wisatawan akan masuk ke wilayah mereka. Sementara, segencar apapun promosi. Bila lingkungan tidak tertata, hanyalah akan menimbulkan kekecewaan bagi para pengunjung/wisatawan yang dating ke lokasi.

Penataan lingkungan bukan segampang membalik tangan seperti halnya promosi. Butuh waktu, disaat mereka sendiri terhimpit beban psikis dan psikologi yang belum pulih karena dampak genangan waduk Jatigede.

Wallahu alam….

P_20160730_103552_BF

Sallam….

 

 

 

Iklan

3 Komentar

  1. asep kusdana

    Urang sumedang,kudu apal ka susuhunan
    sumedang .

  2. asep kusdana

    Reug reug urang sumedang nyukcruk silsilah
    Susuhunan sumedang.

    • Team_Bulls

      Ha..ha…ha…
      Punten nembe waler…
      maklum laaah geuningan ari kuli mah paciweuh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: