TANDANG………. !!! NYANDANG KAHAYANG

Laporan ti TEPIS WIRING …..

Dampak bendungan Jatigede tidak hanya berimbas pada kalangan sekitar JAtigede.
Sekarang dampak itu telah mulai merambah kedesa sebelah hilir Jatigede. Telah berbulan lamanya warga Desa Kadujaya resah dengan adanya dampak Jatigede dengan akan di bangunya Pembangkit Listrik Tenaga Air yang berkapasitas 2X55 MW.
Begitu gencarnya oknum-oknum yang diprediksi akan mengail di air keruh dengan memanfaatkan keluguan dan ketidak tahuan masyarakat dengan cara mengintimidasi masyarakat desa Kadujaya khususnya dusun Parakankondang.
ABCD0009
Awal cerita mereka di intimidasi dengan cara dikumpulkan di balai kampong setempat, bahwasanya kalo mereka tidak mau menyerahkan tanah dan pemukiman yang akan tergerus oleh kepentingan pembangunan PLTA Jatigede, mereka aka dijebloskan ke penjara, atau mereka akan dilndas dengan paksa oleh pihak pemerintah. Sehingga akhirnya karena ketidak tahuan masyarakat, mereka mengumpulkan berkas-berkas tanah mereka dan dikumpulkan pada panitia yang dinamai PANITIA 10. Sewaktu Akang Tanya,: siapa sih yang membentuk PANITIA tsb ??? mayoritas mereka mengatakan tidak tahu…??? Aneh bin ajaib.
ABCD0010
Cerita ke dua adalah untuk keperluan arsip-arsip, mereka di pungut biaya Antara Rp.200 ribu hinga Rp.300 ribuan….??. Tragis memang. Disaat dikatakan bahwa KAS desa KAdujaya penuh dengan pundi-pundi uang, kenapa pula tidak memanfaatkan dana kas tsb untuk kemashlahatan wargannya sendiri.
Yang jadi pertanyaan adalah, untuk apa dana sebesar itu di pungut kepada masyarakat ??? dimana untuk mendapat selembar kertas dengan hasil ketikan KOMPUTER, dan di print out kemudian di stempel oleh Kepala Desa mereka mesti mengeluarkan dana sebesar itu ???. Akang sempat trenyuh tatkala mendengar keluh kesah mereka tentang surat-surat dari Desa tsb, mereka menjual gabah hasil panen mereka, menjual kambing mereka dan mesti utang sana-sini untuk mendapat kan selembar kertas yang bernama surat kuasa kah, surat anukah dll.
Mari kita sejenak merenung sebagai orang yang mengaku bahwa mereka adalah manusia yang hidup di Negara Indonesia yag berdasarkan PANCASILA. Coba tengok, computer siapakah yang dipakai untuk mengetik ??? kertas siapakah yang dipakai untuk print out ?? stempel dan tinta siapa yang diapakai untuk melegalkan surat-surat tsb ???. Bukankah itu semua milik pemerintah dan didanai oleh pemerintah ???. Apalagi kalo dikatakan kalo desa tsb adalah mempunyai harta kekayaan yang banyak ???. sekarang kalo berkata, laaaaaa kana da yang ngerjakanya ???. loo kan yang ngerjakanya sudah di Gaji oleh pihak desa ???.
Inilah lingkaran SYETAN yang telah terjadi di sini, kalo lebih luas lagi ternyata ini adalah BUDAYA yang mengakar di APARATUR pemerintahan di Daerah kita, baik level desa,kecamatan, apalagi KAbupaten. Itu sudah menjadi rahasia public yang memang sama sekali tidak terjangkau oleh KPK. Karena KPK buronannya adalah KAKAP, sedang TERI mana mau nengok, padahal dikelas teri inlah RAKYAT banyak di sengsarakan.
Kembali lagi ke pokok bahasan.
Pada pertemuan-pertemuan berikutnya warga Parakankondang di iming-imingi, bila mereka mau menjual tanahnya untuk kepentingan Proyek PLTA, status mereka akan meningkat, mereka bisa membangun rumah bagus,bisa membeli mobil. Yang tadinya rumah gubuk akan berubah menjadi gedung alntai dua. Sebab harga tanah mereka akan dihargai Antara Rp.14 juta sampai Rp.21 juta /tumbak. Duuuuhhh….panitia macam apa itu ??? la wong nego juga belum,sudah berani mengatakan harga ???.
Kalo difikir. Untuk apa rumah bagus, untuk apa punya mobil kalo lahan buat hidup mereka tergusur ??? mau makan apa mereka ???. ini lagi, dari fihak pemerintahan desa. Sudah berkali-kali pertemuan belum terlihat batang hidungnya buat menklarifikasi tentang hal ini. Jadi kepada siapa mereka mengadu apalagi berlindung kalo aparat desanya sendiri PARIORI dengan hal ini ???.
Terakhir rapat yag di adakan adalah hal tentang penggusuran atas tanah yang di luar jalur proyek. Mereka mengatakan bisa digusur kalo mereka mau tanah mereka itu di jual ke proyek ??? JADI PROYEK syetan apakah ini ??? kok NGANEH ??. Ada lagi yang dikatakan, kalo mereka menyerahkan semua urusan kepada PLN, PLN akan menyediakan tanah yang di MAUI oleh warga, dimanapun tempatnya dn akan membangunkan rumah buwat warga yang tergusur…??? Duwhhh UENAK tenan CAK…. !!! DANA SIAPA ITU ???
Sekarang warga Parakankondang sudah terpecah belah, malah bisa terjadi perkelahian antar saudara karena keinginan mereka yang berlainan.
PRIHATIN…. !!!
Akhirul kata…..kepada siapa warga Parakankondang mesti mengadu & mendapatka informasi yang SHOHEH ???
Wallahu ‘alam……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: