TANDANG………. !!! NYANDANG KAHAYANG

Pajak Progresif……………

PAJAK PROGRESIFPemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai 1 Juni 2011 akan memberlakukan penerapan pajak progresif bagi pemilik kendaraan bermotor pribadi.
Bagi yang memililki kendaraan bermotor lebih dari satu unit dan telah menjualnya, diminta segera melapor ke Samsat terdekat agar tidak terkena pajak progresif. Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelola Aset Daerah (DPPAD) Jawa Tengah, Herry Supangkat mengatakan, pajak progresif akan dibebankan kepada pemilik kendaraan bermotor yang memiliki lebih dari satu unit kendaraan. Pajak tersebut diberlakukan bagi pemilik kendaraan dengan nama dan alamat yang sama. pajak diberlakukan untuk semua jenis mobil pribadi , sedangkan kendaraan roda dua atau sepeda motor hanya yang memiliki cc diatas 200. Bagi yang memiliki kendaraan bermotor dan telah menjualnya , dihimbau agar segera melapor supaya tidak terkena pajak progresif. sedangkan untuk kendaraan yang masih atas nama orang lain, juga dihimbau untuk segera melakukan balik nama, karna bila pemilik lama telah melapor dijual, maka tidak akan bisa diperpanjang
Pajak Progresif awalnya dikenakan dengan maksud untuk mengendalikan laju lalu lintas yang semakin padat, terutama pada Kota-kota besar yang semakin hari semakin padat dan macet

Pajak progresif = pajak yang dikenakan atas kepemilikan dua atau lebih kendaraan bermotor.
Penerapan Pajak Progresif Kendaraan Bermotor mobil dan motor akan diterapkan pada kendaraan bermotor roda dua dan roda empat. “Diterapkan untuk motor ke motor, dan mobil ke mobil. Bukan dari motor ke mobil, atau sebaliknya.”

Pajak Progresif Kendaraan Bermotor ini berlaku pada kendaraan bermotor bekas maupun baru yang terhitung sebagai kendaraan kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. “Misalnya, kalau saya punya mobil satu, lalu membeli mobil bekas lagi, maka mobil bekas itu dihitung sebagai kendaraan kedua.”

Itu yang Akang dapat dari rekan-rekan di web.
Namun lain lagi yang Akang dapet info dari teman-teman di lapangan. Sampai akhirnya Akang dapatkan jawaban yang lebih mencengangkan dari SAMSAT kab.Majalengka.

Pajak progresif menurut mereka adalah bahwasanya antara domisili pemilik kendaraan mesti sama denganNOPOL kendaraan bermotor.
Contoh ; Bila pemilik kendaraan tsb domisili di kabupaten Sumedang, maka NOPOL kendaraan tsb harus NOPOL Sumedang, tidak bisa memakai NOPOL Majalengka,walau domisili pemilik tsb lebih dekat ke Majalengka, karena memang domisilinya ada di perbatasan Majalengka.
Alasanya kalau memakai NOPOL selain di KTP adalah alamat dealer,dan diyakini si pemilik mempunyai lebih dari 1 kendaraan bermotor.

ANEH…HERAN……??? Emang di STNK ada no rumahnya ???

Bagi Kami sebagai warga jadi heran ??? boleh-boleh saja NOPOL kendaraan bermotor disamakan dengan KTP, tapi tolong biayanya di fikirkan. Ini mah sama saja dengan mutasi normal. Aturan apa pula ini ???.

Masih mending kalo kendaraan motornya bagus. Sudah jelek, MOCIN lagi. Tekor deh buat mutasinya. La wong belinya saja 7 tahun lalu Cuma 5 juta, mesti mutasi 1 jutaan… ???

Di fikiran Akang jadi Suudzon dech…….??? Ada apa gerangan dengan peraturan ini ???

Kalau emang ini aturan murni pemerintah, duuuuuhh betapa terkotak-kotaknya Indonesia dengan adanya otonomi ini. Bisa-bisa nanti kendaraan bermotor bila masuk lain daerah mesti bayar retribusi.
Bagaimana pula dengan semangat PANCASILA & BHINNEKA TUNGGAL IKA ??? apa semua cuma memperhatikan daerahnya masing-masing saja ???
Bagaimana pula dengan seseorang yang domisili di lain kabupaten, cuman hanya karena tugas beliau di pindah ke kabpaten lain, padahal masih ada dalam 1 propinsi … ???? dan mesti pindah-pindah tugas … ???. kebayang mesti mutasi kendaraan bermotor berkali-kali…???.

Jadi ini maksudnya apa dengan pajak progresif … ??

Tolong plis deh…jangan bodohi kami sebagai warga yang sudah bodoh ini……….berilah kami penerangan yang sejelas-jelasnya…

Jangan lah mengail di air keruh…. Buatlah kami ini cerdas & taat pajak…..walau banyak kabar, bahwa banyak pajak yang diselewengkan.

WASSALAM…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: