TANDANG………. !!! NYANDANG KAHAYANG

HAMNAH BINTI JAHSY ….

Saat itu 7 Syawal tahun ketiga Hijriyah. Satu tahun telah berlalu sejak kemenangan kaum Muslimin di perang Badar. Kaum Muslimin kembali bersiap menghadapi peperangan yang akan berlangsung di Bukit Uhud. Diantara kaum Muslimin, sepasang suami istri yang mulia juga tampak bersiap menghadapi perang tersebut. Mereka adalah Mush’ab bin Umair yang dikenal sebagai duta pertama umat Islam serta sang istri, Hamnah binti Jahsy yang tak lain adalah saudara istri Rasulullah, Zainab binti Jahsy.
Tak hanya Hamnah, saudara laki-lakinya yaitu Abdullah bin Jahsy juga bersiap menyongsong perang tersebut. Pada Allah, Abdullah melantunkan doa agar syahid pada perang ini.
Segeralah berangkat pasukan kaum Muslimin dipimpin oleh Rasulullah menuju Uhud untuk menghadapi pasukan kafir Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan. Hamnah berada di barisan belakang bersama 13 orang wanita lainnya. Tugas mereka adalah memberi minum pasukan kaum Muslimin yang sedang kehausan dan mengobati luka para anggota pasukan. Tidak beberapa lama, perangpun mulai berkecamuk, korban mulai berjatuhan dari kedua pasukan. Seorang sahabat bernama Mu’awiyah bin Ubaidullah bin Abi Ahmad bin Jahsy mengatakan,”Saya melihat dengan kedua mata saya Hamnah binti Jahsy memberikan air minum pada orang-orang yang kehausan dan mengobati anggota pasukan yang terluka.
Perang Uhud tidak sama seperti perang Badar yang memberi kemenangan bagi kaum Muslimin, sebaliknya justru mengalami kekalahan. Kekalahan ini disebabkan ketidakpatuhan sebagian kaum Muslimin terhadap perintah Rasulullah saw. Setelah perang berakhir, kembalilah Rasulullah bersama pasukan kaum Muslimin ke Madinah. Sesampainya di Madinah, para wanita dan keluarga dari pasukan kaum Muslimin mendatangi Rasulullah untuk menanyakan kabar sanak keluarga mereka yang ikut berperang, termasuk Hamnah. Ketika tiba giliran Hamnah, Rasulullah berkata,”Wahai Hamnah, harapkanlah pahala bagi saudaramu, Abdullah bin Jahsy.” ”Innalillahi wa innailaihi rooji’un. Semoga Allah merahmatinya dan mengampuni dosanya,” ucap Hamnah beristirja’. Abdullah ditemukan dalam kondisi tubuh terpotong-potong.
Tak lama, Rasulullah berkata kembali,”Wahai Hamnah, harapkanlah bagi pamanmu Hamzah bin ’Abdil Muthalib.” Kembali Hamnah beristirja’. Sama seperti Abdullah, Hamzah ditemukan dengan tubuh tercabik-cabik. Lalu Rasullah kembali berkata kepada Hamnah,”Wahai Hamnah, harapkanlah pahala bagi suamimu Mush’ab bin Umair.” Kali ini Hamnah tidak bisa menahan kepedihan hatinya. Mush’ab bin Umair ditemukan dalam kondisi kedua tangannya terpotong karena mempertahankan panji kaum Muslimin.
Setelah semua berita duka itu, Rasulullah tetap mendapati Hamnah sebagai orang yang tabah dan sabar. Keimanan Hamnah-lah yang mampu membuatnya bertahan. Ia yakin bahwa anggota tubuh saudara, paman, dan suaminyalah yang akan menjadi saksi di hadapan Allah kelak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: