TANDANG………. !!! NYANDANG KAHAYANG

HADITS DHAIF YANG TERSEBAR SEPUTAR BULAN RAMADHAN (1)

Ahlan wasahlan yaa ramadhan …..

Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menetapkan sunnah Nabi secara adil,
(untuk) memusnahkan penyimpangan orang-orang sesat dari sunnah, dan
mematahkan ta’wilan para pendusta dari sunnah dan menyingkap kepalsuan
para pemalsu sunnah.

Sejak bertahun-tahun sunnah telah tercampur dengan hadits-hadits yang
dhaif, dusta, diada-adakan atau lainnya. Hal ini telah diterangkan oleh
para imam terdahulu dan ulama salaf dengan penjelasan dan keterangan
yang sempurna.

Orang yang melihat dunia para penulis dan para pemberi nasehat akan
melihat bahwa mereka -kecuali yang diberi rahmat oleh Allah- tidak
memperdulikan masalah yang mulia ini walau sedikit perhatianpun walaupun
banyak sumber ilmu yang memuat keterangan shahih dan menyingkap yang
bathil.

Maksud kami bukan membahas dengan detail masalah ini, serta pengaruh
yang akan terjadi pada ilmu dan manusia, tapi akan kita cukupkan
sebagian contoh yang baru masuk dan masyhur dikalangan manusia dengan
sangat masyhurnya, hingga tidaklah engkau membaca makalah atau mendengar
nasehat kecuali hadits-hadits ini -sangat disesalkan- menduduki
kedudukan tinggi. (Ini semua) sebagai pengamalan hadits : “Sampaikanlah
dariku walaupun satu ayat …” [Riwayat Bukhari 6/361], dan sabda beliau
: “Agama itu nasehat” [Riwayat Muslim no. 55]

Maka kami katakan wabillahi taufik :

Sesungguhnya hadits-hadits yang tersebar di masyarakat banyak sekali,
hingga mereka hampir tidak pernah menyebutkan hadits shahih -walau
banyak-yang bisa menghentikan mereka dari menyebut hadits dhaif.

Semoga Allah merahmati Al-Imam Abdullah bin Mubarak yang mengatakan :
“(Menyebutkan) hadits shahih itu menyibukkan (diri) dari yang dhaifnya”.

Jadikanlah Imam ini sebagai suri tauladan kita, jadikanlah ilmu shahih
yang telah tersaring sebagai jalan (hidup kita).

Dan (yang termasuk) dari hadits-hadits yang tersebar digunakan (sebagai
dalil) di kalangan manusia di bulan Ramadhan, diantaranya.

Pertama.

“Artinya : Kalaulah seandainya kaum muslimin tahu apa yang ada di dalam
Ramadhan, niscaya umatku akan berangan-angan agar satu tahun Ramadhan
seluruhnya. Sesungguhnya surga dihiasi untuk Ramadhan dari awal tahun
kepada tahun berikutnya ….” Hingga akhir hadits ini.

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (no.886) dan Ibnul Jauzi di
dalam Kitabul Maudhuat (2/188-189) dan Abu Ya’la di dalam Musnad-nya
sebagaimana pada Al-Muthalibul ‘Aaliyah (Bab/A-B/tulisan tangan) dari
jalan Jabir bin Burdah dari Abu Mas’ud al-Ghifari.

Hadits ini maudhu’ (palsu), penyakitnya pada Jabir bin Ayyub,
biografinya ada pada Ibnu Hajar di dalam Lisanul Mizan (2/101) dan
beliau berkata : “Mashur dengan kelemahannya” . Juga dinukilkan perkataan
Abu Nua’im, ” Dia suka memalsukan hadits”, dan dari Bukhari, berkata,
“Mungkarul hadits” dan dari An-Nasa’i, “Matruk” (ditinggalkan)
haditsnya”.

Ibnul Jauzi menghukumi hadits ini sebagai hadits palsu, dan Ibnu
Khuzaimah berkata serta meriwayatkannya, “Jika haditsnya shahih, karena
dalam hatiku ada keraguan pada Jarir bin Ayyub Al-Bajali”.

Kedua.

“Artinya :Wahai manusia, sungguh bulan yang agung telah datang
(menaungi) kalian, bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang
lebih baik dari seribu bulan, Allah menjadikan puasa (pada bulan itu)
sebagai satu kewajiban dan menjadikan shalat malamnya sebagai amalan
sunnah. Barangsiapa yang mendekatkan diri pada bulan tersebut dengan
(mengharapkan) suatu kebaikan, maka sama (nilainya) dengan menunaikan
perkara yang wajib pada bulan yang lain …. Inilah bulan yang awalnya
adalah rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah merupakan
pembebasan dari api neraka ….” sampai selesai.

Hadits ini juga panjang, kami cukupkan dengan membawakan perkataan ulama
yang paling masyhur. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (1887)
dan Al-Muhamili di dalam Amalinya (293) dan Al-Asbahani dalam At-Targhib
(q/178, b/tulisan tangan) dari jalan Ali bin Zaid Jad’an dari Sa’id bin
Al-Musayyib dari Salman.

Hadits ini sanadnya Dhaif, karena lemahnya Ali bin Zaid, berkata Ibnu
Sa’ad, Di dalamnya ada kelemahan dan jangang berhujjah dengannya,
berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Tidak kuat, berkata Ibnu Ma’in. Dha’if
berkata Ibnu Abi Khaitsamah, Lemah di segala penjuru, dan berkata Ibnu
Khuzaimah, Jangan berhujjah dengan hadits ini, karena jelek hafalannya.
Demikian di dalam Tahdzibut Tahdzib [7/322-323].

Dan Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkan hadits ini, Jika benar
kabarnya. berkata Ibnu Hajar di dalam Al-Athraf, Sumbernya pada Ali bin
Zaid bin Jad’an, dan dia lemah, sebagaimana hal ini dinukilkan oleh Imam
As-Suyuthi di dalam Jami’ul Jawami (no. 23714 -tertib urutannya).

Dan Ibnu Abi Hatim menukilkan dari bapaknya di dalam Illalul Hadits
(I/249), hadits yang Mungkar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: