TANDANG………. !!! NYANDANG KAHAYANG

Mukjizat Ilmiah………..

  Banyak sekali yang di sabdakan Rasulullah SAW yang menjadi bahan kajian Ilmiah, baik di kaji oleh Muslim maupun non Muslim.

Dan banyak pula yang sudah terkuak berbagai misteri sabda Rasulullah SAW dan menjadi acuan umat manusia di seantero belahan Bumi ini. Baik mari kita lihat sebagian kecil yang telah di ungkap oleh para ahli dan memang terbukti bahwa sabda Rasulullah itu merupakan ucapan ilmiah yang waktu itu adalah merupakan pedoman prilaku yang wajib mesti di ikuti.

Rasulullah SAW bersabda, “Tutuplah belanga (tempat makanan) dan tempayan (tempat air) sebab dalam setahun itu ada suatu malam di mana penyakit (wabah) akan turun. Tidaklah ia melewati belanga atau tempayan yang tidak ditutup melainkan turun padanya penyakit (wabah) tersebut.” (HR.Muslim)

Bukti Ilmiah

Kedokteran modern telah menetapkan bahwa Nabi SAW adalah peletak pertama konsep menjaga kesehatan sebagai antisipasi atas berjangkitnya wabah dan penyakit menular.

Ternyata telah terbukti bahwa memang penyakit-penyakit menular itu
beraktifitas pada musim-musim tertentu dalam setahun. Bahkan, sebagiannya muncul setiap mencapai jumlah tertentu dalam beberapa tahun dan sesuai dengan sistem kerja yang demikian detail sehingga hingga kini belum diketahui apa penyebabnya.

Di antara contohnya adalah masalah kesuburan dan kelumpuhan pada anak yang banyak terjadi pada bulan September dan Oktober. Tifus banyak terjadi pada musim panas, kolera terjadi setiap tujuh tahun sekali dan gondok setiap tiga tahun sekali.

Hal ini merupakan penafsiran dari mukjizat ilmiah dalam ucapan Rasulullah
SAW, “Dalam setahun itu ada suatu malam di mana penyakit (wabah) akan
turun,” yakni wabah-wabah musiman yang memiliki waktu-waktu tertentu.

Demikian pula, Rasulullah SAW telah menyiratkan akan cara paling penting
dalam menghindari penyakit (tindakan preventif) dalam sabdanya yang lain,
“Hindarilah debu sebab di dalamnya terdapat bakteri.”

Di antara hakikat ilmiah yang belum dikenal kecuali setelah ditemukannya
alat pembesar ‘mikroskop’ menyatakan bahwa sebagian penyakit menular
berpindah melalui hujan ringan (rintik-rintik), tepatnya melalui udara yang
terkontaminasi oleh debu sebagaimana bunyi hadits tersebut yang menggunakan lafazh “adz-Dzarr” (debu). Bakteri selalu terkait dengan butiran-butiran debu ketika ia dibawa oleh angin dan melalui proses itu sampailah ia dari si sakit kepada orang yang sehat.

Penamaan ‘bakteri’ (mikroba) yang dalam bahasa Arabnya (dalam teks hadits) menggunakan kata “Nasamah” merupakan penamaan yang sangat tepat. Hal ini telah dijelaskan seorang ahli bahasa bernama Fairuz Abady di dalam kamus “al-Muhiith” bahwa ia (kata Nasamah) diucapkan terhadap hewan paling kecil.

Tentunya, tidak asing lagi bahwa bakteri memiliki sifat gerak dan hidup.

Adapun penamaan bakteri (Mikruub) di dalam tata bahasa Arab dengan kata “Jurtsuum” adalah penamaan yang tidak tepat dengan namanya sebab bila dikatakan “Jurtsuumatu kulli syai`in” artinya asalnya (segala sesuatu); maka termasuk juga serbuk kayu.

Di sinilah letak mukjizat kedokteran yang dibawa Rasulullah SAW.  Untuk itu, marilah sebagai Muslim….walau tanpa fakta Ilmiah, kita laksanakan apa yang menjadi sabda Rasulullah SAW itu tanpa ragu-ragu dan sepenuh hati kita kerjakan semata-mata hanyalah sebagai ibadah yang tidak ada keraguan sedkitpun di hati kita. Karena kita yakin bahwa apa yang di sabdakan Rasulullah SAW itu selalu benar adanya………

Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: