TANDANG………. !!! NYANDANG KAHAYANG

APA ITU MALU DAN MINDER….

 

Rasulullah saw bersabda :” sesungguhnya diantara perkataan nubuwwah pertama adalah perkataan :” Wahai ibnu adam, bila engkau tak memiliki rasa malu, maka perbuatlah apa yang kalian kehendaki .”

 

Ketahuilah, sesungguhnya sikap al-haya (malu) pada manusia itu ada dalam tiga hal : pertama, haya ’uhu minallah (malu kepada Allah ). Kedua, haya ’uhu minannas(malu kepada manusia) dan ketiga, haya ‘uhu minafsihi(malu kepada diri sendiri ).

 

Pertama, malu kepada Allah  , terwujud lewat sikap menjalani perintah Allah menahan diri dari larangan-larangan-Nya.Ibnu mas’ud meriwayatkan bahwa rasulullah SAW, pernah berkata kepada para sahabatnya:“Malulah kalian kepada Allah dengan sebenar–benarnya sikap malu”. Para sahabat bertanya :”Bagai mana kami malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya wahai Rasulullah ?” Rasulullah menjawab :” Barangsiapa yang memelihara kepalanya dan kandunganya, barang siapa yang memelihara perut dan isinya, meninggalkan perhiasan hidup dunia , mengingat mati dan musibah (hari kiamat ), maka sesungguhnya ia telah malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya .”

Diriwayatkan pula bahwa ‘Alqamah bin ‘Ulatsah berkata :”Ya Rasulullah, nasihatilah aku .’ Rasul bersabda:”Malulah anda kepada Allah, sebagaimana rasa malumu bila menghadapi orang yang di segani diantara kaummu .

 

Kedua ,malu kepada manusia, dilakukan dengan menahan diri dari menyakiti orang lain serta menjauhkan diri dari sikap terang–terangan melakukan kesalahan didepan umum .Diriwayatkan bahwa Rasulullh Saw bersabda  :‘’Termasuk takut kepada Allah adalah takut terhadap manusia (dari berbuat dosa ).

Suatu ketika, Hudzaifah bin al-Yaman terlambat mendatangi masjid pada hari Jum’at .Beliau menyaksikan orang-orang telah selesai melakukan shalat dan bergerombol keluar dari masjid. Hudzaifah segera menyingkir dan menjauhkan diri dari jalan yang dilewati mereka . Ucapnya :”Tak ada kebaikan orang yang tidak memiliki rasa malu kepada manusia .”

Rasulullah Saw ,bersabda :’Barang siapa yang melepaskan tirai malunya, maka tak ada lagi istilah ghibah terhadapnya .”

 

Adapun malu kepada diri sendiri, terealisir dengan sikap ‘iffah ( memelihara diri ) dan merahasiakan keta’atan dengan berkhalwat ( menyendiri beribadah kepada Allah).

Sebagian ahli hikmah mengatakan:”Jadikanlah rasa malumu pada dirimu sendiri seperti rasa malumu kepada orang lain.“ Ada pula sebagian ulama mengatakan:“Barang siapa yang melakukan suatu pekerjaan di mana ia malu mengerjakannya di hadapan orang lain ,berarti ia tak memiliki harga dirinya .”

 

Seseorang yang dapat menyempurnakan tiga bentuk rasa malu rasa malu di atas ,berarti telah sempurna padanya sebab –sebab yang akan mengantarkan pada kebaikan.Dan tertutupnya sebab-sebab yang menjerumuskanya pada keburukan.

Wallahu alam bish-shawab

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: