TANDANG………. !!! NYANDANG KAHAYANG

NYERI LUTUT………

Knee1Nyeri lutut termasuk salah satu keluhan yang sering membawa seseorang pergi ke dokter, di mana kejadiannya semakin meningkat bersamaan dengan meningkatnya aktivitas dan kesadaran akan pentingnya berolah raga. Olah raga memang telah terbukti merupakan komponen penting untuk mencapai kesehatan, tetapi jika tidak dilakukan dengan benar justru akan menimbulkan keluhan, salah satunya adalah nyeri lutut.

Ada berapa jenis nyeri lutut?

Ada 2 jenis nyeri lutut, yaitu akut dan kronis.

Nyeri lutut akut

Nyeri lutut akut adalah nyeri lutut yang timbul tiba-tiba (beberapa saat sampai beberapa hari yang lalu), biasanya terjadi setelah melakukan aktivitas yang berat seperti loncat, lari , atau setelah mendapat trauma misalnya cedera olah raga dan kecelakaan lalu lintas. Sumber dari rasa nyeri pada lutut akut bisa berasal  gangguan struktur anatomi lutut, yaitu ; tulang, tulang rawan, ligamen, otot, tendo, bantalan otot dan bantalan sendi.

Apa yang harus dilakukan setelah cedera lutut?

Jika timbul nyeri lutut akut, yang harus dilakukan adalah beristirahat, terutama jika sedang melakukan olah raga. Setelah itu kompres bagian yang nyeri dengan es selama 15-20 menit, kemudian balut dengan menggunakan elastis perban, dan posisi lutut ditinggikan dengan cara mengganjal pergelangan kaki yang cedera dengan bantal pada posisi barbaring. Untuk sementara lutut yang cedera tidak digunakan untuk menyangga berat badan (berdiri). Disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter, karena bisa saja nyeri disebabkan gangguan yang serius seperti patah tulang, tergesernya hubungan antar tulang, robek ligamen, robek tendo atau robek meniscus. Nyeri lutut akut yang tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan gangguan fungsi lutut di kemudian hari, bahkan dapat menimbulkan kecacatan.

Nyeri lutut kronis

Nyeri lutut kronis adalah nyeri lutut yang dirasakan  sudah lama (lebih 2 minggu). Sifat nyeri biasanya ngilu dan pegal pada lutut, dan timbul terutama setelah berjalan agak jauh atau banyak berdiri. Nyeri lutut kronis yang paling sering terjadi adalah disebabkan oleh osteoarthritis (pengapuran sendi), bursitis (radang bantalan sendi), tendinitis (radang ujung otot), atau kasus lebih jarang seperti rematoid arthritis dan gout. Osteoarthritis adalah penyebab tersering nyeri sendi pada usia di atas 50 tahun, dan merupakan penyakit degenerasi/ penuaan sendi yang menyerang struktur tulang rawan sendi. Pada pemeriksaan ronsen tampak tonjolan pada ujung tulang yang disebut “spur” atau “pengapuran”. Sendi yang terkena biasanya sendi yang berfungsi menumpu berat badan, yaitu  lutut dan pergelangan kaki. Penyebab osteoarthritis ada dua yaitu primer dan sekunder. Osteoarthritis primer tidak diketahui penyebabnya dengan pasti, kemungkinan besar adalah faktor keturunan dan faktor usia. Sedangkan Osteoarthritis sekunder disebabkan oleh cedera lutut yang terjadi di waktu silam, misalnya cedera lutut saat bermain sepak bola, basket, atau karena beban sendi yang berlebihan misalnya pada orang dengan berat badan berlebihan. Akibatnya stabilitas sendi lutut akan terganggu sehingga memicu terjadinya osteoarthritis.

Apa akibatnya jika nyeri lutut tidak ditangani dengan sempurna?

Nyeri lutut dapat menghambat aktivitas penderita, lambat laun dapat terjadi kelemahan otot di sekitar lutut, yang akhirnya dapat terjadi pengecilan otot dan perubahan bentuk sendi lutut. Jika tidak ditangani dengan tepat, lambat laun dapat terjadi kekakuan sendi, sehingga penderita kesulitan untuk berdiri, berjalan dan selalu merasakan nyeri.

Bagaimana penanganan nyeri lutut kronis?

Dokter harus menegakkan diagnosa nyeri lutut pasien dengan tepat, sehingga dapat diberikan penanganan yang sesuai. 

Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam penanganan nyeri lutut kronis, yaitu ;

Mengenali dan mengatasi kondisi yang dapat meningkatkan beban sendi lutut, seperti berat badan yang berlebihan, aktivitas yang salah  atau berlebihan seperti banyak berlutut, lompat, naik turun tangga, gerakan lutut  terpuntir, atau penggunaan alas kaki yang tidak tepat. Upaya tersebut dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan pasien, sehingga pasien termotivasi untuk bekerja sama dengan dokter dalam upaya mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi.

Mempertahankan stabilitas lutut melalui latihan penguatan otot sekitar sendi lutut, dan mengurangi beban pada sendi lutut. Latihan secara umum bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot paha bagian depan, meningkatkan fungsi sendi, dan mencegah kekakuan otot paha bagian belakang. Latihan sebaiknya dilakukan tanpa membebani lutut, yaitu dengan cara duduk, berbaring, sepeda atau di dalam air.

Mengatasi nyeri dengan menggunakan obat penghilang nyeri dan bengkak, tetapi mengingat efek samping yang merugikan seperti nyeri ulu hati, maka penggunaan obat anti nyeri harus di bawah pengawasan dokter. Sebagai pengganti obat dapat digunakan modalitas terapi listrik untuk mengurangi nyeri, yaitu TENS (transcutaneus electro nerve stimulation) atau penggunaan modalitas terapi panas seperti MWD (Microwave Diathermy) atau USD (Ultrasound Diathermy).

Iklan

2 Komentar

  1. Ingin sharing sedikit untuk terapi alternatif nyeri lutut.

    Nyeri Lutut Hingga Kaki Berkurang Dalam Sekejap Dengan 1x Terapi Energi Quantum
    http://pengobatanquantum.blogspot.com/2010/09/nyeri-lutut-hingga-kaki-berkurang-dalam.html

    • Team_Bulls

      Terima Kasih kunjungannya….
      Mari buat yang membutuhkan pengobatan silakan kunjungi alamat di atas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: