TANDANG………. !!! NYANDANG KAHAYANG

Karyawan Demo Tolak RUU Ketenaga Listrikan….

demo_listrikJakarta: Ratusan karyawan Perusahaan Listrik Negara atau PLN sejak Selasa (8/9) pagi memadati pintu gerbang utama gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Senayan, Jakarta. Kedatangan ratusan pekerja tersebut untuk berunjuk rasa menolak pengesahan rancangan undang-undang (RUU) Ketenagalistrikan. Rencananya, RUU itu akan diajukan ke rapat paripurna DPR.

Unjuk rasa itu juga didukung oleh massa dari Hizbut Tahrir Indonesia. Kemarin, karyawan PLN juga berdemo untuk persoalan yang sama. RUU ketenagalistrikan tersebut memberikan keleluasaan kepada daerah untuk mengelola kelistrikan di daerah masing-masing. Pemerintah daerah akan mengajak pihak swasta, baik lokal maupun asing untuk mengembangkan sarana, jaringan, serta teknologi untuk penyediaan listrik. Ujung-ujungnya, harga listrik bisa lebih mahal dari sekarang karena tidak ada subsidi lagi.

Salah satu pasal yang menjadi pertentangan adalah pasal 13 soal perizinan. Pada pasal tersebut disebutkan bahwa, usaha penyediaan tenaga listrik dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD, swasta dan swadaya masyarakat setelah mendapat izin usaha.

Para penentang pendemo juga menganggap jika RUU tersebut tidak jauh beda dengan undang-undang sebelumnya pada 2002, yang membuka peluang kepada swasta. UU tersebut telah dibatalkan oleh mahkamah konstitusi dua tahun kemudian karena bertentangan dengan Undang-undang Dasar 1945.

Sumber : 

08/09/2009 14:26

Liputan6.com

———————————————————

Ribuan karyawan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) se-Indonesia, Selasa (8/9), berunjuk rasa menolak pengesahaan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagalistrikan di depan Gedung MPR/DPR Jakarta. Kemarin mereka juga melakukan unjuk rasa serupa.

Para pengunjuk rasa menilai RUU tersebut dapat menyebabkan terpisahnya usaha ketenagalistrikan, sehingga BUMN akan terpuruk. Semula, para karyawan PLN telah menggagalkan RUU tersebut melalui putusan Mahkamah Konstitusi pada 15 Desember 2004.

Saat itu Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa undang-undang yang mengatur ketenagalistrikan kembali ke undang-undang yang lama. Akibat unjuk rasa ini sejumlah ruas Jalan Gatot Subroto dari Kuningan menuju Cawang sempat macet sepanjang delapan kilometer.

Sumber :

Headline News / Metropolitan / Selasa, 8 September 2009 13:11 WIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: