TANDANG………. !!! NYANDANG KAHAYANG

Laki-laki juga Bisa Menangis …….

Wanita tidak biasa melihat laki-laki menangis, teman saya Ima adalah sebuah contoh yang tipikal. Suatu ketika, dia dan kekasihnya ribut mau berpisah, namun, tak disangka saat itu juga kekasihnya menangis di tempat. Begitu melihat tangisannya, dia menjadi iba, meskipun keduanya berbaikan, namun, di dalam hatinya tetap meninggalkan sebuah kesan yang “jelek”, yaitu kekasihnya “cengeng”, padahal dirinya tidak suka dengan laki-laki tipe begitu.

Belakangan ketika ia mengikuti upacara pemakaman kakek kekasihnya, ia dibuat heran. Sejak kecil kekasihnya tinggal bersama kakek, kasih sayang antara kakek dan cucu sangat dalam. Namun, justru dalam suasana seperti itu, dari awal hingga akhir pemakaman, kekasihnya tidak menitikkan air mata setetes pun, bahkan tampak tegar, sehingga membuatnya bingung.

Setelah pemakaman selesai, tak tahan ia bertanya, “Mengapa kamu tidak menangis? Apa kamu tidak merasa sedih?” Kekasihnya menjawab, “Saya sangat sedih, hanya saja laki-laki tidak gampang meneteskan air mata, kami laki-laki sudah terbiasa menyimpan air mata dalam hati.” Ima mengernyitkan dahinya sambil menyanggah, “Tapi kenapa kamu menangis ketika beberapa hari yang lalu kita ribut mau berpisah?”

Dengan raut wajah tegas sang kekasih mengatakan, “Karena kamu, saya baru berani menitikkan air mata. Kelemahan saya hanya diperlihatkan padamu seorang.” Ima merasa sangat terharu setelah mendengar penuturan kekasihnya. Ternyata laki-laki juga bisa menitikkan air mata pada saat tertentu, mereka ingin mencari sebuah lengan penampung yang lembut. Sebaliknya wanita justru hanya bisa meremehkan laki-laki yang suka menangis, sehingga membuat mereka tidak berani dan juga tidak boleh menangis.

Laki-laki hanya menangis dan memperlihatkan kelemahannya di depanmu, itu menandakan dia percaya padamu, dan dia yakin bahwa di depanmu, dia bisa mewujudkan dirinya yang sebenarnya, tidak takut ditertawakan olehmu. Dengan wajah berseri-seri Ima berkata kepadaku. “Saya pikir, lain kali, jika kekasih saya menangis di depanku, saya akan belajar memberinya sebuah pelukan yang damai di hati.” (erabaru.net)*

1 Komentar

  1. he…he…he….
    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: