TANDANG………. !!! NYANDANG KAHAYANG

MENGATUR GIZI SAAT PUASA………..

Sebentar lagi Ramadhan tiba, ini ada tips dari Dr Ernawati Sinaga MS Apt

love2.psdRasa lemas di saat puasa merupakan suatu hal yang wajar, asal tidak berlebihan. Namun jika Anda sampai merasakan pusing yang amat sangat, pandangan gelap dan berkunang-kunang, memang harus diwaspadai. Tindakan Anda memeriksakan diri ke dokter, bahkan sampai melakukan general check up ke Jakarta sangat saya hargai. Hasilnya baik, alhamdulillah. Namun menurut hemat saya, ada baiknya Anda berdiskusi lebih intensif dengan dokter untuk mencoba menganalisis kemungkinan-kemungkinan yang dapat menjadi penyebab keluhan Anda tersebut.

Mudah-mudahan tidak ada gangguan kesehatan yang berarti, namun mengetahui penyakit (jika ada) lebih dini sangat mempermudah upaya penyembuhannya.

Salah satu kemungkinan yang dapat menjadi penyebab keluhan seperti yang Anda rasakan adalah turunnya kadar gula darah. Gula darah adalah sumber energi utama bagi tubuh. Jika sel-sel tubuh Anda kekurangan energi, Anda akan merasa lemas. Untuk sel-sel otak, gula bahkan merupakan satu-satunya sumber energi.

Kekurangan gula darah dapat menyebabkan gangguan pada kerja sel-sel otak. Salah satu manifestasinya adalah pusing, sempoyongan dan pandangan berkunang-kunang. Turunnya kadar gula darah dapat disebabkan oleh gangguan metabolisme karbohidrat, atau dapat pula disebabkan pola makan yang kurang baik. Untuk mengetahui apakah ada gangguan metabolisme dalam tubuh, Anda harus berkonsultasi ke dokter. Dokter akan menyarankan beberapa pemeriksaan laboratorium yang mungkin belum tercover dalam general check up.

Pola makan yang tidak tepat, terutama di saat berpuasa dapat pula menyebabkan kadar gula darah tidak stabil. Untuk itu saya ingin berbagi sedikit pengetahuan tentang metabolisme zat-zat gizi, terutama dalam kaitannya sebagai sumber energi. Siapa tahu dengan pengetahuan ini Anda dapat melihat hal-hal yang masih dapat diperbaiki dari pola makan Anda, sehingga dapat memperbaiki kondisi Anda. Ini juga sekali gus untuk menjawab pertanyaan Anda tentang asupan zat-zat gizi (protein, karbohidrat dan lemak) di saat puasa.

Kebutuhan gizi saat berpuasa atau tidak berpuasa sebenarnya kurang lebih sama, yaitu protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral dalam jumlah yang seimbang. Namun saat berpuasa ada masa dimana tubuh tidak mendapat asupan zat gizi dalam rentang waktu cukup panjang, yaitu sekitar 14 jam. Agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik, sel-sel tubuh harus mendapat gizi dan energi dalam jumlah cukup setiap saat.

Oleh sebab itu kita harus mengatur agar ketika tubuh tidak memperoleh asupan zat gizi, yaitu ketika puasa di siang hari, energi yang dibutuhkan tetap tersedia dalam jumlah memadai. Energi ini berasal dari “bahan makanan sumber energi” yang terdapat dalam makanan, yaitu karbohidrat, lemak dan protein. Sedangkan vitamin dan mineral berguna membantu proses pembentukan energi dari bahan-bahan tersebut.

Walaupun sama-sama merupakan bahan makanan sumber energi, karbohidrat, lemak dan protein berbeda sifatnya. Karbohidrat, terutama dalam bentuk gula, sangat cepat diproses oleh sel-sel tubuh menjadi energi. Dengan demikian gula dapat dikatakan merupakan energi instan. Kelebihan gula baru akan disimpan sebagai cadangan.

Sebaliknya lemak dan protein memerlukan waktu yang lebih lama untuk diproses menjadi energi. Sehingga lemak dan protein kurang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan energi instan. Kedua zat gizi ini lebih banyak berperan sebagai cadangan energi.

Perbedaan sifat bahan-bahan sumber energi ini memang sudah diatur oleh Allah SWT agar dapat kita manfaatkan untuk kepentingan kita. Dikala kita perlu energi instan, segeralah konsumsi gula dalam bentuk makanan yang manis-manis, Itu sebabnya kita disarankan berbuka puasa dengan makanan yang manis-manis, agar energi yang terkuras saat berpuasa di siang hari segera terganti dengan energi yang berasal dari gula. Kurma, aneka kolak dan sirup adalah contoh panganan yang cocok untuk keperluan ini.

Setelah satu jam atau lebih baru kita cukupkan dengan makan malam yang lengkap. Sebaliknya, makan sahur adalah saat untuk mempersiapkan cadangan energi. Pada saat ini, asupan protein sebaiknya diperbanyak, agar dapat disimpan sebagai cadangan yang akan diubah secara bertahap menjadi energi sepanjang siang hari kita berpuasa. Ikan, daging, ayam, telur dan susu adalah sumber protein yang baik. Dengan demikian tubuh akan tetap terpenuhi kebutuhan energinya, walaupun tidak makan dalam rentang waktu yang cukup panjang.

Banyak orang yang kurang tepat mengatur pola makannya di saat puasa, Makan sebanyak-banyaknya di saat berbuka dan sekedarnya di waktu sahur. Padahal yang baik adalah, makan secara bertahap di waktu berbuka dan makan dalam jumlah yang cukup di saat sahur.

Pengaturan komposisi zat-zat gizi juga kurang diperhatikan. Yang baik adalah tetap makan dengan gizi seimbang, dengan lebih banyak makan karbohidrat (gula) di saat berbuka untuk mendapatkan energi instan, dan lebih banyak protein di saat sahur untuk disimpan sebagai cadangan energi. Makan buah dan sayuran mutlak perlu untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.

Bagaimana dengan makanan berlemak ? Boleh-boleh saja kita konsumsi baik saat berbuka, sahur maupun diantaranya, asal tidak berlebihan. Walaupun tinggi kalorinya, lemak relatif lebih sukar dicerna, oleh sebab itu sebaiknya dikonsumsi di saat sahur. Pada saat berbuka sebaiknya kurangi konsumsi lemak, sebab dapat menyebabkan gangguan pada lambung terutama karena meningkatnya produksi asam lambung. Demikian yang dapat saya sampaikan, mudah-mudahan bermanfaat. Salam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: