TANDANG………. !!! NYANDANG KAHAYANG

Definisi Seorang Pelacur

Siapakah seorang pelacur?
Bicara tentang perempuan sebagai pelacur berarti bicara tentang relasi seksual antara perempuan dan laki-laki. Selama ini masyarakat kerap menggelari pelacur terhadap perempuan yang melakukan pekerjaan seks secara komersial. Namun mari kita lihat hakikat relasi seksual yang terjadi pada konteks pelacuran sendiri.
Relasi seksual yang terjadi antara perempuan dan laki-laki dalam konteks pelacuran secara garis besar dapat kita lihat sebagai berikut:

Defenisi cantik bagi perempuan saja ditentukan oleh laki-laki. Lihat saja iklan-iklan televisi kita! Semuanya mengajarkan bagaimana perempuan yang cantik (menurut laki-laki). Bahwa cantik haruslah berkulit putih, bertubuh langsing dan berambut panjang kemilau. Seolah menjadi dosa buat perempuan yang tidak memiliki kriteria seperti itu. Laki-laki seolah berhak untuk menyuruh perempuan memutihkan kulitnya, melangsingkan tubuhnya dan membiarkan rambutnya panjang tergerai, agar bisa diajak dinner, agar pacar lamanya bisa menyesal telah melepasnya dulu setelah sang perempuan kini menjadi lebih putih.. agar mendapat sertifikat ‘cantik’ (dari laki-laki)

Ketika laki-laki tidak mempedulikan apakah perempuan pasangannya sudah memperoleh kenikmatan seks yang sama dengan dirinya atau memandang sebelah mata perkataan ‘tidak’ dari perempuan pasangannya (ada anggapan umum yang salah namun diyakini secara luas bahwa jika perempuan bilang tidak, berarti dia sebenarnya ingin namun malu-malu kucing) maka laki-laki tersebut boleh jadi sudah memperlakukan pasangannya semata sebagai objek seks (baca pelacur).

Konsekuensi logisnya, setiap perempuan mungkin saja adalah seorang pelacur dengan satu atau lain cara Perbedaannya hanya adakah pilihannya menjadi pelacur itu diambil dengan sadar atau tidak.

Hak seksual adalah hak yang berhak diperoleh setiap individu, perempuan dan laki-laki. Hak ini termasuk hak untuk memperoleh kepuasan seks dari pasangan kita dan mengatakan ‘tidak’ bila kita memang sedang tidak ingin berhubungan seks. Keinginan untuk memuaskan pasangan (yang kerap hanya ada di kepala perempuan) dan menghargai perkataan ‘tidak’ sebagai tidak, harus dimiliki juga oleh laki-laki. Bila tidak, hati-hati, pasti ada sesuatu yang sangat salah pada relasi seksual tersebut..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: