TANDANG………. !!! NYANDANG KAHAYANG

Rahasia Bahagia Kaum Istri

Ada sebuah pertanyaan yang cukup penting saat Anda memutuskan untuk menikah, yaitu apakah Anda ingin menjadi seorang istri atau Anda ingin mempunyai suami? Coba renungkan beberapa saat, yang mana pilihan Anda?! Karena jawaban Anda membawa dampak yang cukup besar bagi kehidupan pernikahan Anda.

Anda sudah tahu jawaban Anda?
Jika Anda menjawab bahwa Anda ingin mempunyai suami, maka sebenarnya Anda dapat menikah dengan siapa saja. “Yang penting punya suami!”. Namun, kita menolak beberapa pria karena kita tidak merasa klik dengan mereka. Pernikahan sesungguhnya bukanlah sekedar untuk memiliki suami, namun tentang bagaimana kita, para wanita, menjadi seorang istri bagi suami kita, seorang istri yang baik.

Jika kita memiliki tujuan mulia itu, yaitu menjadi seorang istri yang baik, maka sudah dapat dipastikan bahwa kita akan menjadi istri yang berbahagia pula. Pasti! Kita akan bahagia ketika kita membuat orang lain (terutama pasangan kita) bahagia.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa kaum pria kuat (dan sekaligus lemah) di mata (visual), sedangkan wanita kuat (dan lemah juga) di mulut atau lidah, dalam artian apa saja yang kita ucapkan memiliki dampak yang kuat bagi pasangan kita.
Survei membuktikan bahwa kaum wanita berbicara jauh lebih banyak dibanding kaum pria setiap harinya. Namun, kini saatnya bagi kita kaum wanita untuk menyelidiki diri kita, apakah perkataan yang kita ucapkan itu sudah membangun atau justru malah melemahkan dan meruntuhkan semangat orang lain, terutama suami kita.

Hormatilah suami kita dengan kata-kata kita! Camkan bahwa pujian itu lama diingat oleh kaum pria. Bagi kaum pria penghargaan adalah hal utama, seperti perhatian bagi kaum wanita. Oleh karena itu, jika Anda ingin mendapat perhatian istimewa dari pasangan Anda, maka ucapkan hal-hal yang baik dan positif.

Jika muncul kondisi di mana kita tidak tahu apa yang harus kita katakan, maka diamlah….Terkadang justru karena terlalu banyak bicaralah masalah timbul. Wanita yang bijak tahu kapan harus diam, kapan harus bicara, kapan harus memuji, kapan harus mengkritik.

Dalam mengkritik pun, ada cara yang boleh dikata ‘aman’. Agar kaum pria/ suami dapat lebih mudah menerima kritik, maka awali pembicaraan dengan kata ‘aku merasa’. Contoh:
Yang salah: “Pa, kenapa kamu sering mengabaikanku?”

Yang benar: “Pa, akhir-akhir ini mama merasa kalau papa agak kurang perhatian sama mama. Mama tahu kalau papa sibuk. Hari ini papa pulang cepat ya, mama masakin makanan kesukaan papa. Mama kan kangen sama papa.”

Itu hanyalah salah satu contoh. Intinya, letakkan kritikan Anda di tengah-tengah perkataan-perkataan yang manis/ pujian. Hal itu dapat mencegah suami Anda dari rasa terancam terhadap kritikan Anda.

Sampaikan apa yang Anda rasakan dan pikirkan dengan cara yang benar dan waktu yang tepat. Perkataan se-benar apa pun tetap sulit diterima oleh kaum pria jika kita menyampaikannya dengan cara yang salah. Oleh karena itu, jagalah lidahmu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: