TANDANG………. !!! NYANDANG KAHAYANG

Babad Tanah Jawi……RADEN FATAH Penakluk MAJAPAHIT

Bagi masyarakat Hindu-Majapahit, tidak ada tokoh yang dibenci dan dicaci sedemikian hebatnya, selain Raden Fatah (Raden Patah) yang dituduh sebagai anak durhaka yang melawan orang tua dan menentang tradisi Hindu nenek moyangnnya, bahkan dituduh meruntuhkan kehebatan peradabannya sendiri di Kerajaan Majapahit yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Hindu. Raden Fatah dianggap bertanggung jawab bersama para Wali Songo mengubur peradaban Hindu-Jawa yang diangung-agungkan selama berabad-abad dan menggantikannya dengan tradisi dan peradaban Islam. Itulah sebabnya pribadi agung ini senantiasa difitnah dan didiskreditkan, bahkan segaja disamarkan sejarah hidupnya yang agung dan mulia, dituduh sebagai anak haram dan durhaka oleh mereka yang dendam terhadap keberhasilan proses Islamisasi tanah Jawa.

Sebenarnya Raden Fatah adalah anak dari Maha Raja Majapahit Brawijaya V. Menurut Babat Tanah Jawi, ibunya adalah seorang puteri yang berasal dari Cina yang sangat cantik dan menjadi istri dari Prabu Brawijaya V, sehingga menimbulkan kecemburuan Permaisuri Kerajaan yang berasal Cempa (Jeumpa) bernama Darwati (Dharawati). Ketika sedang hamil, putri Cina tersebut diusir dari Istana Majapahit atas permintaan Permaisuri, diberikan kepada Aria Damar di Kerajaan Palembang, dan Raden Patah lahir di Palembang. Namun cerita Babat ini perlu dikritisi kebenarannya.

Permaisuri Prabu Brawijaya V yang dikatakan berasal dari Cempa, bernama Darwati (Dharawati), sebenarnya adalah Puteri Jeumpa dan seorang Muslimah yang taat, seorang wanita pejuang dari Pasai yang dikirim oleh Maulana Malik Ibrahim dan para Wali di Pasai untuk memberikan jalan kepada dakwah Islamiyah di Kerajaan Majapahit. Wanita mulia ini rela berpisah dari sanak saudaranya dan berjuang di garda terdepan masyarakat Hindu-Majapahit, meninggalkan kepentingan pribadinya demi untuk pengembangan dakwah Islamiyah. Apakah wanita agung ini memiliki akhlak yang buruk dan perangai jahat sehingga rela mengusir saudaranya sendiri, apalagi Puteri Cina itu juga diketahui seorang Muslimah?

Disinilah kejanggalan cerita Babat Tanah Jawi yang ditulis oleh cendekiawan Jawa ini.Bahkan sudah masuk kepada dataran fitnah terhadap seorang Muslimah pejuang agung Puteri Jeumpa Darwati yang memang diketahui memberikan dukungan terhadap Islamisasi Majapahit dan perlindungan terhadap para pendakwah Islam dari Pasai yang menyebarkan Islam. Wanita agung ini adalah saudara ibunda Maulana Rahmatillah (Raden Rahmat/Sunan Ampel), beliaulah juga yang mengundang dan memberikan dukungan kepada Sunan Ampel ini berdakwah ke tanah Jawa. Putri Jeumpa Darwati adalah kerabat dan kader Kerajaan Islam Pasai yang ditugaskan untuk memberikan jalan kepada proses Islamisasi Majapahit, atau minimal mencegah ambisi Majapahit untuk menyerang Kerajaan Pasai. Tidak mungkin seorang Muslimah yang sudah mengedepankan kepentingan Islam akan berbuat keji seperti itu.

Itulah sebabnya, sejarah yang dikemukakan Babat Tanah Jawi, yang menjadi referensi utama masyarakat Jawa harus ditelaah ulang karena mengandung banyak sekali kejanggalan. Yang menjadi pertanyaan, kenapa dan bagaimana Raden Patah dapat menjadi murid utama dan menantu dari Sunan Ampel, darimanakah hubungan ini? Apakah ini terjadi dengan sendirinya dan apa hubungannya dengan grand strategi para Wali Pasai dalam menaklukkan Kerajaan Majapahit?

Jika memang benar puteri Cina yang tidak jelas identitasnya itu telah melahirkan Raden Patah, maka Permaisuri Darwati adalah diantara orang yang telah merancang kepergian puteri Cina ini dari Majapahit menuju Kerajaan Islam Palembang mitra dari Kerajaan Islam Pasai saat itu, karena disana sudah ada keponakannya Maulana Rahmatillah yang menjadi Ulama. Sebagaimana diketahui bahwa masyarakat Jawa sangat patuh kepada Rajanya yang mereka anggap titisan para Dewa. Untuk menaklukkan Majapahit secara totalitas, harus digerakkan oleh keturunan dari Maha Raja Majapahit sendiri. Itulah sebabnya sebelum lahir putra mahkota ini, diungsikan ke Kerajaan Islam dengan harapan akan lahir dan besar sebagai seorang Muslim. Maka Raden Patahpun lahir di Palembang dan menjadi seorang Muslim yang taat serta berguru kepada Maulana Rahmatillah (Sunan Ampel), dan menjadi murid setianya yang ikut ke Ampel Denta Surabaya.

Menurut sumber lain, Raden Patah sebenarnya memiliki hubungan dengan Sunan Ampel dan juga para Wali Songo, sehingga mendapat kedudukan yang mulia dan terhormat di kalangan mereka. Bahkan Raden Patah dijadikan menantu oleh Maulana Rahmatillah. Itulah sebabnya ada yang menghubungkan bahwa sebenarnya yang dikatakan sebagai Puteri Cina itu adalah Puteri Jeumpa (Campa) Darwati sendiri. Karena sejarah hidup Putri Darwati yang menjadi Permaisuri Majapahit tidak banyak ditulis di Jawa, termasuk di Babat Tanah Jawi. Kisah hidup dan perjuangannya menjadi misterius dan tidak dikenal luas oleh masyarakat Jawa. Itulah sebabnya kemudian ada ahli sejarah yang menghubungkan bahwa Puteri Cina itu adalah Puteri Darwati yang berasal dari Cempa (Jeumpa). Apalagi di banyak manuskrip Jawa, istilah Cempa sering diidentikkan dengan Cina.

Ketika kecil, Raden Patah juga dikenal dengan nama Pangeran Jin Bun, sebuah  nama Cina, yang kemudian mengelirukan banyak orang tentang asalnya dari Cina. Boleh saja nama ini adalah nama panggilan atau nama samaran untuk menghindar dari hasad orang-orang Majapahit yang percaya kepada ramalan bahwa Majapahit akan diruntuhkan oleh salah seorang keturunan Majapahit sendiri, sebagaimana disebutkan Babat Tanah Jawi.

Raden Patah mendapat pendidikan dari Maulana Rahmatillah dan para ulama di Kerajaan Islam Palembang sebelum beliau hijrah ke tanah Jawa. Ketika Maulana Rahmatillah sudah mendirikan pesantren di Ampel Denta Surabaya, Raden Patah ikut menyusul ke tanah Jawa dan tinggal di Ampel Denta berguru kepada Maulana Rahmatillah atau Sunan Ampel. Setelah memiliki pengetahuan yang memadai, Raden Patah diperintahkan gurunya untuk mengembangkan dakwah Islamiyah ke sebelah barat, kawasan hutan dan tanah subur yang bernama Bintara. Di daerah ini Raden Patah mendirikan pesantren dan mengajarkan Islam, banyak masyarakat yang memeluk Islam dan tinggal bersamanya sehingga Bintara menjadi ramai dan berkembang menjadi kota baru.

Babat Tanah Jawi menceritakan perkembangan Bintara: Prabu Brawijaya mendengar berita bahwa ada orang yang bertempat tinggal di hutan Bintara, terkenal di mana-mana tentang kebesaran pedukuhan dan kesaktiannya. Raja memanggil para menteri untuk menanyakan benar-tidaknya kabar itu. Adipati Terung memang benar adanya berita itu. Sang Prabu lalu memerintahkan untuk memanggilnya……Raden Patah segera berangkat ke Majapahit. Sang Prabu sangat gembira, jatuh hatinya kepada Raden Patah sebab rupanya sangat mirip sang Prabu. Lalu diakui sebagai putra, diangkat menjadi adipati Bintara, serta diberi abdi sepuluh ribu orang….. Lama-lama pedukuhan Bintara (Demak) menjadi semakin gemah-ripah (makmur-sejahtera).

Setelah memiliki pengikut yang banyak, maka sudah saatnya para Wali dan pengikutnya untuk mendirikan sebuah Kerajaan Islam di tanah Jawa sebagai pendukung gerakan dakwah Islamiyah dan sekaligus menjaga Islam dan pengikutnya dari gangguan Kerajaan Hindu, terutama Majapahit. Karena Bintara yang dipimpin Raden Patah telah berkembang pesat, maka para Wali memutuskan untuk mendirikan kerajaan Islam di Bintara, yang dinamakan dengan Kerajaan Islam Demak, sebagai Kerajaan Islam pertama di tanah Jawa dan mengangkat Raden Patah sebagai Sultan Kerajaan Islam Demak dengan gelar Sultan Alam Akbar Al-Fattah pada tahun 1481 M. Selanjutnya Kerajaan Islam Demak menjadi patron kepada Islamisasi di pusat kekuasaan Kerajaan Hindu terbesar dan termegah, Majapahit. Berdirinya Kerajaan Demak telah melemahkan Majapahit yang terpecah belah menjadi kerajaan-kerajaan kecil.

Tentang keruntuhan Majapahit, Babat Tanah Jawi dalam Runtuhnya Majapahit, menceritakan bagaimana proses runtuhnya kerajaan Hindu terbesar di tanah Jawa tersebut akibat dari penyerangan yang dilakukan oleh para Wali dan Sultan Demak. Diceritakan bahwa seluruh kaum muslimin dari penjuru Jawa telah berkumpul di Bintara-Demak dengan kekuatan yang sangat besar. Lalu mereka berangkat menuju pusat Kerajaan Majapahit. Semuanya lalu bersama berangkat ke Majapahit. Banyaknya barisan tak terhitung. Kota Majapahit dikepung. Orang Majapahit banyak takluk kepada adipati Bintara, tak ada yang berani menyambut perang…Dikisahkan selanjutnya Prabu Brawijaya meninggalkan istana dan Kerajaan Majapahit akhirnya takluk dan runtuh oleh Kerajaan Islam Demak.

Keruntuhan Majapahit oleh Kerajaan Islam Demak, telah mengakhiri kejayaan Kerajaan Hindu di tanah Jawa. Sejak saat itu pusat kekuasaan di tanah Jawa telah beralih dari Kerajaan Majapahit  ke Kerajaan Islam Demak. Islamisasi di tanah Jawa terus dijalankan oleh para Wali dan murid-muridnya yang mendirikan banyak pondok pesantren di seluruh tanah Jawa. Sejak berdirinya Kerajaan Islam Demak, maka telah berdiri pula kerajaan-kerajaan Islam lainnya di tanah Jawa yang berafialiasi ke Kerajaan Demak. Pada saat yang sama, hubungan antara Kerajaan Demak dengan Kerajaan Palembang, dan khususnya dengan Kerajaan Islam Pasai semakin erat. Karena para petinggi, khususnya para Sunan yang memegang kendali spiritual di Kerajaan Demak adalah anak dan cucu dari para petinggi dan ulama di Kerajaan Pasai.

Akhirnya memang tidak dapat dibantah bahwa Kerajaan Islam Pasai telah memiliki peran sentral dalam mengembangkan dakwah Islamiyah di Nusantara, terutama dalam melahirkan gerakan para Wali yang telah mendirikan Kerajaan Islam dan meruntuhkan dominasi Kerajaan Hindu-Majapahit. Maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Raden Patah adalah ujung tombak Kerajaan Islam Pasai melalui Wali Songo dalam meruntuhkan Kerajaan Hindu-Majapahit yang telah menyerang Pasai sebelumnya.

About these ads

21 Komentar

  1. nanang hermawan

    mau tanya, punya silsilah keluarga keturunan raden fatah tidak? terima kasih.

    • Team_Bulls

      Insya Allah nanti segara tayang…do’akan saja ya…

    • ramanda

      Iwan Mahmoed Al Fattah
      ARYA DILLAH AZMATKHAN/ARYA DAMAR- PENGUASA PALEMBANG YANG LEGENDARIS, SALAH SATU NASAB YANG JUGA DIRUSAK OLEH TANGAN-TANGAN JAHIL

      Tidak banyak yang tahu jika Arya Dillah ini adalah seorang Azmatkhan tulen…. Orang Palembangpun sampai sekarang masih kebingungan melacak nasab dari tokoh Palembang ini. Beberapa sejarawan Palembang bahkan sangat kebingungan melacak asal usul tokoh yang satu ini. Paling-paling yang diketahui dari sosok Ulama besar ini adalah bahwa Arya Dillah berasal dari Majapahit dan ayahnya adalah Brawijaya 5. Kepercayaan bahwa Arya Dillah keturunan majapahit tulen sampai sekarang sangat melekat kuat dimata sejarawan dan sebagian masyarakat Palembang. Masih banyak sampai sekarang orang yang mengambil sumber sejarah dari babad bali dan babad tanah jawa mengenai sejarah Arya Dillah dan juga Raden Fattah.

      Benarkah Arya Dillah asli keturunan Majapahit?

      Berdasarkan catatan lama As-Sayyid Bahruddin Azmatkhan & As-Sayyid Shohibul Faroji diketahui bahwa leluhur Arya Dillah adalah seorang Azmatkhan tulen!! Artinya Arya Dillah adalah seorang Sayyid atau Ahlul Bait Rasululllah SAW…

      Informasi Arya Dillah sebagai Azmatkhan baru dibuka oleh Pemilik KItab Nasab Al Mausuu’ah Li Ansaabi Al Imam Al Husaini sebulan yang lalu. Adanya data nasab bahwa Arya Dillah adalah seorang Sayyid membuktikan jika Palembang sudah lebih awal dimasuki oleh keluarga besar Azmatkhan. Fakta bahwa Arya Dillah adalah seorang Sayyid lagi-lagi menggugurkan keterangan sejarah yang mengatakan bahwa Arya Dillah adalah anak Brawijaya 5. Sangat tidak mungkin jika Arya Dillah anak Brawijaya 5 dan Raden Fattah adalah adiknya. Mana mungkin Arya Dillah menikah dengan mantan ibu tirinya, apalagi disertai keterangan bahwa ibu Raden Fattah dalam keadaan hamil…. mana ada ajaran Islam seperti itu, memangnya seluruh Walisongo diam melihat kesesatan pernikahan model begini…Cerita aneh yang jelas sangat merendahkan martabat seorang Arya Dillah dan istrinya itu. Kalau masih ada orang yang percaya dengan cerita, berarti logika sejarahnya sangat memprihatinkan….

      Apakah kita tidak berfikir dengan adanya pernikahan ini maka rusaklah silsilah atau nasab yang ada pada mereka. Bagaimana posisi Raden Fattah, mau manggil apa dia sama Arya Dillah? kakak atau ayah? pernikahan versi babad bali dan cerita majapahit ini jelas sangat merusak dan mendeskriditkan sosok Arya Dillah dan Raden Fattah…Apakah mungkin Arya Dillah mau menikah dengan cara yang batil dan haram ini menurut versi babad bai atau babad tanah jawa ini..

      Tidak benar juga jika Arya Dillah ini berasal dari cerita legenda yang dhubungkan dengan tokoh raksasa, rendah sekali kalau begitu sosok seorang Arya Dillah. Arya Dillah/Arya Damar adalah tokoh nyata dan salah satu penyebar agama Islam yang legendaris bersamaan dengan eranya waliosongo. Dan tidak benar jika Arya Dillah dikatakan sebagai seorang Mualaf yang berasal dari Majapahit atau Bali. Arya Dillah bukan Mualaf karena leluhurnya adalah Sayyid Abdul Malik Azmatkhan, dan nama aslinya memang Abdullah, sedangkan Arya Damar adalah gelar kebangsawananya. Jadi jangan dibalik kalau Arya Dillah justru nama julukan, Arya Dilllah/atau Sultan Abdullah Azmatkhan adalah nama Asli. Cerita Arya Dillah atau Arya Damar versi Babad Bali dan Majapahit adalah cerita menyesatkan dan tidak bisa dipercaya, karena babad babad itu dibuat bukan oleh orang Islam apalagi dibuat oleh ulama. Jelas Babad Bali adalah kitab sejarah yang menyesatkan, apalagi kitab ini tidak ada nama penyusun dan pengarangnya…

      Dalam hal pernikahan Arya Dillah dengan Syarifah Zaenab (ibu Raden Fattah) Yang benar adalah bahwa pernikahan antara Arya Dillah dengan ibu Raden Fattah dilakukan secara normal, suci dan sesuai dengan syariah Islam dan sesuai dengan cara kafa’ah. Jadi wajarlah jika suatu saat ibu Raden Fattah yang bernama Syarifah Zaenab binti IBrahim Asmorokondi itu menikah dengan Arya Dillah atau Sayyid Abdullah Azmatkhan ini…pernikahan ini melahirkan Raden Husein atau Adipati Pecat Tanda Terung.

      Jadi kesimpulannya Raden Husein dan ayahnya Arya Dillah Azmatkhan dan keturunannya adalah Azmatkhan…

  2. ade casmita

    ada peran besar sunan kalijaga dalam mengajak Prabu Brawijaya V masuk islam, dimana terjadi debat teologi hebat antara Sunan Kalijaga dgn penasehat spiritual Prabu yaitu Sabda Palon dan Naya Genggong….yang membuat Prabu bimbang dalam memilih antara mempertahankan ajaran lama (Hindu)dan agama baru (Islam)…yang pada akhirnya terdapat 2 versi cerita yaitu versi pertama mengatakan bahwa Prabu Brawijaya V tetap memegang ajaran Hindu serta menyingkir untuk melakukan tapa brata seperti yang dilakukan oleh Pandawa dlm cerita after Bharatayuda…dan versi kedua menceritakan bahwa Prabu Brawijaya V akhirnya memilih Islam seperti ajakan Sunan Kalijaga dan Raden Patah (putra Prabu)……sehingga membuat Sabda Palon dan Naya Genggong murka dan meninggalakan sang Prabu diikuti dengan keluarnya kutukan bahwa Islam hanya akan jaya selama 400 tahun dan akan kembali kepada ajaran Hindu..
    Wallahu a’lam

  3. Penonton

    Yang jelas tidak menutup kemungkinan juga cerita anda hanya sebuah opini yang belum tentu obyektif.

    • Team_Bulls

      hmmmm….semua terpulang pada Anda….Ana cuma nyampaikan saja….!!!
      Semua orang bebas beropini…..
      Salam…..!!

  4. Ikut menambahkan, mudah2 an bermanfat .. Era sebelum Raden Fatah , Majapahit , Campa & Raden Rahmat hingga berdirinya kerajaan Isalm , Demak Bintoro .

    Mengenai kerajaan campa, sebetulnya ada 2 versi . kalau yg pertama dikatakan Jeumpa di kerajan Pasai,sekarang aceh Barat , ada juga kalau menurut Encyclopedia Van Nederlandesh Indie, Champa ini suatu negeri kecil yang terletak di Kamboja. ini versi lainnya.

    Di Rusia selatan ada sebuah daerah yang disebut Bukhara. Bukhara ini terletak di Samarqand. Sejak dahulu daerah yang disebut Bukhara. Bukhara ini terletak di Samarqand. Sejak dahulu daerah Samarqand dikenal sebagai daerah Islam yang menelorkan ulama-ulama besar seperti sarjana hadist terkenal yaitu Imam Bukhari yang mashur sebagai perawi hadits sahih penganut Ulama besar ahlusunnah waljamaah.

    Di Samarqand ini ada seorang ulama besar bernama Syekh jamalluddin Jumadil Kubra, seorang Ahlussunnah wal jamaah bermahzab Imam Syafi’i, beliau mempunyai seorang putra bernama Ibrahim. Karena berasal dari Samarqand maka Ibrahim kemudian mendapat tambahan Samarqandi. Orang jawa sangat sukar mengucapkan Samarqandi maka mereka hanya menyebutkan sebagai Syekh Ibrahim Asmarakandi.

    Syekh Ibrahim Asmarakandi ini diperintah oleh ayahnya yaitu Syekh Jamalluddin Jumadil Kubra untuk berda’wah ke negara-negara Asia. Perintah ini dilaksanakan, dan beliau kemudian diambil menantu oleh raja Cempa, dijodohkan dengan putri raja Cempa yang bernama Dewi Candrawulan.

    Raden Rakhmat dilahirkan kira-kira dalam tahun 1401 M, di Champa, sebagai putera dari raja Champa. mengenai nama Champa ini berselisih para ahli sejarah. Kalau menurut Encyclopedia Van Nederlandesh Indie, Champa ini suatu negeri kecil yang terletak di Kamboja.spt diatas ada juga pendapat itu adalah daerah Juempa, wallahu a’lam.

    itu diajarkan dulu di pelajaran sejarah SD sampai SMA , kalau cahmapa di kamboja …

    akan tetapi Raffles, mengatakan bahwa champa itu bukan di kamboja, tetapi terletak di Aceh (Sumatera) yang sekarang bernama : Jeumpa.

    Alkisah … berasal dari kerajaan Majapahit di jawa , yang dirundung penurunan moral bangsa.

    Prabu Sri Kertawijaya yang juga bergelar Prabu Bhrawijaya dr Majapahit..juga bergelar Bhre Kertabumi..

    Prabu Sri Kertawijaya tak kuasa memendam gundah. Raja Majapahit itu risau memikirkan pekerti warganya yang bubrah tanpa arah. Sepeninggal Prabu Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada, kejayaan Majapahit tinggal cerita pahit. Perang saudara berkecamuk di mana-mana. Panggung judi, main perempuan, dan mabuk-mabukan menjadi ”kesibukan” harian kaum bangsawan –pun rakyat kebanyakan.Sang raja yang beristri putri campa itu bernama Dwarawati, tapi lagi2 lidah jawa kadang menyebut Darawati atau kadang Darwati.

    Melihat beban berat suaminya, Ratu Darawati merasa wajib urun rembuk. ”Saya punya keponakan yang ahli mendidik kemerosotan budi pekerti,” kata permaisuri yang juga putri Raja Campa itu. ”Namanya Sayyid Ali Rahmatullah, putra Kakanda Dewi Candrawulan,” Darawati menambahkan. Tanpa berpikir panjang, Kertawijaya mengirim utusan, menjemput Ali Rahmatullah ke Campa –kini wilayah Kamboja.

    Ali Rahmatullah inilah yang kelak lebih dikenal sebagai Sunan Ampel. Cucu Raja Campa itu adalah putra kedua pasangan Syekh Ibrahim Asmarakandi dan Dewi Candrawulan itu . Ayahnya, Syekh Ibrahim, adalah seorang ulama asal Samarkand, Asia Tengah. Kawasan ini melahirkan beberapa ulama besar, antara lain perawi hadis Imam Bukhari.

    Ibrahim berhasil mengislamkan Raja Campa. Ia kemudian diangkat sebagai menantu.

    Ia diperkirakan lahir pada 1420, karena ketika berada di Palembang, pada 1440, sebuah sumber sejarah menyebutnya berusia 20 tahun. Soalnya, para sejarawan lebih banyak mendiskusikan tahun kedatangan Rahmatullah di Pulau Jawa.

    Petualang Portugis, Tome Pires, menduga kedatangan itu pada 1443.

    Hikayat Hasanuddin memperkirakannya pada sebelum 1446 –tahun kejatuhan Campa ke tangan Vietnam.

    De Hollander menulis, sebelum ke Jawa, Rahmatullah memperkenalkan Islam kepada Raja Palembang, Arya Damar, pada 1440. Perkiraan Tome Pires menjadi bertambah kuat. Dalam lawatan ke Jawa, Rahmatullah didampingi ayahnya, kakaknya (Sayid Ali Murtadho), dan sahabatnya (Abu Hurairah).

    Rombongan mendarat di kota bandar Tuban, tempat mereka berdakwah beberapa lama, sampai Syekh Asmarakandi wafat. Makamnya kini masih terpelihara di Desa Gesikharjo, Palang, Tuban Jawa Timur . Sisa rombongan melanjutkan perjalanan ke Trowulan, ibu kota Majapahit, menghadap Kertawijaya. Di sana, Rahmatullah menyanggupi permintaan raja untuk mendidik moral para bangsawan dan kawula Majapahit.

    Sebagai hadiah, ia diberi tanah di Ampeldenta, Surabaya. Sejumlah 300 keluarga diserahkan untuk dididik dan mendirikan permukiman di Ampel. Meski raja menolak masuk Islam,

    Rahmatullah diberi kebebasan mengajarkan Islam pada warga Majapahit, asal tanpa paksaan. Selama tinggal di Majapahit, Rahmatullah dinikahkan dengan Nyai Ageng Manila, putri Tumenggung Arya Teja, Bupati Tuban.

    Sejak itu, gelar pangeran dan raden melekat di depan namanya. Raden Rahmat diperlakukan sebagai keluarga keraton Majapahit. Ia pun makin disegani masyarakat. Pada hari yang ditentukan, berangkatlah rombongan Raden Rahmat ke Ampel. Dari Trowulan, melewati Desa Krian, Wonokromo, berlanjut ke Desa Kembang Kuning. Di sepanjang perjalanan, Raden Rahmat terus melakukan dakwah.Pengikutnya pun bertambah banyak. Sebelum tiba di Ampel, Raden Rahmat membangun langgar (musala) sederhana di Kembang Kuning, delapan kilometer dari Ampel.
    Setibanya di Ampel, langkah pertama Raden Rahmat adalah membangun masjid sebagai pusat ibadah dan dakwah. Kemudian ia membangun pesantren, mengikuti model Maulana Malik Ibrahim di Gresik. Format pesantrennya mirip konsep biara yang sudah dikenal masyarakat Jawa.

    Raden Rahmat memang dikenal memiliki kepekaan adaptasi. Caranya menanamkan akidah dan syariat sangat memperhatikan kondisi masyarakat. Kata ”salat” diganti dengan ”sembahyang” (asalnya: sembah dan hyang).menyembah Hyang bahasa jawa kuna artinya sang pengatur alam semesta.
    Tempat ibadah tidak dinamai musala, tapi ”langgar”, mirip kata sanggar dlm kaidah jawa.

    Penuntut ilmu disebut santri, berasal dari shastri –orang yang tahu buku suci agama dalam hal ini agama Hindu. dari kata sanskerta / bahasa hidustan india.

    Siapa pun, bangsawan atau rakyat jelata, bisa nyantri pada Raden Rahmat. Meski menganut mazhab Hanafi, Raden Rahmat sangat toleran pada penganut mazhab lain. Santrinya dibebaskan ikut mazhab apa saja. Dengan cara pandang netral itu, pendidikan di Ampel mendapat simpati kalangan luas. Dari sinilah sebutan ”Sunan Ampel” mulai populer.

    Ajarannya yang terkenal adalah falsafah ”Moh Limo”… Ini Oom Unung apal banget..

    Artinya: tidak melakukan lima hal tercela. Yakni moh main (tidak mau judi), moh ngombe (tidak mau mabuk), moh maling (tidak mau mencuri), moh madat (tidak mau mengisap candu), dan moh madon (tidak mau berzina). Falsafah ini sejalan dengan problem kemerosotan moral warga yang dikeluhkan Sri Kertawijaya, sang Raja Majapahit itu.

    Sunan Ampel sangat memperhatikan kaderisasi. Buktinya, dari sekian putra dan santrinya, ada yang kemudian menjadi tokoh Islam terkemuka di Jawa dan sekitarnya.

    Dari perkawinannya dengan Nyai Ageng Manila, menurut satu versi, Sunan Ampel dikaruniai enam anak. Dua di antaranya juga menjadi wali, yaitu Sunan Bonang (Makdum Ibrahim) dan Sunan Drajat (Raden Qosim).

    Seorang putrinya, Asyikah, ia nikahkan dengan muridnya, Raden Patah, yang kelak menjadi sultan pertama Demak. Dua putrinya dari istri yang lain, Nyai Karimah, ia nikahkan dengan dua muridnya yang juga wali. Yakni Dewi Murtasiah, diperistri Sunan Giri, dan Dewi Mursimah, yang dinikahkan dengan Sunan Kalijaga.

    Sunan Ampel biasa berbeda pendapat dengan putra dan murid-mantunya yang juga para wali. Dalam hal menyikapi adat, Sunan Ampel lebih puritan ketimbang Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga pernah menawarkan untuk mengislamkan adat sesaji, selamatan, wayang, dan gamelan. Sunan Ampel menolak halus.

    Ini mirip dengan perdebatan dalam ushul fiqih: apakah adat bisa dijadikan sumber hukum Islam atau tidak. Meski demikian, perbedaan itu tidak mengganggu silaturahmi antarpara wali. Sunan Ampel memang dikenal bijak mengelola perbedaan pendapat. Karena itu, sepeninggal Maulana Malik Ibrahim, ia diangkat menjadi sesepuh Wali Songo dan mufti (juru fatwa) se-tanah Jawa.

    Menurut satu versi, Sunan Ampel-lah yang memprakarsai pembentukan Dewan Wali Songo, sebagai strategi menyelamatkan dakwah Islam di tengah kemelut politik Majapahit.awalnya adalah wali pitu ( tujuh saja ) tapi akhirnya bertambah menjadi songo sembilan, sejak itu terkenallah istilah wali songo .

    Namun, mengenai tanggal wafatnya, tak ada bukti sejarah yang pasti. Sumber-sumber tradisional memberi titimangsa yang berbeda.

    Babad Gresik menyebutkan tahun 1481, dengan candrasengkala ”Ngulama Ampel Seda Masjid”. Cerita tutur menyebutkan, beliau wafat saat sujud di masjid. Serat Kanda edisi Brandes menyatakan tahun 1406. Sumber lain menunjuk tahun 1478, setahun setelah berdirinya Masjid Demak. Ia dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel, di areal seluas 1.000 meter persegi, bersama ratusan santrinya.

    Kompleks makam tersebut dikelilingi tembok besar setinggi 2,5 meter. Makam Sunan Ampel bersama istri dan lima kerabatnya dipagari baja tahan karat setinggi 1,5 meter, melingkar seluas 64 meter persegi. Khusus makam Sunan Ampel dikelilingi pasir putih.

    Pada waktu kerajaan Islam Demak berdiri, Sunan Ampel juga yang mengangkat serta menetapkan Raden Patah yang berkedudukan di desa Glagah Wangi yang kemudian bertukar nama menjadi Bintoro Demak, sebagai Sultan pertama dengan gelar: Sultan Alam Akbar Al Fatah. Fatah itu artinya pembuka .

    Mengenai Raden Patah sendiri adalah ,Raden Patah adalah putra Brawijaya raja terakhir Majapahit (versi babad tanah jawa ) dari seorang selir Cina.
    Karena Ratu Dwarawati sang permaisuri yang berasal dari Campa merasa cemburu, Brawijaya terpaksa memberikan selir Cina kepada putra sulungnya, yaitu Arya Damar bupati Palembang. Setelah melahirkan Raden Patah, putri Cina dinikahi Arya Damar, melahirkan Raden Kusen.

    Adapun kota demak letaknya disebelah selatan kota Kudus, jarak 25 km jauhnya.

    • Team_Bulls

      Terima Kasih atas infonya…..

  5. Kata Nenek saya. keluarga kami maih keturunan Raden Fatah, entah itu turunan keberapa?

    • Team_Bulls

      Selamat….
      Coba saja telusuri lebih lanjut..

  6. buku babad tanah jawa tanah Cerita versi BABAD TANAH JAWI dan SERAT KANDA itulah yang selama ini populer
    dikalangan masyarakat Jawa, bahkan pernah juga diajarkan disebagian sekolah
    dasar dimasa lalu. Secara garis besar, cerita itu boleh dibilang menunjukkan
    kemenangan Islam. Padahal sebenarnya sebaliknya, bisa memberi kesan yang
    merugikan, sebab seakan-akan Islam berkembang di Jawa dengan kekerasan dan
    darah. Padahal kenyataannya tidak begitu.

    Selain fakta lain banyak menungkap bahwa masuknya Islam dan berkembang ditanah Jawa dengan jalan damai. Juga fakta keruntuhan Majapahit juga menunjukkan bukan disebabkan serbuan tentara Islam demak.

    Prof. Dr. Slamet Muljana dalam bukunya “Pemugaran Persada Sejarah Leluhur
    Majapahit” secara panjang lebar membantah isi cerita itu berdasarkan bukti-bukti sejarah. Dikatakan Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda yang ditulis abad XVII dijaman Mataram itu tanpa konsultasi sumber sejarah yang dapat dipercaya. Sumber sejarah itu antara lain beberapa prasasti dan karya sejarah tentang Majapahit, seperti “Negara Kertagama dan Pararaton”. Karena itu tidak mengherankan jika uraiannya tentang Majapahit banyak yang
    cacat.

    “Prasasti Petak” dan “Trailokyapuri” menerangkan, raja Majapahit terakhir adalah Dyah Suraprahawa, runtuh akibat serangan tentara keling pimpinan Girindrawardhana pada tahun 1478 masehi, sesuai Pararaton. Sejak itu Majapahit telah berhenti sebagai ibu kota kerajaan. Dengan demikian tak mungkin Majapahit runtuh karena serbuan Demak. Sumber sejarah Portugis tulisan Tome Pires juga menyebutkan bahwa Kerajaan Demak sudah berdiri dijaman pemerintahan Girindrawardhana di Keling.

    Saat itu Tuban, Gresik, Surabaya dan Madura serta beberapa kota lain dipesisir utara Jawa berada dalam wilayah kerajaan Kediri, sehingga tidak mungkin seperti diceritakan dalam Babad Jawa, Raden Patah mengumpulkan para bupati itu untuk menggempur Majapahit.

    Penggubah Babad Tanah Jawi tampaknya mencampur adukkan antara pembentukan
    kerajaan Demak pada tahun 1478 dengan runtuhnya Kediri oleh serbuan Demak
    dijaman pemerintahan Sultan Trenggano 1527. Penyerbuan Sultan Trenggano ini
    dilakukan karena Kediri mengadakan hubungan dengan Portugis di Malaka seperti yang dilaporkan Tome Pires. Demak yang memang memusuhi Portugis hingga menggempurnya ke Malaka tidak rela Kediri menjalin hubungan dengan bangsa penjajah itu.

    Setelah Kediri jatuh (Bukan Majapahit !) diserang Demak, bukan lari kepulau Bali seperti disebutkan dalam uraian Serat Kanda, melainkan ke Panarukan, Situbondo setelah dari Sengguruh, Malang. Bisa saja sebagian lari ke Bali sehingga sampai sekarang penduduk Bali berkebudayaaan Hindu, tetapi itu bukan pelarian raja terakhir Majapahit seperti disebutkan Babad itu.
    Lebih jelasnya lagi raden Patah bukanlah putra Raja Majapahit terakhir seperti
    disebutkan dalam Buku Babad dan Serat Kanda itu, demikian Dr. Slamet Muljana.

    Sejarawan Mr. Moh. Yamin dalam bukunya “Gajah Mada” juga menyebutkan bahwa
    runtuhnya Brawijaya V raja Majapahit terakhir, akibat serangan Ranawijaya dari kerajaan Keling, jadi bukan serangan dari Demak. Uraian tentang keterlibatan Mahapatih Gajah Mada memimpin pasukan Majapahit ketika diserang Demak 1478 itu sudah bertentangan dengan sejarah.
    Soalnya Gajah Mada sudah meninggal tahun 1364 Masehi atau 1286 Saka.

    Penuturan buku “Dari Panggung Sejarah” terjemahan IP Simanjuntak yang bersumber dari tulisan H.J. Van Den Berg ternyata juga runtuhnya Majapahit bukan akibat serangan Demak atau tentara Islam. Ma Huan, penulis Tionghoa Muslim, dalam bukunya “Ying Yai Sheng Lan” menyebutkan, ketika mendatangi Majapahit tahun 1413 Masehi sudah menyebutkan masyarakat Islam yang bermukim di Majapahit berasal dari Gujarat dan Malaka. Disebutkannya, tahun 1400 Masehi saudagar Islam dari Gujarat dan Parsi sudah bermukim di pantai utara Jawa.

    Salah satunya adalah Maulana Malik Ibrahim yang dimakamkan di Pasarean Gapura Wetan Kab. Gresik dengan angka tahun 12 Rabi’ul Awwal 882 H atau 8 April 1419 Masehi, berarti pada jaman pemerintahan Wikramawardhana (1389-1429) yaitu Raja Majapahit IV setelah Hayam Wuruk. Batu nisan yang berpahat kaligrafi Arab itu menurut Tjokrosujono (Mantan kepala Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala, Mojokerto), nisan itu asli bukan buatan baru.

    Salah satu bukti bahwa sejak jaman Majapahit sudah ada pemukiman Muslim diibu kota, adalah situs Kuna Makam Troloyo, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, JATIM. Makam-makam Islam disitus Troloyo Desa Sentonorejo itu beragam angka tahunnya, mulai dari tahun 1369 (abad XIV Masehi) hingga tahun 1611 (abad XVII Masehi).

    Nisan-nisan makam petilasan di Troloyo ini penuh tulisan Arab hingga mirip prasati. Lafalnya diambil dari bacaan Doa, kalimah Thayibah dan petikan ayat-ayat AlQuran dengan bentuk huruf sedikit kaku. Tampaknya pembuatnya seorang mualaf dalam Islam. Isinya pun bukan bersifat data kelahiran dan kematian tokoh yang dimakamkan, melainkan lebih banyak bersifat dakwah antara lain kutipan Surat Ar-Rahman ayat 26-27.

    P.J. Veth adalah sarjana Belanda yang pertama kali meneliti dan menulismakam Troloyo dalam buku JAVA II tahun 1873.L.C. Damais peneliti dari Prancis yang mengikutinya menyebutkan angka tahun pada nisan mulai abad XIV hingga XVI. Soeyono Wisnoewhardono, Staf Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala di Trowulan mengatakan, nisan-nisan itu membuktikan ketika kerajaan Majapahit masih berdiri, orang-orang Islam sudah bermukim secara damai disekitar ibu kota. Tampak jelas disini agama Islam masuk kebumi Majapahit penuh kedamaian dan toleransi.

    Satu situs kepurbakalaan lagi dikecamatan trowulan yakni diDesa dan kecamatan Trowulan adalah Makam Putri Cempa. Menurut Babad Tanah jawi, Putri
    Cempa (Jeumpa, bahasa Aceh) adalah istri Prabu Brawijaya yang beragama Islam. Dua nisan yang ditemukan dikompleks kekunaan ini berangka tahun 1370 Saka (1448 Masehi) dan 1313 Saka (1391 Masehi).
    Dalam legenda rakyat disebutkan dengan memperistri Putri Cempa itu, sang Prabu sebenarnya sudah memeluk agama Islam. Ketika wafat ia dimakamkan secara Islam dimakam panjang (Kubur Dawa). Dusun Unggah-unggahan jarak 300 meter dari makam Putri Cempa bangsawan Islam itu.

    Dari fakta dan situs sejarah itu, tampak bukti otentik tentang betapa tidak benarnya bahwa Islam dikembangkan dengan peperangan. Justru beberapa situs kesejarahan lain membuktikan Islam sangat toleran terhadap agama lain (termasuk Hindu) saat Islam sudah berkembang pesat ditanah Jawa.

    Dikompleks Sunan Bonang di Tuban, Jawa Timur misalnya, berdiri tegak Candi
    Siwa Budha dengan angka tahun 1400 Saka (1478 masehi) yang kini letaknya
    berada dibelakang kantor Pemda tuban. Padahal, saat itu sudah berdiri pondok
    pesantren asuhan Sunan Bonang. Pondok pesantren dan candi yang berdekatan
    letaknya ini dilestarikan dalam sebuah maket kecil dari kayu tua yang kini
    tersimpan di Museum Kambang Putih, Tuban.

    Di Kudus, Jawa Tengah, ketika Sunan Kudus Ja’far Sodiq menyebarkan ajaran
    Islam disana, ia melarang umat Islam menyembelih sapi untuk dimakan. Walau
    daging sapi halal menurut Islam tetapi dilarang menyembelihnya untukmenghormati kepercayaan umat Hindu yang memuliakan sapi.

    Untuk menunjukkan rasa toleransinya kepada umat Hindu, Sunan Kudus menambatkan sapi dihalaman masjid yang tempatnya masih dilestarikan sampai sekarang. Bahkan menara Masjid Kudus dibangun dengan gaya arsitektur candi Hindu.

    ketika kerajaan Majapahit berdiri sebagai bagian dari perjalanan bangsa Indonesia. Sejak didirikan Raden Wijaya yang bergelar Kertanegara Dharmawangsa, kerajaan ini senantiasa diliputi fenomena pemberontakan. Pewaris tahta Raden Wijaya, yakni masa pemerintahan Kalagemet/Jayanegara (1309-1328), yang dalam sebuah prasasti dianggap sebagai titisan Wisnu dengan Lencana negara Minadwaya (dua ekor ikan) dalam memerintah banyak menghadapi pemberontakan-pemberontakan terhadap Majapahit dari mereka yang masih setia kepada Kertarajasa.

    Pemberontakan pertama sebetulnya sudah dimulai sejak Kertarajasa masih hidup, yaitu oleh Rangga Lawe yang berkedudukan di Tuban, akibat tidak puas karena bukan dia yang menjadi patih Majapahit tetapi Nambi, anak Wiraraja. Tetapi usahanya (1309) dapat digagalkan.

    Pemberontakan kedua di tahun 1311 oleh Sora, seorang rakryan di Majapahit, tapi gagal. Lalu yang ketiga dalam tahun 1316, oleh patihnya sendiri yaitu Nambi, dari daerah Lumajang dan benteng di Pajarakan. Ia pun sekeluarga ditumpas.
    Pemberontakan selanjutnya oleh Kuti di tahun 1319, dimana Ibukota Majapahit
    sempat diduduki, sang raja melarikan diri dibawah lindungan penjaga-penjaga istana yang disebut Bhayangkari sebanyak 15 orang dibawah pimpinan Gajah Mada.

    Namun dengan bantuan pasukan-pasukan Majapahit yang masih setia, Gajah Mada
    dengan Bhayangkarinya menggempur Kuti, dan akhirnya Jayanegara dapat melanjutkan pemerintahannya.

    Berhenti pemberontakan Kuti, tahun 1331 muncul pemberontakan di Sadeng dan
    Keta (daerah Besuki). Maka patih Majapahit Pu Naga digantikan patih Daha yaitu Gajah Mada, sehingga pemberontakan dapat ditumpas. Keberhasilan Gajah Mada memadamkan pemberontakan Sadeng membawanya meraih karier diangkat sebagai mahapatih kerajaan.

    Namun pada masa pemerintahan Hayam Wuruk pada tahun 1350-1389, berkali-kali
    sang patih Gajah Mada –yang juga panglima ahli perang di masa itu—harus menguras energi untuk memadamkan pemberontakan di beberapa daerah.
    Pemberontakan Ronggolawe sampai serangan kerajaan Dhaha, Kediri.

    Bahkan salah satu penyebab kemunduran dan hancurnya kerajaan Majapahit adalah ketika meletusnya Perang Paragreg tahun 1401-1406 merupakan perang saudara memperebutkan kekuasaan, daerah bawahan mulai melepaskan diri dan berkembangnya Islam di daerah pesisir

    Kerajaan Majapahit yang pernah mengalami masa keemasan dan kejayaan harus
    runtuh terpecah-pecah setelah kehilangan tokoh besar seperti Hayam Wuruk dan
    Gajah Mada.

    tulisan anda menukil buku DARMOGANDOL buku itu tdk asing buat orang jawa isinya g` ubahnya seperti WIRO SABLENG bedanya wiro sableng jujur srbagai novel

  7. raden said

    kathy@worldwideshippingmanagement.com
    kathy@worldwideshippingmanagement.com

    Cerita versi BABAD TANAH JAWI dan SERAT KANDA itulah yang selama ini populer
    dikalangan masyarakat Jawa, bahkan pernah juga diajarkan disebagian sekolah
    dasar dimasa lalu. Secara garis besar, cerita itu boleh dibilang menunjukkan
    kemenangan Islam. Padahal sebenarnya sebaliknya, bisa memberi kesan yang
    merugikan, sebab seakan-akan Islam berkembang di Jawa dengan kekerasan dan
    darah. Padahal kenyataannya tidak begitu.

    Selain fakta lain banyak menungkap bahwa masuknya Islam dan berkembang ditanah Jawa dengan jalan damai. Juga fakta keruntuhan Majapahit juga menunjukkan bukan disebabkan serbuan tentara Islam demak.

    Prof. Dr. Slamet Muljana dalam bukunya “Pemugaran Persada Sejarah Leluhur
    Majapahit” secara panjang lebar membantah isi cerita itu berdasarkan bukti-bukti sejarah. Dikatakan Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda yang ditulis abad XVII dijaman Mataram itu tanpa konsultasi sumber sejarah yang dapat dipercaya. Sumber sejarah itu antara lain beberapa prasasti dan karya sejarah tentang Majapahit, seperti “Negara Kertagama dan Pararaton”. Karena itu tidak mengherankan jika uraiannya tentang Majapahit banyak yang
    cacat.

    “Prasasti Petak” dan “Trailokyapuri” menerangkan, raja Majapahit terakhir adalah Dyah Suraprahawa, runtuh akibat serangan tentara keling pimpinan Girindrawardhana pada tahun 1478 masehi, sesuai Pararaton. Sejak itu Majapahit telah berhenti sebagai ibu kota kerajaan. Dengan demikian tak mungkin Majapahit runtuh karena serbuan Demak. Sumber sejarah Portugis tulisan Tome Pires juga menyebutkan bahwa Kerajaan Demak sudah berdiri dijaman pemerintahan Girindrawardhana di Keling.

    Saat itu Tuban, Gresik, Surabaya dan Madura serta beberapa kota lain dipesisir utara Jawa berada dalam wilayah kerajaan Kediri, sehingga tidak mungkin seperti diceritakan dalam Babad Jawa, Raden Patah mengumpulkan para bupati itu untuk menggempur Majapahit.

    Penggubah Babad Tanah Jawi tampaknya mencampur adukkan antara pembentukan
    kerajaan Demak pada tahun 1478 dengan runtuhnya Kediri oleh serbuan Demak
    dijaman pemerintahan Sultan Trenggano 1527. Penyerbuan Sultan Trenggano ini
    dilakukan karena Kediri mengadakan hubungan dengan Portugis di Malaka seperti yang dilaporkan Tome Pires. Demak yang memang memusuhi Portugis hingga menggempurnya ke Malaka tidak rela Kediri menjalin hubungan dengan bangsa penjajah itu.

    Setelah Kediri jatuh (Bukan Majapahit !) diserang Demak, bukan lari kepulau Bali seperti disebutkan dalam uraian Serat Kanda, melainkan ke Panarukan, Situbondo setelah dari Sengguruh, Malang. Bisa saja sebagian lari ke Bali sehingga sampai sekarang penduduk Bali berkebudayaaan Hindu, tetapi itu bukan pelarian raja terakhir Majapahit seperti disebutkan Babad itu.
    Lebih jelasnya lagi raden Patah bukanlah putra Raja Majapahit terakhir seperti
    disebutkan dalam Buku Babad dan Serat Kanda itu, demikian Dr. Slamet Muljana.

    Sejarawan Mr. Moh. Yamin dalam bukunya “Gajah Mada” juga menyebutkan bahwa
    runtuhnya Brawijaya V raja Majapahit terakhir, akibat serangan Ranawijaya dari kerajaan Keling, jadi bukan serangan dari Demak. Uraian tentang keterlibatan Mahapatih Gajah Mada memimpin pasukan Majapahit ketika diserang Demak 1478 itu sudah bertentangan dengan sejarah.
    Soalnya Gajah Mada sudah meninggal tahun 1364 Masehi atau 1286 Saka.

    Penuturan buku “Dari Panggung Sejarah” terjemahan IP Simanjuntak yang bersumber dari tulisan H.J. Van Den Berg ternyata juga runtuhnya Majapahit bukan akibat serangan Demak atau tentara Islam. Ma Huan, penulis Tionghoa Muslim, dalam bukunya “Ying Yai Sheng Lan” menyebutkan, ketika mendatangi Majapahit tahun 1413 Masehi sudah menyebutkan masyarakat Islam yang bermukim di Majapahit berasal dari Gujarat dan Malaka. Disebutkannya, tahun 1400 Masehi saudagar Islam dari Gujarat dan Parsi sudah bermukim di pantai utara Jawa.

    Salah satunya adalah Maulana Malik Ibrahim yang dimakamkan di Pasarean Gapura Wetan Kab. Gresik dengan angka tahun 12 Rabi’ul Awwal 882 H atau 8 April 1419 Masehi, berarti pada jaman pemerintahan Wikramawardhana (1389-1429) yaitu Raja Majapahit IV setelah Hayam Wuruk. Batu nisan yang berpahat kaligrafi Arab itu menurut Tjokrosujono (Mantan kepala Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala, Mojokerto), nisan itu asli bukan buatan baru.

    Salah satu bukti bahwa sejak jaman Majapahit sudah ada pemukiman Muslim diibu kota, adalah situs Kuna Makam Troloyo, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, JATIM. Makam-makam Islam disitus Troloyo Desa Sentonorejo itu beragam angka tahunnya, mulai dari tahun 1369 (abad XIV Masehi) hingga tahun 1611 (abad XVII Masehi).

    Nisan-nisan makam petilasan di Troloyo ini penuh tulisan Arab hingga mirip prasati. Lafalnya diambil dari bacaan Doa, kalimah Thayibah dan petikan ayat-ayat AlQuran dengan bentuk huruf sedikit kaku. Tampaknya pembuatnya seorang mualaf dalam Islam. Isinya pun bukan bersifat data kelahiran dan kematian tokoh yang dimakamkan, melainkan lebih banyak bersifat dakwah antara lain kutipan Surat Ar-Rahman ayat 26-27.

    P.J. Veth adalah sarjana Belanda yang pertama kali meneliti dan menulismakam Troloyo dalam buku JAVA II tahun 1873.L.C. Damais peneliti dari Prancis yang mengikutinya menyebutkan angka tahun pada nisan mulai abad XIV hingga XVI. Soeyono Wisnoewhardono, Staf Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala di Trowulan mengatakan, nisan-nisan itu membuktikan ketika kerajaan Majapahit masih berdiri, orang-orang Islam sudah bermukim secara damai disekitar ibu kota. Tampak jelas disini agama Islam masuk kebumi Majapahit penuh kedamaian dan toleransi.

    Satu situs kepurbakalaan lagi dikecamatan trowulan yakni diDesa dan kecamatan Trowulan adalah Makam Putri Cempa. Menurut Babad Tanah jawi, Putri
    Cempa (Jeumpa, bahasa Aceh) adalah istri Prabu Brawijaya yang beragama Islam. Dua nisan yang ditemukan dikompleks kekunaan ini berangka tahun 1370 Saka (1448 Masehi) dan 1313 Saka (1391 Masehi).
    Dalam legenda rakyat disebutkan dengan memperistri Putri Cempa itu, sang Prabu sebenarnya sudah memeluk agama Islam. Ketika wafat ia dimakamkan secara Islam dimakam panjang (Kubur Dawa). Dusun Unggah-unggahan jarak 300 meter dari makam Putri Cempa bangsawan Islam itu.

    Dari fakta dan situs sejarah itu, tampak bukti otentik tentang betapa tidak benarnya bahwa Islam dikembangkan dengan peperangan. Justru beberapa situs kesejarahan lain membuktikan Islam sangat toleran terhadap agama lain (termasuk Hindu) saat Islam sudah berkembang pesat ditanah Jawa.

    Dikompleks Sunan Bonang di Tuban, Jawa Timur misalnya, berdiri tegak Candi
    Siwa Budha dengan angka tahun 1400 Saka (1478 masehi) yang kini letaknya
    berada dibelakang kantor Pemda tuban. Padahal, saat itu sudah berdiri pondok
    pesantren asuhan Sunan Bonang. Pondok pesantren dan candi yang berdekatan
    letaknya ini dilestarikan dalam sebuah maket kecil dari kayu tua yang kini
    tersimpan di Museum Kambang Putih, Tuban.

    Di Kudus, Jawa Tengah, ketika Sunan Kudus Ja’far Sodiq menyebarkan ajaran
    Islam disana, ia melarang umat Islam menyembelih sapi untuk dimakan. Walau
    daging sapi halal menurut Islam tetapi dilarang menyembelihnya untukmenghormati kepercayaan umat Hindu yang memuliakan sapi.

    Untuk menunjukkan rasa toleransinya kepada umat Hindu, Sunan Kudus menambatkan sapi dihalaman masjid yang tempatnya masih dilestarikan sampai sekarang. Bahkan menara Masjid Kudus dibangun dengan gaya arsitektur candi Hindu.

    ketika kerajaan Majapahit berdiri sebagai bagian dari perjalanan bangsa Indonesia. Sejak didirikan Raden Wijaya yang bergelar Kertanegara Dharmawangsa, kerajaan ini senantiasa diliputi fenomena pemberontakan. Pewaris tahta Raden Wijaya, yakni masa pemerintahan Kalagemet/Jayanegara (1309-1328), yang dalam sebuah prasasti dianggap sebagai titisan Wisnu dengan Lencana negara Minadwaya (dua ekor ikan) dalam memerintah banyak menghadapi pemberontakan-pemberontakan terhadap Majapahit dari mereka yang masih setia kepada Kertarajasa.

    Pemberontakan pertama sebetulnya sudah dimulai sejak Kertarajasa masih hidup, yaitu oleh Rangga Lawe yang berkedudukan di Tuban, akibat tidak puas karena bukan dia yang menjadi patih Majapahit tetapi Nambi, anak Wiraraja. Tetapi usahanya (1309) dapat digagalkan.

    Pemberontakan kedua di tahun 1311 oleh Sora, seorang rakryan di Majapahit, tapi gagal. Lalu yang ketiga dalam tahun 1316, oleh patihnya sendiri yaitu Nambi, dari daerah Lumajang dan benteng di Pajarakan. Ia pun sekeluarga ditumpas.
    Pemberontakan selanjutnya oleh Kuti di tahun 1319, dimana Ibukota Majapahit
    sempat diduduki, sang raja melarikan diri dibawah lindungan penjaga-penjaga istana yang disebut Bhayangkari sebanyak 15 orang dibawah pimpinan Gajah Mada.

    Namun dengan bantuan pasukan-pasukan Majapahit yang masih setia, Gajah Mada
    dengan Bhayangkarinya menggempur Kuti, dan akhirnya Jayanegara dapat melanjutkan pemerintahannya.

    Berhenti pemberontakan Kuti, tahun 1331 muncul pemberontakan di Sadeng dan
    Keta (daerah Besuki). Maka patih Majapahit Pu Naga digantikan patih Daha yaitu Gajah Mada, sehingga pemberontakan dapat ditumpas. Keberhasilan Gajah Mada memadamkan pemberontakan Sadeng membawanya meraih karier diangkat sebagai mahapatih kerajaan.

    Namun pada masa pemerintahan Hayam Wuruk pada tahun 1350-1389, berkali-kali
    sang patih Gajah Mada –yang juga panglima ahli perang di masa itu—harus menguras energi untuk memadamkan pemberontakan di beberapa daerah.
    Pemberontakan Ronggolawe sampai serangan kerajaan Dhaha, Kediri.

    Bahkan salah satu penyebab kemunduran dan hancurnya kerajaan Majapahit adalah ketika meletusnya Perang Paragreg tahun 1401-1406 merupakan perang saudara memperebutkan kekuasaan, daerah bawahan mulai melepaskan diri dan berkembangnya Islam di daerah pesisir

    Kerajaan Majapahit yang pernah mengalami masa keemasan dan kejayaan harus
    runtuh terpecah-pecah setelah kehilangan tokoh besar seperti Hayam Wuruk dan
    Gajah Mada.

    • Team_Bulls

      Terima kasih atas penjelasanya yg panjag lebar…

  8. raden said

    thanks sekedar meluruskan sejarah

  9. Does your website have a contact page? I’m having trouble locating it but, I’d
    like to shoot you an email. I’ve got some creative ideas for your blog you might be interested in hearing. Either way, great blog and I look forward to seeing it develop over time.

  10. karna ceritanya tendensius, maka banyak yg tidak benar. Ikhlaslah jd anak suku jawa n laksanakan jati dirimu sbg suku jawa yg bangga dg keyakinan/kepercayaan jawa, niscaya kamu akan temukan kebenaran sejati

  11. Embohl@h

    Saya mau tanya sama yg punya referensi sejarah mengenai kutukan raja brawijaya v terhadap raden fatah hal itu bener apa ngak ya?

  12. zainal huzain

    WALLAAHUALAM BISSAWWAB…

    bukan nya tidak menghargai sejarah,tapi biar lah semua jd masa lalu sbg bagian dari sejarah bangsa ini.tp ingat,ada yg lebih penting yg harus kita pikirkan.saat ini bangsa kita sedang terpuruk dan membutuhkan pikiran2an yang bisa membuat bangsa ini kembali bangkit.bukan nya malah mengutak atik sejarah abad silam yg sudah tidak realepan dng kehidupan sekarang.cuma akan melahirkan argument yang akan bertahan dengan opini dan merasa paling benar.saat ini
    bangsa kita membutuh kan orang orang seperti anda,mari kita bantu untuk BERPIKIR

  13. tommy

    sejarah memang harus di kenang, tapi jangan jadikan siapa yang benar dan yang salah. karena kita semua belum lahir pada jaman itu, yang terpenting bisa meneruskan bangsa indonesia ini lebih maju dari berbagai bidang. karena anak bangsa harus bisa membesarkan nama indonesia.

  14. putra sumsel

    kalau kalian orang jawa nulis sejarah rusak semua sejarah acak- acakan semua sejarah gak tersusun semua dilabrak yang penting jawa. arya damar/ aditya warman kata orang jawa adalah anak brawijaya menikah dengan ibu raden patah sedangkan raden patah adalah putra brawijaya juga. artinya raden patah itu adalah anak tiri arya damar dan sekaigus adek arya damar gak mungkin arya damar penganut islam yang taat itu menikahi dan mengawini ibunya sendiri dan punya anak yang bernama raden husen jadi bagaimana arya damar raden patah ,raden husen ibu raden patah. gak mungkin itu terjadi. bukan ken arok arya damar itu yang tukang berzina dengan istri majikan . gak ada orang sumatra seperti itu. entah kalau jawa hal seperti itu mungkin biasa. berzina dan kawin punya anak dengan ibukandung saja mungkin biasa kalau dijawa

    Jika ibu raden patah orang campa keturunan cina dan keturunan sayyid Alsamarkhan, maka ibu raden fatah itu adalah syarifah.
    sedangkan Ayah Raden Fattah adalah Sultan Abu Abdullah (Wan Bo atau Raja Champa) ibni Ali Alam (Ali Nurul Alam ) ibni Jamaluddin Al-Husain ( Sayyid Hussein Jamadil Kubra) ibni Ahmad Syah Jalal ibni Abdullah ibni Abdul Malik ibni Alawi Amal Al-Faqih ibni Muhammad Syahib Mirbath ibni ‘Ali Khali’ Qasam ibni Alawi ibni Muhammad ibni Alawi ibni Al-Syeikh Ubaidillah ibni ahmad Muhajirullah ibni ‘Isa Al-Rumi ibni Muhammad Naqib ibni ‘Ali zainal Abidin ibni Al-Hussein ibni Sayyidatina Fatimah binti Rasulullah SAW .
    ibu raden fatah sebenarnya masih mempunyai kekerabatan dengan ayahnya raden fatah (wan bo/ yang menjadi raja di campa) pernikahannya adalah kaffah sama sama keturunan Rasulullah SAW. tidak ada hubungannya dengan jawa apalagi dengan brawijaya V.
    Raden fatah kejawa untuk menemui paman/ wak dan sekaligus berguru kepadanya. paman/ wak raden fatah itu bernama sunan ampel.
    sedangkan arya damar juga sayyid masih mempunyai kekerabatan dengan campa dan melayu seriwijaya.
    arya damar tidak ada hubungannya dengan jawa apalagi dengan brawijayaV. arya damar adlah raja palembang. hubungan palembang dengan majapahit adlah setara bukan sebagai taklukkan.
    kemudian ibu raden fatah ini setelah suaminya meninggal karena campa mendapat serangan dari cina /Khemer maka dia hendak menemui sunan ampel yang masih sepupunya. dan ketika berada dipalembang dinikahkanlah oleh sunan ampel dengan raja palembang yang bernama arya damar
    jadi pernikahan ibu raden fatah dengan arya damar ini juga kaffah ( sayyid dan syarifah/ keturunan rasulullah SAW). tidak ada sedikitpun hubungan dengan jawa baik itu raden fatah ataupun arya damar ataupun ibu raden fatah.
    kalau raden patah di isukan anak brawijaya/ keturunan jawa sebenarnya adalah mungkin rekayasa wali songo untuk mendapat dukungan dari orang jawa dan sekalgus legitimasi sebagai ahliwaris majapahit/ brawijayaV. untuk mendirikan kerajaan islam dijawa yang rajanya adalah raden fatah
    jawa takut benar kalau sejarah raden fatah ini di buka secara jujur, gelar radenfatah panembahan palembang saja tidak pernah di catat oleh jawa dan tidak pernah dimunculkan bahkan sangat ditutup- tutupi.
    ketika demak hancur maka keturunan raden patah kepalembang sebenarnya merka kepalembang pulang kampung. kareana memang palembang adalah negerileluhurnya, nenek moyang mereka memang orang palembang.
    demak itu bukanlah kelanjutan maja pahit. demak adalah perpanjangan tangan palembang.
    deamak menghancurkan jawa majapahit yang sudah pindah ke daha dengan raja girindra. girindra ini adalah menantu brawijaya V raja majapahit mojokerto. brawijaya V dan majapahit dimojokerto dihancurkan oleh daha.
    dan raden fatah dengan pasukannya yang terdiri dari 80% orang palembang yang datang langsung dari palembang dan 20% santrri/ murid wali songo. demak belum punya tentara. demak belum jadi kerajaan. setelah demak menghancurkan maja pahit didaha dan membunuh girindra barulah kerajaan demak berdiri. peristiwa ini di gambarkan pasukan palembang datang menyerang majapahit daha bagaikan ombak yang bergulung gulung dan bagaikan air bah yang membumi hanguskan majaphit daha. peristiwa ini sama persis dengan peristiwa pralaya yang melenyapkan kerajaan medang dan membunuh semua pembesarnya yang mana medang pada waktu itu dihancurkan seriwijaya.
    JADI KERAJAAN DEMAK ITU BUKANLAH PEMBERIAN / WARISAN BRAWIJAYA V ATAU KELANJUTAN MAJAPAHIT. KERAJAAN ISLAM DEMAK ITU BERDIRI KARENA USAHANYA SENDIRI YAKNI WALI SONGO DAN PARA SANTRINYA/ MURID- MURIDNYA DAN PASUKKAN TENTARA PALEMBANG. PERANG ANTARA DEMAK DAN MAJAPAHIT DAHA PENGGING ITU ADALAH PERANG SABILILLAH ANTARA HIDUP DAN MATI. ANDAI DEMAK KALAH PADA WAKTU ITU MUNGKIN TIDAK AKAN PERNAH ADALAGI ISLAM DIJAWA. PAHAM KALIAN SUKU JAWA..
    pengiriman raden fatah dan raden husen ke jawa dari palembang itu adalah misi khusus arya damar dan wali songo.

    adapun kemudian raden patah menjadi raja islam dijawa. tentu beranak pinak dan berasimilasi dengan suku jawa.
    maka wajar keturunan raden fatah yang kesekian telah menggunakan bahasa keraton jawa sebagai bahasa keraton.
    jadi wajar cicit- cicit radenpatah yang kemudian kepalembang pasca hancurnya kerajaan demak yang kemudian mendirikan kesultanan palembang darussalam itu berbahasa keraton jawa. dan wajar pula kesultanan palembang darussalam ini mengatakan kalau kesultanan palembang darussalam adalah kesultanan melayu. karena memang asalnya dari melayu nenek moyang mereka memang orang melayu. dan wajar pula kesultanan palembang darussalam ini adalah kesultanan habaib/ para habib, karena kakek moyang mereka memang para habib/ keturunan Rasulullah SAW dari mekkah sana.
    tidak pernah kesultanan palembang darussalam ini mengatakan kesultanan jawa walaupun mereka berbahasa keraton jawa. kalau mereka mengatakan kelanjutan demak ya betul.

    KITAB NEGARA KERTAGAMA ADALAH PITNAH BESAR YANG DILAKUKAN OLEH EMPU PRAPANCA, GAJAHMADA, SUKU JAWA TERHADAP SUNDA, MADURA, LUMAJANG, NUANTARA, ASIA TENGGARA

    PERBEDAAN SERIWIJAYA DENGAN MAJA PAHIT
    Kedua kerajaan ini di kabarkan konon katanya adalah kerajaan besar yang menguasai nusantara.
    Cuman pertannyaan muncul apa benar ? kalau benar apa buktinya?
    Tentu untuk membuktikannya adalah dengan bukti sejarah/ pakta sejarah otentik dan catatan2 asing yang sezaman dengan seriwijaya atau maja pahit yang netral yang tidak ada kepentingan. Kalau catatan belanda semuanya bohong tidak ada yang benar catatan belanda itu karena belanda jelas ada kepentingan untuk memecah belah dan menguasai nusantara. Dan belanda tidak tau zaman majapahit apalagi zaman seriwijaya, mana mungkin orang belanda bisa bercerita tentang majapahit apalagi seriwijaya.
    Sebagai bukti kalau belanda tukang pembohong. Orang belanda menulis sejarah islam pertama disebarkan dinusantara oleh orang gujarat Pada abad 13. Kenyataannya islam disebarkan pertama dinusantara langsung dari pusatnya yakitu mekkah dan madinah pada masa nabi Muhammad SAW. Bahkan Muawiyah pernah datang ke nusantara. Kerajaan islam pertama adalah samudra pasai padahal jauh sebelum samudra pasai sudah ada kerajaan islam perlak yang diserang oleh seriwijaya yang dalam peperangan itu sultan perlak gugur sebagai syuhada. Patahillah adalah syarip hidayatullah adalah sunan gunung jati padahal mereka adalah lain patahillah bukanlah syarif hidayatullah atau sunan gunung jati. Raja nusantara pertama yang beragama islam adalah marah siluh padahal raja islam pertama nusantara adalah seri indrawarman raja seriwijaya. Seriwijaya adalah seratus persen kerajaan budah. Padahal sesungguhnya kerajaan seriwijaya itu adalah kerajan budah, islam, hindu. Yang ketiganya salaing berebut pengaruh dan kekuasaan. Semua sejarah yang ditulis orang belanda tidak ada yang benar
    Kembali ke tantang seriwijaya dan majapahit yang katanya sama sama besar tetapi jika kita perhatikan dan teliti dan kaji lagi dengan koreksi kritis ada perbedaan yang mencolok antara seriwijaya dan maja pahit.
    Perbedaan itu antara lain
    1. Kalau majapahit lebih dulu menceritakan sumpah palapa gajah mada yang menguasai nusantara. Sumpah palapa itu sebenarnya baru rencana gajahmada untuk menyatukan nusantara. Berdasarkan rencana gajahmada itu langsung dimasukkan semua kewilayah majapahit dan peta wilayah majapahit sama persis dengan indonesia sekarang bahkan malaysia dimasukkan kewilayah majapahit. Padahal belum tentu berhasil cita cita gajah mada itu jangan2 gagal total
    2. Sedangkan seriwijaya lebih dulu berdasarkn prasasti dan catatan asing kalau wilayah itu telah dikuasai oleh seriwijaya. Dan peta wilayah seriwijaya hanya sebagian sumatra, jawa barat, sebagian kecil kalimantan barat dan malaysia.
    3. Kalau seriwijaya banyak sekali yang menklaim bahkan semua mengklaim.
    4. Kalau maja pahit satupun tidak ada yang mengklaim. Selain dari jawa timur bahkan madura saja enggan mengklaim majapahit. Padahal berdasarkan sejarah majapahit itu bisa tegak karena madura. Sunda juga malas mengklaim majapahit padahal ayah raden wijaya adalah orng sunda.
    Berdasarkan 4 poin ini mari sama-sama kita teliti lagi dengan koreksi kritis tentang kebesaran seriwijaya dan majapahit atau jangan- jangan bohong semua keduanya.

    1. Rencana gajah mada yang terkenal dengan sumpah palapanya yang tidak akan bersenang senang jikalau nusantara belum menjadi wilayah majapahit. Kemudian sertamerta peta wilayah majapahit adalah indonesia sekarang dan malaysia. Sekarang koreksi kritisnya. Tidak ada prasasti majapahit diwilayah itu atau tanda tangan gajah mada diwilayah wilyah yang disebutkan oleh gajah mada dalam sumpah palapanya itu kalau wilayah itu telah di serang atau ditaklukkan oleh gajah mada / majapahit kecuali hanya di bali bagian selatan saja. Itupun adityawarman yang menyerang dan menghabisi orang orang bali itu. Yang pada awalnya aditya warman menyerang bali bagian utara dan gajah mada menyerang bali bagian selatan. Aditya warman lebih dulu kembali kemaja pahit dengan membawa kepala raja bali sedangkan gajahmada gak tuntas tuntas menghadapi perlawanan bali. Bahkan kocar kacir gajah mada. Kemudian aditya warman kembali menyerang bali dan menghabisi raja bali gajahmada bukanlah panglima perang lapangan gajahmada ini lebih cendrung jendral konseptor/ ahli strategi. Sedangkan panglima perang maja pahit adalah aditya warman aditya warmanlah jendral lapangan ahli perang dilapangan. Entah apa jadinya majapahit kalau tidak ada adityawarman. Kemudian adalagi jasa panglima majapahit yaitu laksamana nala. Sebenarnya armada laut majapahit laksamana nala ini yang berperan bukan gajah mada.
    Sepertinya gajahmada ini orang penakut buktinya untuk menaklukkan pajajaran di negri sunda gajah mada membawa pasukkan 15.000 untuk menghadapi rombongan calon penganten yang hanya berjumlah 300 orang sungguh sangat memalukan dan menjijikkan.
    Dan buktinyata pajajaran tidak pernah takluk kepada majapahit. Pajajaran masih eksis .
    Kapan gajahmada menyerang palembang tidak ada prasastinya dipalembang tidak pernah majapahit menyerang palembang. Palembang masuk kewilayah majapahit atas jasa aditya warman/ arya dillah bukan dengan pertumpahan darah tetapi dengan diplomasi hubugan kekeluargaan. Begitu juga dengan dharmasraya atau sumatra barat tidak pernah gajah mada ke situ tetapi jasa adityawarman yang menjadikan sumatra barat menjadi wilayah majapahit. Tidak pernah pasukkan majapahit menghancurkan sumatra barat. Bahkan pasukan maja pahit dibantai habis oleh aditya warman disumatra barat ketika aditya warman mendirikan kerajaan pagarruyung. Dan majapahit mana berani menyerang adityawarman.
    Begitu juga malaysia tidak ada satupun prasasti majapahit dimalaysia kalau malaysia menjadi wilayah maja pahit/ diserang dandihancurkan dan oleh majapahit atu gajah mada.
    Bahkan dilampung saja tidak ada prasasti majapahit kalau lampung di taklukkan majapahit.
    Bahkan dalam catatan naskah jawa dikatakan sijawa raja majapahit sisunda raja pajajaran silampung ratu balaw. Artinya ketiga kerajaan ini ada rajanya masing masing dan bukan wilayah majapahit.
    Dan ditulis dalam sejarah majapahit menyerang pemberontakan palembang. Sebenarnya yang melakukan pembrontakan itu bukan orang palembang tetapi bajak laut cina. Karena palembang telah menjadi sarang bajaklaut cina di asia. Dan yang menumpasnya adalah laksamana cengho dengan membawa seluruh angkatan laut cina yang sangat besar yang terkenal dengan kisah pelayaran laksamana cengho. Sepertinya gajah mada itu tukang pembuwal. Besak mulut saje. Sumpah palapa itu sepertinya gagal.
    Dan dalam catatan luar tidak ada yang mengatakan majapahit itu sebesar yang di buat di peta wilayah majapahit itu.
    Dan dalam akhir hayat gajahmada sepertinya dia hidupnya tersisih dan terasing dan merana dikucilkan orang tidak ada istri, tidak ada keturunan, tidak ada sanak saudara, tidak ada teman. dan itulah sumpah palapa gajahmada yang tidak akan bersenang senang selama hidupnya sebelum wilayah nusantara dipersatukan dan untuk menebus rasa bersalahnya itu gajahmada memenuhi sumpahnya gajah mada mati dengan sangat memalukan dengan minum racun.
    Sekarang kita bandingkan dengan seriwijaya. Yang wilayahnya di gambarkan dipeta sebagian sumatra sebagian kecil kalimantan barat, jawa barat, dan malaysia. Dan ditulis dalam sejarah yang dimaksud bumi jawa yang di taklukkan seriwijaya itu adalah tarumanegara atau jelasnya adalah jawa barat. Tetapi prasasti kekuasaan kerajaan seriwijaya dan dinasti selendranya ada dimana mana. Jelas seluruh jawa adalah wilayah kerajaan seriwijaya dengan penguasa dinasti selendranya. Seluruh prasastinya ada. Jelas yang dimaksud bumi jawa oleh dapunta itu adalah jawa bukan jawa barat. Jaman dulu jawa barat itu adalah tanah sunda / bumi parahyangan/ galuh. Sedangkan yang ditulis oleh dapunta adalah bumi jawa. Bahkan sebenarnya tanah sunda itu mengakui kedaulatan seriwijaya karena dapunta menikah dengan putri raja sunda. Sedangkan yang dihancurkan oleh dapunta adalah kerajaan kaling jawa tengah perasastinya terdapat di kabupaten batang jawa tengah. Kemudian keturunan raja galuh yang bernama sanjaya menyingkir ke jawa tengah karena mendapat desakan dari seriwijaya mendirikan kerajaan mataram hindu kemudian itupun dikuasai oleh dinasti selendra dan sebenarnya sanjaya pun adalah masih keturunan yang berasal dari galuh yang masih keturunan dinasti selendra/ raja raja seriwijaya. Dan gelar gelar raja mataram hindu itu adalah rakai dan mengakui kedaulatan seriwijaya. Dan kerajaan mataram hindu itu dihancurkan oleh seriwijaya. Dan patih kerajan mataram hindu mpu sendok menyingkir ke jawa timur dengan mendirikan kerajaan medang. Jelas sudah musuh bebuyutan jawa adalah seriwijaya prasasti prasasti seriwijaya/ dapunta/ dinasti selendra yang berada dijawa itu berbahasa melayu rumpun pasemah sumatra selatan. Kemudian raja jawa timur ini yang bernama teguh darmawangsa nekat menyerang seriwijaya yang berakibat patal dengan serangan balik seriwijaya yang memusnahkan seluruh jawa timur. Satu satunya yang selamat adalah air langga yakni menantu darmawangsa, yang berasal dari bali. Sebenarnya itu sengaja dibiarkan oleh seriwijaya karena airlangga adalah keturunan seriwijaya juga karena seriwijaya juga menyerang bali dan mendirikan kerajaan bali dan prasastinya ada di bali artinya seluruh jawa dan bali adalah wilayah kerajaan seriwijaya ada prasastinya dan ada catatan dari luar tentang hal itu, kenapa dipeta wilayah seriwijaya hanya jawa barat saja yang dimasukkan.
    Kemudian dalam peta seriwijaya dimasukkan hanya sebagian kecil kalimantan barat. Padahal prasasti di kalimantan selatan menjelaskan kalau seriwijaya menguasai kalimantan selatan dengan kedatangan pasukaan seriwijaya di banjar yang berasimilasi dengan dayak . sedangkan majapahit kapan menyerang kalimantan tidak ada prasasti dikalimantan kalau majapahit pernah menyerang kalimantan.
    Begitu juga dengan sulawesi kapan gajah mada menyerang dan menaklukkan sulawesi di sulawesi satupun tidak ada prasasti kalau majapahit menyerang dan menaklukkan sulawesi. Apalagi maluku dan papua mana ada prasasti majapahit disitu kalau wilayah itu dihancurkan dan ditaklukkan gajahmada/ majapahit. Satu satunya sumber tentang kebesaran wilayah majapahit hanyalah kitab negara kertagama yang mencatat rencana gajahmada yang bersumpah dihadapan maha rani majapahit tribuwana tunggadewi, yang terkenal dengan sumpah palapa. Itu baru rencana. Dan bila melihat akhir kehidupan gajah mada yang merana karena menanggung malu itu sepertinya rencana gajahmada itu gagal total.
    Kitab negara kerta gama dan pararaton itu adalah karangan orang gila orang gak waras orang setres mpu prapanca itu adalah guru sepiritual kerajaan yang dipecat oleh hayam wuruk dan dibuang ke desa terpencil. Kitab itu untuk menjilat untuk mengambil hati hayam wuruk dasar tua bangka keparat mpu prapanca ini yang mengarang kitab semau mau jidat dia saja hal hal yang membesarkan dirinya sendiri ditulis dan hal hal yang mengagung agungkan majapahit tanpa ada bukti sedangkan kisah kisah sejarah perang bubat pemberontakan ranggalawe sedikitpun tidak di sebut sebut. Mpu penjilat ini memasukkan semua wilayah yang disebut oleh gajah mada dalam rencana gajah mada itu kedalam majapahit, Padahal itu baru rencana gajah mada dan rencana itu gagal total. Jangankan menguasai nusantara menguasai jawa timur saja maja pahit tidak bisa. Maja pahit itu dibagi dua sebelah timur adalah kerajaan lumajang dengan rajanya arya wira raja sebagaimana sumpah raden wijaya yang akan membagi dua maja pahit dengan arya wira raja jika berhasil menggulingkan jaya katwang. Karean atas pertolongan dan jasa arya wira raja. Dan sampai majapahit lenyap di bumi, lumajang tetap merdeka. Apa lagi sulawesi, kalimantan, sumatra, maluku, papuas sedikitpun tidak ada hubungannya dengan maja pahit.
    Dassar besar omong saja sigajah mada ini. Kalau sumatra itu adalah wilayah aditya warman/ arya damar. Dan semua orang maja pahit dibantai habis oleh adityawarman bagaimana bisa dikatakan kalau sumatra adalah wilayah majapahit orang orang maja pahit dicincang oleh adityawarman. Bahkan 10 kali lebih besar pagarruyung daripada majapahit. Maja pahit hanyalah seujung kuku pagarruyung , hanya sebagian jawa timur, bali, lombok saja wilayah majapahit itu. Itupun keluarga adityawarman yang menaklukkannya dan menguasainya bukan gajah mada.
    Gajahmada adalah si besarmulut dan penakut dan pengecut dan licik, sedangkan mpu prapanca sipengarang kitab dongeng negara kertagama adalah sipenjilat dan orang setres.karena dipecat dari jabatannya sebagai resi kerajaan.
    Kalau dikatakan majapahit yang menyerang dan menghancurkan seriwijaya itu adlah salah besar ketara betul orng itu bodoh gakpunya otak di zaman maja pahit sudah tidak adalagi kerajaan seriwijaya bodoh. Yang ada dharmasraya dan pagarruyung yang raja rajanya adalah keturunan seriwijaya/ berasal dari seriwijaya. Dan seriwijaya sudah bukan dipalembang lagi pusatnya.

    2. Perbedaan yang mendasar antara seriwijaya dan maja pahit adalah seriwijaya di setiap wilayah kekuasaannya selalu ada prasastinya kalau wilayah itu telh diserang dan ditaklukkan oleh seriwijaya. Dan hampir semua wilayah taklukkan seriwijaya itu di peroleh dengan jalan peperangan hanya sunda saja dengan jalan damai yak ni pernikahan dapunta dengan putri sunda. Sedangkan majapahit gagal memperistri putri sunda akibat ulah gajah mada. Dan pajajaran tidak pernah mengakui kedaulatan majapahit atas tanah sunda. Dan pajajaran masih tetap exis berbarengan dengan majapahit. Sedangkan seriwijaya yang memperistri putri tarumanegara menakibatkan hilangnya kerajaan tarumanegara. Trumanegara tidak pernah ada lagi setelah pernikahan dapunta dengan putri sunda itu. Sedangkan wilayah majapahit sebagian besar diperoleh dengan jalan diplomasi sepertinya hanya bali dan p umbawa saja yang diperoleh dengan jalan peperangan.
    3. Perbedaan ketiga yang mendasar antara seriwijaya dan maja pahit adalah seriwijaya banyak sekalai yang mengklaim bahkan hampir semua wilayah yang ditaklukkan seriwijaya mengklaim seriwijaya. Ini adalah sebagai bukti kalau wilayah itu benar benar menjadi wilayah kerajaan seriwijaya. Semakin banyak yang mengklaim seriwijaya maka semakin luas pula wilayah seriwjaya itu sesungguhnya. Padahal sudah jelas seriwijaya itu terletak dan berasal dari wilayah/ kerajaan yang berada di antara kerajaan melayu ( jambi sekarang) dan kerajaan tulang bawang ( lampung sekarang.) jadi antara kerajaan melayu dan kerajaan tulang bawang/ antara jambi dan lampung itu lah seriwijaya yang sesungguhnya. Tetapi masih banyak yang mengklaimnya membuktikan kalau wilayah itu benar benar wilayah seriwijaya.
    4. Majapahit satupun tidak ada yang mengklaim. Sunda saja tidak mau padahal ayah raden wijaya (raja pertama maja pahit) adalah orang sunda. Kenapa sunda tidak mau mengakui majapahit karena sunda bukan wilayah majapahit sampai maja pahit lenyap sunda tetap ada. Jangankan sunda madura saja tidakmau mengakui maja pahit dan madura sampai majapahit runtuh tetap merdeka bukan wilayah majapahit. Jangankan madura lumajang saja bukan wilayah majapahit apa lagi sulawesi kalimantan sumatra, maluku, papua. Dan bali beserta lombok yang menaklukkan dan menguasainya adalah keluarga aditya warman. Mana gajah mada besar mulut aja. Gajahmada pernah duakali menyerang pajajaran kedua duanya gagal hampir semua pasukkan gajahmada dibantai lari terbirit birit gajah mada. Sebenarnya gajah mada menghadang rombongan penganten diyah pitaloka putri seri baduga yang bejumlah 300 orang sedangkan gajah mada membawa 15.000. bayangkan apa tidak gila dan kalap gajah mada ini. Sebenarnya gajh mada ini adalah dendam dengan pajajaran yang telah meluluh lantahkan pasukkannya dulu.
    Adityawarman datang kepajajaran untuk minta ma’af atas nama majapahit. Aditya warman ini adalah anak dari dara jingga dengan abyabrahman dan aditya warman adik cakra dara cakra dara adalah ayah hayamwuruk jadi aditya warman adalah pak cik nya hayam wuruk. Wajar aditya warman mewakili hayamwuruk selaku keponakannya untuk minta ma’af kepada pajajaran. Dara jingga adalah kakak dara peta k, dara petak adalah istri radenwijaya dan ibu jaya negara. Dara petak dan dara jingga adalah putri kerajaan dharmasraya yang berasal dari keturunan raja raja seriwijaya.
    Ya sumatra ditaklukkan aditya warman/ arya damar/ arya dillah dan nenek moyangnya di dharmasraya dan seriwijaya. Tapi kemudian aditya warman tidak pernah tunduk kepada maja pahit dan mendirikan kerajaan pagarruyung. Jadi sumatra bukanlah wilayah majapahit tetapi wilayah aditya warman dan pagarruyung.
    Jangan pernah lagi jawa mengatakan semua nusantara adalah majapahit semua nusantara ditaklukkan oleh gajah mada sebelum ada prasastinya yang membuktikan kalau wilayah itu telah di taklukan oleh gajah mada atau telah menjadi wilayah maja pahit.
    Jangan dikira kitab negara kertagama itu benar isinya kitab itu adalah kitab penjilat.
    Jangan dikira gajahmada itu berhasil mewujudkan hayalannya dalam ucapan sumpah palapa itu.
    Dan kitab negara kertagama itu karangan siorang gila yang bernama mpu prapanca itu adalah karang- karangan mpu prapanca saja
    Ya sekarang orang jawa bisa banga karena jumalah penduduk terbesar di indonesia. Tetapi jangan lupa jawa secara willayah adalah minoritas, hanya 3 propensi ( jawa tengah, jogja, jawa timur) jawa barat bukan lagi suku jawa tetapi sunda, banten, betawi. Dan madura bukan lagi suku jawa tetapi suku madura. Bandingkan dengan 33 propensi di indonesia. Dan indonesia terbentuk karena persamaan nasib dan harkat martabat Sebagai bangsa yang dijajah oleh belanda, sebagai masyarakat kelas 3/ bumi putra/ kelas paling bawah sebagai bangsa yang tertindas. Atas persamaan nasib itulah indonesia bersatu dan merdeka.
    Indonesia ini bukan jawa, rakyat dari sabang sampai meroke mempunyai hak kewajiban yang sama atas indonesia. Kamu orang suku jawa jangan pernah bepikir presiden harus suku jawa buang jauh- jauh pikiran itu sebab kalau tidak bubar indonesia.
    Timor leste/ timor timur mereka sebenarnya bukan menbenci indonesia, mereka tau kalau mereka adalah bangsa indonesia dan mereka sebenarnya sangat mencintai indonesia. Tetapi orang2 timor leste sebenarnya sangat membeci dan muak dengan suku jawa. Begitu juga papua, maluku/ RMS, sulawesi/ permesta, aceh/ GAM, PRRI, mereka semua sangat mencintai indonesia. Tetapi merka semua sangat membenci dan sangat muak dengan suku jawa. Begitu juga malaysia dan singapura tau mereka darimana asal mereka mereka sangat menghormati indonesia terlebih palembang, minang kabaw, bugis, aceh. Tetapi mereka sangat muak dan jijik dengan suku jawa. Semua orang benci dengan jawa bukan karena iri atau benci dengan orangnya, tetapi semua orang benci dengan suku jawa karena sipatnya yang sangat licik, culas rakus, gila kekuasaan, merasa paling berkuasa, tukang pitnah, tukang adu domba, tukang berzina dengan istri majikan seperti ken arok, tukang MELET perempuan, tukang santet, tukang dukunin orang, itulah sipat watak dan kelakuan suku jawa.

    Menulis sejarah jangan lagi asal tulis saja semau mau pengarang saja. Sekarang orang cerdas semua dan berpikiran kritis semua. Dan akan di buktikan orang betul. Gak akan orang enggiih- enggih aja, Nanti dulu teliti dulu buktikan dulu
    Kitab negara kerta gama Majapahit menguasai asia tenggara adalah suatu fitnah yang terbesar terhadap nusantara dan asia tenggara yang dilakukan oleh mpu prapanca dan gajahmada dan suku jawa.

    Kartu Jawa Kartu Majapahit Yang Pegang Adalah Orang- Orang Yang Menjadi Cikal Bakal Seriwijaya Yaitu Propensi Sumatera Selatan Dan Bengkulu. Apa Mau Dibuka???????????????
    Bukti sejarah yang paling kuat adalah prasasti dibatu dan istana. Kedua dunya tidak ada dinusantara prasasti majapahit kecuali dibali dan lombok saja. Itupun bergandeng dengan aditya warman dan saudara- saudaranya.
    adapun tentang kitab negara kertagama itu adalah buku karangan mpu prapanca. Mengarang buku siapa saja bisa dan mengarang buku bisa sambil tidur sambil mimpi dan sambil menghayal dan semau mau pengarang. Dan bisa hanya berada didalam kamar saja kalau mengarang buku entah benar entah tidak
    sedangkan prasasti di batu tidak bisa asal tulis saja kalau tempat itu belum ditaklukkan . Bunuh orang kalau asal tulis saja, asal ancam, saja, asal kutuk saja tempat orang kalau belum wilayah itu benar- benar telah ditaklukkan.. dan membuat prasasti dibatu tidak bisa sambil tidur, sambil mimpi, sambil menghayal.
    Mana prasasti gajah mada yang menegaskan kalau wilayah wilayah husantara telah ditaklukkan oleh gajah mada gak ada, cuman di Bali dan lombok saja, itu juga aditya warman yang menaklukkan dan menguasainya.
    Gajah mada mati dalam keadaan hina, tidak ada istri, tidak ada keturunan, tidak ada kawan tidak ada pengikut, tidak ada saudara. Itulah akibat orang besar omong hingga akhirnya makan sumpah nya sendiri.
    Mungkin setelah peristiwa bubat kesabaran hayam wuruk habis sehingga gajah mada diusir oleh hayam wuruk. Karena satupun tidak ada yang terbukti sumpah palapa itu ditambah pula dengan peristiwa bubat yang sangat memalukan majapahit.
    Dan untuk mengingatkan hayamwuruk akan jasa gajah mada yang telah menyelamatkan jaya negara dan menumpas pembrontakan rakuti walaupun sumpah palapa itu gagal ditulislah negara kerta gama oleh seorang empu penjilat situa bangka keparat yang bernama prapanca.
    Kalian suku jawa menggung agungkan ken arok, wikramawardana, jakatingkir dan melecehkan tunggul ametung, bre wirabumi, arya penangsang.
    Kalian tau tidak siapa kenarok, wikramawrdan, jaka tingkir
    Ken arok adalah manusia paling bejat didunia, manusia iblis,licik, culas, tak tau balas budi, gila kekuasaan gila pangkat, tukang berzina dengan istri majikan, pembunuh majikan/ suami kendedes, pembunuh kebo ireng dengan pitnah keji, pembunuh mpu gandring gurunya sendiri yang membuatkan keris mpu gandring, tukang pitnah, itu nenek moyang kamu orang suku jawa yang kalian agung agungkan .
    Berhati- hatilah dengan orang jawa yang menjadi pembantu, tukang kebun, sopir, selip sedikit bisa berzina istri dengan pembantu/ pelayan , sopir, tukang kebun orang jawa. Belajarlah dari sejarah ken arok dan kendedes. Sebenarnya raja2 singao sari dan maja pahit itu darah tunggul ametung lebih kental daripada darah kenarok. Kerta negara adalah anak rangga wuni. Ranggawuni adalah anak anusapati, anusa pati adalah anak tunngul ametung. Gayatri adalah anak kerta negara berarti keturunan gayatri adalah keturunan tunggul ametung. Sedangkan raden wijaya ayahnya adalah orang sunda tidak ada sedikitpun hubungan dengan ken arok. Garis keturunan kenarok dari pihak ibu raden wijaya yaitu dyah lembutal. Dyah lembutal anak singamurti singamurti adalah ank mahisa wong ateleng. Mahisa wong ateleng adalah anak ken arok.
    Raden wijaya menikah dengan dara petak putri dharmasraya yang keturunan raja raja seriwijaya. Mempunyai putra bernama jaya negara ( raja kedua maja pahit)
    Kakak dara petak yang bernama darajingga kawin dengan abya brahman berputra cakra dara, arya damar/ aditya warman, arya sentong, cakra dara kawin dengan ratu tribuwana tungga dewi, jadi arya damar/ aditya warman, arya sentong adalah adik ratu/ maha rani tribuwana tungga dewi sekaligus menjadi ipar tribuwana tungg dewi.cakra dara dan tribuwana tunggadewi berputra yang bernama hayam wuruk. Hayam wuruk berputri kusumawardani. Kemudian cakra dara kawin lagi dan berputra yang bernama raden sotor. Raden sotor berputra bernama prameswara yang menjadi raja malaka.
    Hayam wuruk kawin lagi berputra brewirabumi. Jadi brewirabumi, kusumawardani, prameswara adalah bersaudara, kakek mereka sama yaitu cakra dara. Cakra dara anak darajingga, darajingga anak raja dharmas raya. Dharmasraya berasal dari raja raja seriwijaya. Seriwijaya berasal dari rumpun suku bangsa pasemah/ besemah( wilayah gunung dempo, gunung kaba, pagar alam, lahat, musirawas/ lubuk linggau, musi ulu, musi banyu asin, kubu rawas, empat lawang, muara enim, ogan, semendo, kaur, rejang, manak, padang guci/ wilayah propensi sumatera selatan dan Bengkulu).
    Kalau kusumawardani dan wirabumi saudara satu ayah. Kusuma wardani dan wirabumi saudara satu kakek dengan prameswara.
    Brewirabumi dan prameswara tidak mempermasalahkan kusuma wardani. Tetapi yang membuwat brewirabumi dan prameswara naik darah ngapain wikramawardana yang menjadi raja maja pahit.
    Kalau kusumawardani adlah putri hayam wuruk dan cucu cakra dara sama dengan brewirabumi dan prameswara cucu cakra dara. Tapi wikramawardana siapa??? Damarwulan. Gak ada hubungannya sedikitpun dengan majapahit.
    Cakra dara kakek kusumawardani, berewirabumi, prameswara tidak menjadi raja majapahit. Tau diri cakradara. Tetap istrinya yang menjadi maha rani tribuwana tunggadewi. Lah wikramawardana datang datang jadi raja maja pahit sungguh taktau diri taktau malau. WAJAR BRE WIRABUMI DAN PRAMESWARA NAIK DARAH DAN BERSATU MEMERANGI WIKRAMAWARDANA.
    Dan bila melihat garis leluhur prameswara dari cakra dara, darajingga, dharmasraya, seriwijaya, wajar prameswara mengaku keturunan palembang yang berasal dari raja- raja seriwijaya. Ketika prameswara lari ke tumasik/ singapura disana berkuasa gubernur kerajaan siyam yang mana tumasik adalah wilayah kerajaan siyam mana ada tumasik masuk wilayah majapahit palak bapak gajah mada dan mpu prapanca saja gila memasukkan tumasik wilayah majapahit.. Kemudian gubernur kerajaan siyam yang berkuasa di tumasik itu dibunuh oleh prameswara kemudian lari ke malaysia dan mendirikan kerajaan malaka. Adapaun kemudian prmeswara beragama islam karena leluhurnya dari seriwijaya memang sudah banyak yang beragama islam. Arya damar, seri indra warman ( raja kedua seriwijaya) beragama islam. Dan seriwijaya itu sebenarnya adalah kerajaan budah, islam, hindu, yang ketiganya berebut pengaruh dan kekuasaan.
    Sekarang jaka tingkir yang bagi orang jawa diagung- agungkan dan orang jawa melecehkan arya penangsang. Jaka tingkir itu adalah manusia sombong, licik, culas, gila kekuaaan, gila pangkat, taktau malu, taktau diri. Siapa jaka tingkir? Tidak ada sedikitpun mempunyai hubungan darah dengan demak/ raden patah. Jaka tingkir hanyalah menantu terenggono.
    Sedangkan arya penangsang adalah cucu raden patah anak sedainglepen. Setelah wapat pati unus seharusnya yang menjadi raja demak adalah adiknya yang kedua / sedoing lepen/ ayah arya penangsag karena pati unus tidak mempunyai keturunan. Tapi sedoing lepen dibunuh prawoto anak trenggono. Sehingga ayah prawoto/ adik sedoing lepen yang menjadi raja yaitu ternggono. Wajar arya penangsang membunuh prawoto orang yang telah membunuh ayahnya. Arya penangsang tidak membunuh trenggono/ adik ayahnya/ pamannya. Setelah wapat ternggono maka lebih berhak arya penagsang daripada putri trenggono. Wajar arya penangsang yang menjadi raja demak tetapi kenapa jaka tingkir ikut campur. Kenapa jaka tingkir yang ingin menjadi raja/ sultan. Putri ternggono saja/ istri jaka tingkir saja tidak mau menjadi ratu/ sultanah dia tau arya penangsang jauh lebih berhak daripada dia. Lalu kenapa jaka tingkir yang menjadi raja/ sultan, dasar tak tau diri tak tau malau jaka tingkir ini. Wajar arya penangsang naik darah dengan jaka tingkir.
    Kata orang jawa arya penangsang mati kena kerisnya sendiri padahal arya penagsang selamat pergi ke sumatra selatan kedaerah komering dan ogan ilir dan prabu mulih dan keturunanya banyak di prabumulih dan ogan ilir sumatra selatan.
    Pada saat seminar nasional tentang peradaban rumpun suku bangsa pasemah sebagai pendahulu serwijaya yang diadakan di kota pagar alam sumatera selatan raja bali dan seri sultan HBX datang.
    Untung saja sultan jawa ini dan raja bali ini tidak membantah. Seandainya membantah bisa kehilangan muka raja jawa dan raja bali ini. Bisa diungkit semua bagaimana bali dan jawa itu bagaimana hubungannya dengan rumpun pasemah, apa isi prasasti sojomerto batang jawa tengah apa ada bahasa jawa disitu yang menuliskan nama dapunta selendra tulen prasasti itu berbahasa melayu rumpun pasemah . unutung sultan jawa ini baik malah mengadakan silaturahmi dengan tokoh- tokoh rumpun pasemah baik yang berada disumsel dan bengkulu, Malah seri sultan HBX mengatakan kalau dia dan keluarganya berasal dari rumpun pasemah dan datang kepagar alam- sumsel adalah pulang kampung. Adapun tentang asal usul seriwijaya perlu penelitian lagi. Sedangkan raja bali sepertinya sedih dan kecewa karena jejak hindu budah pada masyarakat rumpun pasemah sebagai asal usul dapunta selendra lenyap sama sekali dan telah menjadi masyarakat islam semua. Sedangkan bukti- bukti tentang rumpun pasemah sebagai asal usul seriwijaya dan dapunta selendra sudah sangat jelas kalau masih ingin diteliti lagi tambah bagus. Tapi teliti lagi juga semua seluruh sejarah di Indonesia termsuk teliti lagi juga maja pahit yang katanya menguasai nusantara sedangkan tidak ada bukti kebesaran majapahit, baik itu prasasti gajah mada/ maja pahit ditempat tempat yang disebut dalam hayalan gajah mada dan ditulis mpu prapanca dalam kitab negara kerta gama, istana maja pahit tidak ada, Satu satunya rujukan majapahit hanya kitab dongeng Negara kerta gama saja, yang menulis rencana dan hayalan gajah mada.
    Kalau ada prasastinya mana?????????????????
    Kartu jawa dan majapahit yang pegang orang-orang yang menjadi cikal bakall seriwijaya yaitu orang- orang sumatera selatan dan bengkulu. Apa mau dibuka??????????????????????????????????

    Kamu orang orang suku jawa tidak usah banya tingkah semua kerajaan dijawa itu berasal dari sunda semua . gak ada kerajaan dan raja dijawa apa lagi dijawa timur. Baru ada setelah empu sendok lari kejawa timur baru ada kerajaan dijawatimur itupun dimusnahkan oleh kerajaan seriwijaya. kalau mataram hindu itu berasal dari sunda dari galuh tanah sunda. siapa sanjaya itu?? anak sana raja galuh tanah sunda.
    Gak ada kerjaan gak ada raja dijawa. Semua berasal dari sunda dan seriwijaya semua. Dari arah barat kerajaan2 dijawa itu dari banten, sunda, jawa tengah terakhir jawa timur dan sekarang yang paling akhir jogja dan solo. Kamu suku jawa gak usah gaya. Selendra dijawa itu adalah orng orang seriwijaya yang menikah dengan orang- orang sunda itulah yang menjadi raja- raja dijawa itu paham kalian suku jawa ( jawa tengah, jogja, jawatimur) dinasti selendra berasal dari jawa dari mana dari hongkong. Gak ada kerajaan gak ada raja dijawa itu dulu. Semua berasal dari sunda dan seriwijaya. Kerajaan kaling itu lenyap dihancurkan seriwijaya.
    Kartu jawa dan majapahit yang pegang orang-orang yang menjadi cikal bakall seriwijaya yaitu orang- orang sumatera selatan dan bengkulu. Apa mau dibuka??????????????????????????????????
    putra sumsel | 12 Januari 2014 pada 20.00

    0

    0

    Rate This

    KITAB NEGARA KERTA GAMA ADALAH PITNAH BESAR YANG DILAKUKAN OLEH EMPU PRAPANCA, GAJAH MADA, SUKU JAWA. TERHADAP SUNDA, MADURA, LUMAJANG, NUSANTARA DAN ASIA TENGGARA..

    DIBAWAH INI ADALAH BUKTI KALAU BALI ADALAH WILAYAH SERIWIJAYA.
    Shri Kesari Warmadewa adalah Wangsa Warmadewa yang pernah berkuasa di Pulau Bali, Indonesia dari Tahun 882 M s/d 914 M.
    Dalem Shri Kesari pendiri Dinasti Warmadewa di Bali. Raja dinasti Warmadewa pertama di Bali adalah Shri Kesari Warmadewa [ yang bermakna Yang Mulia Pelindung Kerajaan Singha] yang dikenal juga dengan Dalem Selonding, datang ke Bali pada akhir abad ke-9 atau awal abad ke-10, beliau berasal dari Sriwijaya(Sumatra) di mana sebelumnya pendahulu beliau dari Sriwijaya telah menaklukkan Tarumanegara( tahun 686) dan Kerajaan Kalingga di pesisir utara Jawa Tengah/Semarang sekarang. Persaingan dua kerajaan antara Mataram dengan raja yang berwangsa Sanjaya dan kerajaan Sriwijaya dengan raja berwangsa Syailendra( dinasti Warmadewa) terus berlanjut sampai ke Bali.

    Di dalam sebuah kitab kuna yang bernama “Raja Purana”, tersebutlah seorang raja di Bali yang bernama Shri Wira Dalem Kesari dan keberadaan beliau dapat juga diketahui pada prasati ( piagam ) yang ada di Pura Belanjong di Desa Sanur, Denpasar, Bali. Di pura itu terdapat sebuah batu besar yang kedua belah mukanya terdapat tulisan kuna, sebagian mempergunakan bahasa Bali kuna dan sebagian lagi mempergunakan bahasa Sansekerta. Tulisan-tulisan itu menyebutkan nama seorang raja bernama “Kesari Warmadewa”, beristana di Singhadwala. Tersebut juga di dalam tulisan bilangan tahun Isaka dengan mempergunakan “Candra Sengkala” yang berbunyi : “Kecara Wahni Murti”. Kecara berarti angka 9, Wahni berarti angka 3 dan Murti berarti angka 8. Jadi Candra Sekala itu menunjukan bilangan tahun Isaka 839 ( 917 M ). Ada pula beberapa ahli sejarah yang membaca bahwa Candra Sengkala itu berbunyi “Sara Wahni Murti”, sehingga menunjukkan bilangan tahun Isaka 835 ( 913 M ). Pendapat yang belakangan ini dibenarkan oleh kebanyakan para ahli sejarah.
    Dengan terdapatnya piagam tersebut, dapatlah dipastikan bahwa Shri Wira Dalem Kesari tiada lain adalah Shri Kesari Warmadewa yang terletak di lingkungan Desa Besakih. Beliau memerintah di Bali kira-kira dari tahun 882 M s/d 914 M, seperti tersebut di dalam prasasti-prasasti yang kini masih tersimpan di Desa Sukawana, Bebetin, Terunyan, Bangli (di Pura Kehen), Gobleg dan Angsari. Memperhatikan gelar beliau yang mempergunakan sebutan Warmadewa, para ahli sejarah menyimpulkan bahwa beliau adalah keturunan raja-raja Syailendra di Kerajaan Sriwijaya (Palembang), yang datang ke Bali untuk mengembangkan Agama Budha Mahayana. Sebagaimana diketahui Kerajaan Sriwijaya adalah menjadi pusat Agama Budha Mahayana di Asia Tenggara kala itu.
    Beliau mendirikan istana di lingkungan desa Besakih, yang bernama Singhadwala atau Singhamandawa, Baginda amat tekun beribadat, memuja dewa-dewa yang berkahyangan di Gunung Agung. Tempat pemujaan beliau terdapat di situ bernama “Pemerajan Selonding”. Ada peninggalan beliau sebuah benda besar yang terbuat dari perunggu, yang merupakan “lonceng”, yang didatangkan dari Kamboja. Lonceng itu digunakan untuk memberikan isyarat agar para Biksu-Biksu Budha dapat serentak melakukan kewajibannya beribadat di biaranya masing-masing. Benda itu kini disimpan di Desa Pejeng, Gianyar pada sebuah pura yang bernama “Pura Penataran Sasih”
    Pada zaman pemerintahaan beliau penduduk Pulau Bali merasa aman, damai, dan makmur. Kebudayaan berkembang dengan pesat. Beliau memperbesar dan memperluas Pura Penataran Besakih, yang ketika itu bentuknya masih amat sederhana. Keindahan dan kemegahan Pura Besakih hingga sekarang tetap dikagumi oleh dunia.
    Shri Kesari Warmadewa merupakan tokoh sejarah, ini bisa dibuktikan dari beberapa prasasti yang beliau tinggalkan seperti Prasasti Blanjong di Sanur, Prasasti Panempahan di Tampaksiring dan Prasasti Malatgede yang ketiga-tiganya ditulis pada bagian paro bulan gelap Phalguna 835 S atau bulan Februari 913. Shri Kesari Warmadewa menyatakan dirinya raja Adhipati yang berarti dia merupakan penguasa di Bali mewakili kekuasaan kerajaan lain yaitu Sriwijaya. Kemungkinan beliau adalah keturunan dari Balaputradewa, hal ini berdasarkan kesamaan cara penulisan prasasti , kesamaan dalam menganut agama Budha Mahayana dan kesamaan nama dinasti Warmadewa.
    Raja-raja Dinasti Warmadewa Di Bali
    1. 882M – 914M Shri Kesari Warmadewa
    2. 915M – 942M Shri Ugrasena
    • Setelah pemerintahan Sri Kesari Warmadewa berakhir, tersebutlah seorang raja bernama Sri Ugrasena memerintah di Bali. Walaupun Baginda raja tidak memepergunakan gelar Warmadewa sebagai gelar keturunan, dapatlah dipastikan, bahwa baginda adalah putra Sri Kesari Warmadewa. Hal itu tersebut di dalam prasasti-prasasti (aantara lain Prasasti Srokadan) yang dibuat pada waktu beliau memerintah yakni dari tahun 915 s/d 942, dengan pusat pemerintahan masih tetap di Singha-Mandawa yang terletak di sekitar desa Besakih. Prasasti-Prasasti itu kini disimpan di Desa Babahan, Sembiran, Pengotan, Batunya (dekat Danau Beratan), Dausa, Serai (Kintamani), dan Desa Gobleg.
    3. 943M – 961M Shri Tabanendra Warmadewa
    • Baginda raja Sri Tabanendra Warmadewa yang berkuasa di Bali adalah raja yang ke tiga dari keturunan Sri Kesari Warmadewa. Baginda adalah putra Sri Ugrasena, yang mewarisi kerajaan Singhamandawa. Istri Baginda berasal dari Jawa, adalah seorang putri dari Baginda Raja Mpu Sendok yang menguasai Jawa Timur. Di dalam prasasti yang kini tersimpan di Desa Manikliyu (Kintamani), selain menyebut nama Baginda Sri Tabanendra Warmadewa, dicantumkan pula nama Baginda Putri. Beliau memerintah dari tahun 943 s/d 961.
    4. 961M – 975M Shri Candrabhaya Singha Warmadewa
    5. 975M – 983M Shri Janasadhu Warmadewa
    6. 983M – 989M Shri Maharaja Sriwijaya Mahadewi
    7. 989M – 1011M Shri Udayana Warmadewa (Dharmodayana Warmadewa)- Gunaprya Dharmapatni
    • Shri Udayana Warmadewa, menurunkan tiga putra:
    o 1. Airlangga
    o 2. Marakata
    o 3. Anak Wungsu
    8. 1011M – 1022M Shri Adnyadewi / Dharmawangsa Wardhana
    9. 1022M – 1025M Shri Dharmawangsa Wardhana Marakatapangkaja
    10. 1049M – 1077M Anak Wungsu
    11. 1079M – 1088M Shri Walaprabu
    12. 1088M – 1098M Shri Sakalendukirana
    13. 1115M – 1119M Shri Suradhipa
    Sumber
    • Buku “Riwayat Pulau Bali Dari Djaman Ke Djaman”, Disusun oleh: I Made Subaga, Gianyar – Bali
    • Sejarah Bali. Nyoka, Penerbit & Toko Buku Ria, Denpasar, 1990.
    • Ardana, I Gusti Gede,[1988], Udayana, Peranannya dalam Sejarah Bali pada Abad X, Fakultas Sastra Universitas Udayana, Denpasar
    • Munoz, Paul Michel[2009], Kerajaan-Kerajaan Awal Kepulauan Indonesia, Penerbit Mitra Abadi, Yogyakarta

    KENAPA WILAYAH SERIWIJAYA HANYA JAWA BARAT SAJA????
    BAHASA SERIWIJAYA ( MELAYU RUMPUN PASEMAH) BANYAK YANG TERSISA DI BALI
    SEPERTI ade= ada, juge= juga, au= ya, marge= marga dan semua bahasa bali berujung e.
    Balas
    putra sumsel pada 12 Januari 2014 pada 12:35 berkata:
    Komentar Anda menunggu moderasi

    • pada saat peristiwa pralaya yang mana kerajaan jawa timur beserta raja dan seluruh keturunannya dan pembesar2nya dibantai habis oleh seriwijaya. hanya air langga seorang yang dibiarkan hidup oleh seriwijaya yang menjadi menantu darmawangsa. karena air langga berasal dari darah seriwijaya. yang kemudian air langga menikah dengan putri seriwijaya pula. yang keturunannya menjadi raja2 kahuripan, jenggala, panjalu,dan menjadi kerajaan kediri, yang salah satu keturunan darah kediri adalah tunggul ametung, keturunan tunggul ametung adalah raja raja singa sari dan raja2 maja pahit. paham kamu suku jawa. kamu suku jawa mau kwalat durhaka dengan orang2 sumatra.
    Reply

    putra sumsel on January 11, 2014 at 9:39 pm said:
    Your comment is awaiting moderation.
    pada saat adityawarman dan gajahmada menaklukkan bali aditya warman tidak mau menyerang bali selatan karena raja rajanya adlah keturunan langsung seriwijaya. gajah mada yang sangat bersemangat menyarang bali selatan.
    aditya warman membunuh raja bali utara yang masih wilayah bali selatan. gajah mada kalah oleh orang bali keturunan seriwijaya. gajah mada mundur stelah aditya warman datang aditya warman langsung menyerang bali tanpa sepengetahuan gajah mada. karena sama2 berdarah seriwijaya dengan aditya warman raja bali itu mengakui aditya warman dan diajak kemaja pahit oleh aditya warman. pada saat dibali itu gajah mada sudah kehilangan muka. dan benih2 permusuhan aditya warman denagan gajah mada semakin meruncing.
    karena aditya warman mencurigai kematian jaya negara raja maja pahit kedua yang merupakan sepupu aditya warman ( anak bibi aditya warman) adalah konspirasi gajah mada dan tribuwana tunggadewi. atas ini pula adityawarman kemudian melawan majapahit.
    yang membunuh jaya negara adalah ratanca atas perintah gajah mada. buktinya gajah mada langsung membunuh ratanca tanpa diadili terlebih dahulu untuk menghilangkan jejak.
    paham kamu suku jawa

    kartu jawa yang pegang orang2 yang menjadi cikal bakal seriwijaya yaitu sumsel dan bengkulu apa mau dibuka?????????????????
    Balas
    putra sumsel pada 12 Januari 2014 pada 12:56 berkata:
    Komentar Anda menunggu moderasi

    MUDAH MENGHANCURKAN SUKU JAWA ITU. DAN ITU TELAH DIBUKTIKAN OLEH SERIWIJAYA
    Balas
    putra sumsel berkata:
    Komentar Anda menunggu moderasi
    12 Januari 2014 pada 17:48

    Ya sekarang orang jawa bisa banga karena jumalah penduduk terbesar di indonesia. Tetapi jangan lupa jawa secara willayah adalah minoritas, hanya 3 propensi ( jawa tengah, jogja, jawa timur) jawa barat bukan lagi suku jawa tetapi sunda, banten, betawi. Dan madura bukan lagi suku jawa tetapi suku madura. Bandingkan dengan 33 propensi di indonesia. Dan indonesia terbentuk karena persamaan nasib dan harkat martabat Sebagai bangsa yang dijajah oleh belanda, sebagai masyarakat kelas 3/ bumi putra/ kelas paling bawah sebagai bangsa yang tertindas. Atas persamaan nasib itulah indonesia bersatu dan merdeka.
    Indonesia ini bukan jawa, rakyat dari sabang sampai meroke mempunyai hak kewajiban yang sama atas indonesia. Kamu orang suku jawa jangan pernah bepikir presiden harus suku jawa buang jauh- jauh pikiran itu sebab kalau tidak bubar indonesia.
    Timor leste/ timor timur mereka sebenarnya bukan menbenci indonesia, mereka tau kalau mereka adalah bangsa indonesia dan mereka sebenarnya sangat mencintai indonesia. Tetapi orang2 timor leste sebenarnya sangat membeci dan muak dengan suku jawa. Begitu juga papua, maluku/ RMS, sulawesi/ permesta, aceh/ GAM, PRRI, mereka semua sangat mencintai indonesia. Tetapi merka semua sangat membenci dan sangat muak dengan suku jawa. Begitu juga malaysia dan singapura tau mereka darimana asal mereka mereka sangat menghormati indonesia terlebih palembang, minang kabaw, bugis, aceh. Tetapi mereka sangat muak dan jijik dengan suku jawa. Semua orang benci dengan jawa bukan karena iri atau benci dengan orangnya, tetapi semua orang benci dengan suku jawa karena sipatnya yang sangat licik, culas rakus, gila kekuasaan, merasa paling berkuasa, tukang pitnah, tukang adu domba, tukang berzina dengan istri majikan seperti ken arok, tukang MELET perempuan, tukang santet, tukang dukunin orang, itulah sipat watak dan kelakuan suku jawa.

    Menulis sejarah jangan lagi asal tulis saja semau mau pengarang saja. Sekarang orang cerdas semua dan berpikiran kritis semua. Dan akan di buktikan orang betul. Gak akan orang enggiih- enggih aja, Nanti dulu teliti dulu buktikan dulu
    Kitab negara kerta gama Majapahit menguasai asia tenggara adalah suatu fitnah yang terbesar terhadap nusantara dan asia tenggara yang dilakukan oleh mpu prapanca dan gajahmada dan suku jawa.
    Balas
    putra sumsel berkata:
    Komentar Anda menunggu moderasi
    12 Januari 2014 pada 18:24

    DENGAR KAMU SUKU JAWA ASAL TULISLAH KAMU KALAU KAMU BOHONG KALAU KAMU FITNAH SAJA KALAU TERNYATA MAJAPAHIT ITU TIDAK TERBUKTI TERKUTUK KAMU SUKU JAWA DUNIA AKHERAT MATI HINA LAKNATULLAH.
    KAMU LIHAT DIINDONESIA INI ORANG YANG PALING MISKIN, PALING HINA, PALING SENGSARA ADALAH SUKU JAWA, YANG PALING BANYAK ORANG GILA ADALAH SUKU JAWA.. DIINDONESIA TIDK ADA ORNAG YANG MATI HANYA BEREBUT UANG SEDEKAH ORANG SEPULUH RIBU DUAPAULUH RIBU. TAPI DIJAWA HAL ITU BIASA.
    BAHKAN MATI HANYA BEREBUT GUNUNGAN NASI TUMPENG SAJA BIASA. ITU AKIBAT ELIT POLITIKUS SUKU JAWA YANG MENANGGUNG LAKNATNYA KALIAN SUKU JAWA ITULAH.
    Balas
    putra sumsel | 12 Januari 2014 pada 20.23

    0

    0

    Rate This

    KALAU ORANG JAWA MENYEBAR DIMANA MANA BUKAN KARENA MAJAPAHIT TELAH MENAKLUKANNYA. SEPERTI DIMALAYSIA BANYAK SUKU JAWA BUKAN BERARTI MALAYSIA ITU DITAKLUKKAN OLEH MAJAPAHIT GAK ADA PRASASTI MAJAPAHIT DIMALAYSIA. BEGITU JUGA ORANG JAWA BANYAK DIPAPUA PHILIPINA, ALAIRAN SILAT KALI MAJA PAHIT PHILIPINA ITU BUKAN BERARTI PHILIPINA ITU TELAH DITAKLUKAN MAJAPAHIT OLEH GAJAH MADA SEBAB TIDAK ADA PRASASTI GAJAH MADA ATAU MAJAPAHIT DIPHILIPINA. ALIRAN SILAT KALI MAJAPAHIT ITU ADALAH SILAT YANG BERASAL DARI JAWA YANG DIBAWA KEPHILIPINA BUKAN PADA ZAMAN MAJAPAHIT. SEPERTI ALIRAN2 SILAT LAIN DIMANAPUN TEMPATNYA TETAP MEMBAWA ASALNYA DARIMANA SEPERTI WUSHU DISELURUH DUNIA TETAP WUSHU,BEGITU JUGA TAKWONDO, KUNTAU KUNGFU WINGCUN. ADA DIMANA MANA BUKAN BERARTI TEMPAT ITU TELAH DITAKLUKAN OLEH CINA/ KOREA.
    BEGITUJUGA ORANG JAWA ADA DISURINAME. BUKAN BERARTI SURINAME TELAH DITAKLUKKAN MAJAPAHIT/ GAJAH MADA.. ORANG JAWA DISITU ADALAH BUDAK YANG DIPAKSA OLEH BELANDA. SAMPAI SEKARANG URINAME ITU MASIH JAJAHAN BELANDA.
    MUNGKIN SAMPAI KIAMAT SURINAM ITU TIDAK AKAN MERDEKA. KARENA SEDIKITPUN TIDAK ADA KEKUATANNYA SURINAE. APALAGI ORANG JAWA DISITU. GAK USAH BANGGA KAMU SUKU JAWA ADA DISURINAME.
    Reply
    putra sumsel
    5:39 pm on January 13, 2014
    Your comment is awaiting moderation.

    kini kitab negara kerta gama itu telah diakui oleh unesco PBB. sebagai warisan dunia. jikalau benar kitab negara kerta gama itu untuk apa????
    hanya merupakan kebanngaan sejarah masa lalu suku jawa saja. sebab indonesia bukan negara jawa, bukan pula majapahit.
    tetapi jiaka kitab negara kertagama itu pitnah dan tidak terbukti alias bohong maka DEMI ALLAH TANGGUNGLAH AKIBATNYA OLEH KALIAN SUKU JAWA KENA LAKNAT DIDUNIA DAN AKHERAT TERKUTUK DAN HINA DIDUNIA DAN AKHERAT. KARENA TELAH MENYEBAR PITNAH TERHADAP SELURUH NUSANTARA.
    SEBAIK BAIKNYA MENYIMPAN BANGKAI BAU BUSUKNYA AKAN TERCIUM JUGA.
    KOTORAN TETAP KOTORAN WALAU DI BUNGKUS DENGAN SUTRA
    TIDAK ADA YANG ABADI DIDUNIA INI.
    SUATU SAAT JAWA HANCUR LEBUR LULUH LANTAH. KAMU TUNGGU SAJA MASANYA

  15. bisakah andah menceritakan nama nama keturunan kelima dari kerajaan majapahit????
    dan apakah betul dari kerajaan majapahit ada yang bernama Raden Notokaryo???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: